Bupati Serius Garap Batang Sebagai Republik Jeruk

Jumat, 12 Juli 2019 Jumadi Dibaca 1.036 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Bupati Serius Garap Batang Sebagai Republik Jeruk

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melanjutkan kembali kerjasama dengan Balitjestro (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika) yang beralamatkan di Malang Jawa Timur. 

Hal ini ditegaskan Bupati Batang Wihaji saat menerima audiensi jajaran peneliti dari Balitjestro di ruang Abirawa Kantor Bupati Batang, Jumat (12/7/2019). 

Sebelumnya di tahun 2018, Pemkab Batang menerima bantuan bibit secara gratis dari Balitjestro sebanyak 35 ribu bibit. Bibit ini diberikan kepada petani yang tersebar di 14 kecamatan. 

"Ada luasan lahan 70 hektar dan 7 varitas yang ditanam, tetapi yang lebih dominan yang cocok dengan kultur tanah di Batang yakni varietas buah jeruk Siam, Pontianak, Keprok RGL dan Keprok Trigas," jelas Peneliti Balitjestro Susi Wuryantini. 

Usia tanaman jeruk saat ini sudah rata - rata sudah 14 bulan, lanjutnya, dan satu tahun lagi memasuki masa panen raya perdana, namun 2020 pendanaan yang ditanggung Balitjestro di alihkan ke daerah lain. 

"Oleh karena itu, saya harap ada pendanaan pendampingan dari Pemkab Batang untuk melanjutkan sampai pasca panen raya," pintanya.

Ia menyampaikan, jika melihat dari tanamannya sudah tumbuh dengan baik dan sangat potensi sekali Kabupaten Batang menjadi sentra penghasil buah jeruk. 

"Kalau melihat konsumsi buah jeruk di Indonesia angkanya cukup tinggi, beberapa tahun ini lebih banyak jeruk lokal yang mendominasi di pasar maupun supermarket, walaupun masih banyak jeruk impor, sehingga kebutuhan masyarakat dalam mengkonsumsi buah jeruk belum sepenuhnya terpenuhi," jelasnya.

Susi juga menjelaskan bahwa buah jeruk memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan. Karena dari hitungan kami kalau pemeliharaannya bagus di panen kedua modal sudah kembali dan bahkan sudah mendapatkan untung. 

"Untuk panen ketiga, keempat dan seterusnya tinggal mengambil untung. Padahal tanaman jeruk sampai berusia 30 tahun masih bisa berbuah dengan bagus," terangnya. 

Bupati Batang Wihaji sangat mengapresiasi tawaran lanjutan kerjasama, hal ini sesuai dengan program Pemkab Batang yang semangatnya untuk pengembangan agrowisata dan menciptakan 1. 000 usaha baru. 

"Memang kita bercita - cita Batang menjadi Republik Jeruk guna mendukung tahun kunjungan wisata 2022 sebagai surganya Asia atau Heaven Of Asia, maka Pemkab harus serius dalam melakukan pendampingan terhadap petani jeruk," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, masyarakat memerlukan success history saat panen, agar memancing masyarakat untuk mencontohnya, sehingga tumbuh wirausaha baru. 

"Kita serius dari anggaran yang diajukan yaitu sebesar Rp330juta akan kita support anggaranya, karena berdampak luas untuk kesejahteraan petani dan masyarakat sekitarnya," ujarnya.

Bupati juga beraharap kepada Baletjistro untuk membantu dalam pemasarannya, jangan sampai ketika panen raya petani jeruk susah dalam marketnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD
Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD
Batang Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Batang semakin semarak dengan kehadiran Forum Anak yang menggelar kegiatan pengenalan permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan.
12 Jul 2026 Jumadi 108
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 925
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 235
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 219
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 164
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 107