Bupati Batang Panen Padi Jenis Membramo

Kamis, 26 Desember 2019 Jumadi Dibaca 1.718 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Bupati Batang Panen Padi Jenis Membramo
Batang - Bupati Batang Wihaji bersama Kepala Dinas Pertanian Batang Migayani Thamrin dan Muspika Kecamatan Tersono melakukan panen raya padi jenis Membramo, di Desa Harjowinangun Barat, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Kamis ( 26/12/2019).

Batang - Bupati Batang Wihaji bersama Kepala Dinas Pertanian Batang Migayani Thamrin dan Muspika Kecamatan Tersono melakukan panen raya padi jenis Membramo, di Desa Harjowinangun Barat, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Kamis ( 26/12/2019).

Bupati Batang Wihaji mengatakan, panen raya padi ini sekaligus untuk mengetahui perbedaan hasil panennya antara yang yang diperlakukan dengan tritment fungisida, yang hasil perbandinganya 1 hektar mencapai Rp 4,5 Juta perpanen.

“Bagi petani, sekarang tidak rumit dalam bercocok tanam, terpenting efektif, efisien dan panenya banyak. Kalau bisa obatnya sedikit, suketnya tidak banyak, modal sedikit panennya banyak, dan teknologi pertanian mampu tidak menjawab semua itu", pintanya.

Wihaji juga memiinta kepada Dinas Pertanian agar moderenisasi pertananian atau teknologinya harus bisa dipakai petani. Karena petani lebih pengalaman dalam bercocok tanam.

"Jangan sampai bantuan teknologi pertanian tapi petaninya tidak mau, karena biayanya terlalu mahal," jelasnya

Dijelaskannya, karena keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Batang baru bisa membantu traktor, Mesin Combine. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, agar terus berinovasi dengan memberikan pendampingan kepada para kelompok tani.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batang Migayani Thamrin mengatakan, rata-rata panen di wilayah Kecamatan Tersono dalam 1 hektar mampu memanen sebanyak 6 ton padi dengan luas mencapai 1742 hektar, sehingga rata-rata di Kabupaten Batang 1 hektar berhasil 5 ton padi.

"Sepanjang tahun di Kabupaten Batang mampu surplus padi sekitar 180 ribu ton padi  dari lahan persawahan mencapai 22.480 hektar, lahan bakunya sekitar 17 ribu hektar" terangnya

Ia mengatakan, walaupun alih fungsi lahan di Batang cukup banyak, namun tidak begitu pengaruh yang signifikan, dengan adanya teknologi yang dulu setahun tanam dua kali, sekarang bisa mencapai 2,5 kali.

"Alih fungsi lahan yang mengalihkan rakyat sendiri ada tapi kalau diaturan RTRW tidak ada, sehingga tidak ada pengaruh," tambahnya.

Dalam dialog,  seorang petani mengemukakan, mangalami masalah kesulitan pupuk, dan saluran irigasi yang sudah rusak.

Dikesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji menjawab, untuk masalah irigasi akan di bangun sesuai skala prioritas karena keterbatasan anggaran. Masalah kelangkaan pupuk, Wihaji meminta penggantian distributor jika seringnya kelangkaan pupuk dan menaikan harga pupuk tidak sesuai dengan produsennya. (Humas Batang, Jateng/Edo)

Berita Lainnya

PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
Batang Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kabupaten Batang sukses menelurkan nakhoda baru. Afif Rahman terpilih secara resmi untuk menduduki kursi ketua umum, menggantikan pejabat lama, Ali Sadikin.
23 Mei 2026 Jumadi 21
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
Batang - SMP Negeri 4 Batang menggelar Gelar Budaya IV. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi seni sekaligus ujian akhir mata pelajaran seni budaya bagi siswa yang menampilkan pertunjukan ketoprak lengkap dengan iringan gamelan.
23 Mei 2026 Jumadi 279
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Batang - Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Batang khususnya kelas 9, mengasah kemampuannya dalam berkesenian lewat even Gelar Budaya IV. Mengusung tema "Jejak Sejarah dan Legenda, Mewarisi Budaya Menguatkan Jati Diri Bangsa", para siswa menampilkan ketoprak lewat ragam cerita rakyat, sebagai upaya mewujudkan Sekolah Budaya.
23 Mei 2026 Jumadi 113
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Batang - Pengembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Desa Semampir menjadi salah satu wilayah yang aktif mengembangkan usaha sapi perah karena memiliki kondisi alam yang mendukung serta berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
23 Mei 2026 Jumadi 24
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2352026).
23 Mei 2026 Jumadi 101
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Batang - Produk olahan khas Kabupaten Batang, Sale Pisang Bang Zae, mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2052026).
22 Mei 2026 Jumadi 78