Batang - Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendukung program pengumpulan minyak jelantah yang ditargetkan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Batas akhir pengumpulan sebelum pelaksanaan puncak pada 10 April 2026 mendatang.
Batang - Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendukung program pengumpulan minyak jelantah yang ditargetkan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Batas akhir pengumpulan sebelum pelaksanaan puncak pada 10 April 2026 mendatang.
Sekretaris Diskominfo
Batang Puji Setyowati mengatakan, setiap pegawai diwajibkan membawa minimal
satu liter minyak jelantah sebagai bentuk partisipasi dalam program tersebut.
“Hari ini merupakan
batas terakhir pengumpulan. Setiap pegawai membawa satu liter minyak jelantah,
dan alhamdulillah dari target 54 liter justru terkumpul 59 liter,†katanya saat
ditemui di Kantor Diskominfo Baang, Kabupaten Batang, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, jumlah
pegawai Diskominfo Batang sebanyak 54 orang, namun antusiasme yang tinggi
membuat realisasi pengumpulan melampaui target yang ditetapkan.
“Sebagian besar pegawai
telah mulai mengumpulkan minyak jelantah sejak jauh hari, bahkan sejak bulan
Ramadan. Hal ini dipengaruhi meningkatnya aktivitas memasak di rumah tangga
selama periode tersebut,†jelasnya.
Puji menyebutkan, sejak
bulan puasa sudah banyak yang mengumpulkan karena penggunaan minyak goreng juga
meningkat.
“Program pengumpulan
minyak jelantah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Penjabat Sekretaris
Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih, yang disampaikan saat apel beberapa
waktu lalu,†terangnya.
Kegiatan ini menjadi
bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batang untuk memecahkan rekor MURI dalam
kategori pengumpulan minyak jelantah oleh ASN, baik PNS, PPPK, maupun PPPK
paruh waktu.
“Sebelumnya, rekor
pengumpulan minyak jelantah telah mencapai 45.000 liter. Namun, Pemkab Batang
mengemas kegiatan ini secara khusus dengan melibatkan seluruh unsur aparatur
pemerintahan,†pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran aparatur terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung program daerah. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)