Batang - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono merasa takjub melihat perkembangan pesat Kabupaten Batang yang akan berubah menjadi kota industri dalam beberapa tahun kedepan. Putra asli daerah Batang ini mengapresiasi kemajuan kota kelahirannya, dengan dibangunnya Kawasan Industri Terpadu (KIT), Kawasan Industri Batang (KIB) dan PLTU 2×1.000 Megawatt.
Batang - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen
TNI (Mar) Suhartono merasa takjub melihat perkembangan pesat Kabupaten Batang
yang akan berubah menjadi kota industri dalam beberapa tahun kedepan. Putra
asli daerah Batang ini mengapresiasi kemajuan kota kelahirannya, dengan
dibangunnya Kawasan Industri Terpadu (KIT), Kawasan Industri Batang (KIB) dan
PLTU 2×1.000 Megawatt.
Ia menceritakan situasi kampung halamannya di Desa
Kalisalak Kecamatan Batang, yang jauh berbeda, jika dibandingkan beberapa tahun
belakangan ini.
“Wah kemajuannya luar biasa. Dulu ketika saya masih
SMP, kampung ini belum teraliri listrik, nah sekarang sudah ada proyek PLTU
2×1.000 Megawatt,†katanya, usai ziarah di TMP Kadilangu, Kabupaten Batang,
Minggu (3/10/2021).
Pria yang pernah mengenyam pendidikan di SD
Kalisalak itu, juga mengapresiasi KIT yang telah diresmikan oleh Presiden Joko
Widodo.
“Selama setahun ini pembangunan secara fisik bisa
terlihat nyata,†tuturnya.
Ia menerangkan, perkembangan pembangunan di sekitar
kampung halamannya sangat cepat. Jika dulu semasa kecil sangat mudah dan cepat
dijangkau, cukup melewati persawahan. Namun kini TMP Kadilangu sudah tertutup
perumahan.
“Jadi karena saya putra daerah, sejak kecil setahu
saya, di TMP ini ada anggota Angkatan Laut yang dimakamkan di sini. Sekarang
setelah dilihat langsung, ternyata benar yang dimakamkan kebetulan dari
Marinir, yang tergabung dalam Korps Armada IV Tegal,†jelasnya.
Usai memberikan penghormatan kepada arwah para
pahlawan, Dankormar dikejutkan dengan seorang pria yang menyapa di luar tembok
TMP.
Pria itu bernama Kunari (57) yang ternyata teman
Mayjen Suhartono semasa bersekolah di SD Kalisalak dulu.
“Dulu itu pernah satu kelas dan kalau jam istirahat
kami sering main sepak bola di halaman sekolah,†ungkapnya.
Ia mengatakan, Mayjen Suhartono termasuk pribadi
yang pendiam, namun tetap berkawan baik dengan siapa pun.
“Saya juga tidak menyangka beliau sekarang jadi
jenderal,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)