Batang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Tegal mengambil langkah nyata untuk memperkuat ekosistem ekonomi Daerah Kabupaten Batang. Fokus utamanya tidak hanya mendorong iklim investasi, tetapi juga memastikan para investor maupun pekerja yang beraktivitas di Batang merasa betah dan memilih menghabiskan waktu libur akhir pekan mereka di daerah setempat.
Batang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Tegal mengambil langkah nyata untuk memperkuat ekosistem ekonomi Daerah Kabupaten Batang. Fokus utamanya tidak hanya mendorong iklim investasi, tetapi juga memastikan para investor maupun pekerja yang beraktivitas di Batang merasa betah dan memilih menghabiskan waktu libur akhir pekan mereka di daerah setempat.
Langkah ini dilakukan melalui pengembangan potensi pariwisata daerah yang disinergikan secara rapat bersama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Kepala KPW BI Tegal Bimala mengungkapkan, pentingnya kesiapan sektor pendukung agar iklim ekonomi dan pariwisata berjalan beriringan. Nah ini nanti berikutnya adalah UMKM-nya disiapkan, dan Pak Bupati juga apa fokusnya di berikutnya adalah pariwisata.
“Jadi ketika datang ke Batang ini, apa investor-investor maupun apa istilahnya pekerjanya di Batang itu ya jangan ke mana-mana. Jadi mereka spend weekend-nya, apa menghabiskan liburan akhir minggunya itu ya di Batang saja,” katanya saat ditemui di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (14/8/2026).
Untuk mewujudkan hal tersebut, sinergi antara BI Tegal dan Pemkab Batang terus diperkuat melalui serangkaian program strategis. Salah satu agenda terdekat yang tengah disiapkan adalah penyelenggaraan acara Kenduri Batik pada Oktober mendatang. Acara ini dirancang khusus untuk memperkenal daya tarik wisata, potensi belanja, serta seni budaya khas Batang secara komprehensif.
“Maka ini nanti disiapkan, termasuk kita nanti akan ada kerja sama dengan Bu Bupati ya, nanti di Oktober itu kita akan ada Kenduri Batik. Itu untuk mengenalkan bahwa Batang itu punya loh istilahnya nanti apa yang harus dilakukan, apa yang harus dilihat, tadi penataan pariwisatanya, terus kemudian kegiatannya, dan juga apa yang harus dibeli. Nah itu nanti disiapkan semua oleh apa Pemda ya. Dan kita bersama-sama kolaborasi di sana,” jelasnya.
Selain itu, keberlanjutan warisan budaya lokal juga menjadi sorotan utama. Salah satu warisan kebanggaan masyarakat Batang yang kini tengah naik daun adalah Batik Rifaiyah. Guna menjaga regenerasi para perajin dan melestarikan warisan batik Batang, upaya pendampingan telah dimulai sejak beberapa bulan lalu.
“Dan apa kemarin juga sudah di-launching dua bulan lalu. Sustain batik yang sekarang naik adalah Batik Rifaiyah. Nah itu supaya sustain Batik Rifaiyah-nya dan juga Batik Batang yang lain. Kemarin kami juga kolaborasi untuk menggelar lomba artisan Batik Batang, supaya nanti banyak pembatik muda yang apa muncul di situ,” terangnya.
Bimala juga menyadari bahwa pembinaan ekonomi kreatif dan pariwisata merupakan proses bertahap yang membutuhkan ketelatenan. Namun, dengan kolaborasi erat antara BI, pemerintah daerah, dan masyarakat, strategi jangka panjang ini diharapkan membawa dampak besar bagi perekonomian Batang.
“Nah harapannya kan ini nggak bisa sekejap, program jangka panjang. Harapannya di ke depannya ini bisa lebih menarik apa orang untuk jangan pergi ke mana-mana lagi gitu ketika sudah posisi di Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)