Hadirkan Peneliti BRIN, Undip Upayakan Peningkatan Mutu Kelengkeng Batang

Selasa, 12 Mei 2026 Jumadi Dibaca 159 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Hadirkan Peneliti BRIN, Undip Upayakan Peningkatan Mutu Kelengkeng Batang
Undip Batang menggelar Workshop Teknologi Perbaikan Penampilan dan Kekerasan Kulit Buah Kelengkeng di Aula Undip Batang, Kabupaten Batang,
Batang - Badan Pengelola Kampus di Luar Kampus Utama (BPK2U) Universitas Diponegoro Batang menggelar workshop bersama para petani milenial dengan mengetengahkan topik "Teknologi Perbaikan Penampilan Kekerasan Kulit Kelengkeng". Menghadirkan para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), agar turut memberikan solusi untuk memperbaiki tampilan kelengkeng hasil panenan petani lokal Batang.

Batang - Badan Pengelola Kampus di Luar Kampus Utama (BPK2U) Universitas Diponegoro Batang menggelar workshop bersama para petani milenial dengan mengetengahkan topik "Teknologi Perbaikan Penampilan Kekerasan Kulit Kelengkeng". Menghadirkan para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), agar turut memberikan solusi untuk memperbaiki tampilan kelengkeng hasil panenan petani lokal Batang.

Wakil Kepala BPK2U Undip Batang Prof. Dr. Eng. Munadi mengakui kualitas rasa dan ukuran kelengkeng khas Batang tidak kalah dari daerah lain. Namun, yang perlu diperhatikan yakni kualitas tampilan yang belum dapat memenuhi standar pasar khususnya konsumen di minimarket.

“Kelengkeng Batang itu rasanya manis, ukurannya cukup besar, namun permukaannya masih kecoklatan. Makanya kami hadirkan para peneliti dari BRIN, agar kualitasnya bagus dan bisa naik kelas dengan harga yang bersaing,” katanya, usai membuka workshop, di Undip Batang, Kabupaten Batang, Selasa (12/5/2026).

Peneliti dari BRIN Dr. Arief Arianto mengapresiasi melihat kelengkeng yang menjadi buah endemik Indonesia, yang dapat dijadikan komoditas pasar lokal Batang. Namun, perlu melakukan pendekatan budidaya yang maksimal, untuk mengetahui penyebab warna kulit yang menghitam.

“Perlu ada penanganan pascapanen yang baik, dengan treatment menggunakan cairan berbahan organik agar bisa mempertahankan warna alami kulit kelengkeng,” jelasnya.

Executive Director Microeconomics, PT Indomarco Prismatama, Feki Oktavianus membenarkan, konsumen tidak hanya mengutamakan rasa, tetapi juga memperhatikan tampilan kulit yang sesuai standar. Beberapa kriteria yang wajib dipenuhi oleh petani, di antaranya kulit yang mudah terkelupas serta rasa manis alami kelengkeng.

“Terima kasih karena Undip sudah mengajak para peneliti agar tampilan kulit buah Kelengkeng khas Batang ini bisa mengkilap. Sesuai standar konsumen Indomaret,” tuturnya.

Perwakilan petani kelengkeng milenial, Aditya Reza Kusuma mengatakan, meski rasanya manis dan ukuran buah cukup besar, namun masih kalah bening warna kulitnya dengan kelengkeng kualitas impor. Hal ini menjadi catatan para petani milenial, karena warna kulit kelengkeng Batang cepat menghitam.

“Dan tentu kurang menarik ketika dipajang di minimarket. Alhamdulillah kami didukung Undip, BRIN dan Indomaret, yang memberi solusi mencelupkan kelengkeng usai dipanen, ke zat khusus yang aman bagi buah, supaya tampilannya jadi bersih harganya pun lebih bersaing,” terangnya.

Saat ini terdapat delapan ribu pohon kelengkeng lokal Batang yang tersebar di beberapa titik. Di antaranya, dua ribu di Kuripan Subah, dua ribu di Timbang Subah, dua ribu di Tersono, dua ribu di Ngadirejo Reban.

Dalam kesempatan yang sama, dukungan peningkatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Batang, Dandim 0736 Letkol Inf Andhika Baroto Chrishastantyo siap membantu dengan mengoptimalkan lahan milik Kodim di Desa Tragung.

“Lahan kami seluas 10 hektar akan ditinjau langsung oleh pengelola Indomaret, supaya tahu kualitas tanah sebelum ditanami kelengkeng. Dari lahan tersebut kini sudah dioptimalkan untuk menanam jagung dan singkong yang siap dipanen. Jika cocok, proses pengolahannya bisa melibatkan warga sekitar,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 183
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 158
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 144
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 598
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 84
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 98