Krisis Medis Veteriner: 4 Juta Ternak di Batang Hanya Bergantung pada Satu Dokter

Kamis, 26 Maret 2026 Jumadi Dibaca 191 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Krisis Medis Veteriner: 4 Juta Ternak di Batang Hanya Bergantung pada Satu Dokter
Petugas hewan memberi vaksin saat mengunjungi salah satu tempat peternakan di Kabupaten Batang.
Batang - Sektor peternakan di Kabupaten Batang tengah menghadapi situasi yang mengkhawatirkan. Bukan karena kurangnya pakan atau lahan, melainkan karena krisis tenaga medis veteriner yang sangat timpang.

Batang - Sektor peternakan di Kabupaten Batang tengah menghadapi situasi yang mengkhawatirkan. Bukan karena kurangnya pakan atau lahan, melainkan karena krisis tenaga medis veteriner yang sangat timpang.

Bayangkan saja, untuk menjaga kesehatan puluhan ribu ekor sapi dan jutaan unggas yang tersebar di 15 kecamatan, Kabupaten Batang saat ini praktis hanya mengandalkan satu orang dokter hewan aktif.

Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Syam Manohara, tidak menutupi kondisi sulit ini. Baginya, jumlah tenaga medis yang ada saat ini sudah berada di titik nadir.

“Kalau untuk kebutuhan dokter hewan di Kabupaten Batang, saya rasa sangat-sangat kurang,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (26/3/2026).

Padahal, sebelumnya Batang memiliki tiga dokter hewan. Namun, dua di antaranya telah ditarik menjadi pegawai pusat. Kini, beban berat itu jatuh sepenuhnya ke pundak drh. Ambar Puspitaningrum.

Data populasi ternak di Batang memang mencengangkan jika dibandingkan dengan jumlah tenaga medisnya:

 * Sapi: ± 17.000 ekor

 * Kambing: ± 35.000 ekor

 * Domba: ± 25.000 ekor

 * Unggas: Mendekati 4.000.000 ekor

“Meski dibantu oleh sekitar 23 hingga 26 paramedis di lapangan, peran dokter hewan tetap tak tergantikan secara hukum dan medis. Diagnosis penyakit hingga penentuan dosis obat wajib berada di bawah supervisi dokter,” jelasnya.

Kondisi ini memaksa dokter hewan Ambar untuk "hadir" di banyak tempat sekaligus dalam waktu bersamaan, meskipun hanya lewat layar ponsel. Terutama saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang, teknologi menjadi penyelamat di tengah keterbatasan fisik.

“Dokter Ambar harus memonitor 24 jam, bahkan lewat video call untuk pengobatan dan vaksinasi. Karena paramedis tidak bisa langsung menentukan dosis atau tindakan tanpa penyeliaan dokter,” terangnya.

Dokter hewan Ambar sendiri mengakui, bahwa ritme kerja ini sangat menguras energi. Sebagai pejabat otoritas veteriner satu-satunya, ia harus sigap menerima laporan dari seluruh penjuru Batang.

“Kalau ditanya kewalahan, ya memang kewalahan. Biasanya mereka (paramedis) langsung telepon kalau ada kasus darurat,” ungkapnya.

Harapan pada Formasi Baru

Secara ideal, setiap kecamatan atau setidaknya setiap Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Rumah Potong Hewan (RPH) memiliki satu dokter hewan tetap. Namun, realita di Batang menunjukkan RPH pun belum memiliki dokter hewan sendiri.

Dispaperta berharap, ada rekrutmen CPNS mendatang. Penambahan minimal tiga hingga empat dokter hewan. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
Batang Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kabupaten Batang sukses menelurkan nakhoda baru. Afif Rahman terpilih secara resmi untuk menduduki kursi ketua umum, menggantikan pejabat lama, Ali Sadikin.
23 Mei 2026 Jumadi 13
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
Batang - SMP Negeri 4 Batang menggelar Gelar Budaya IV. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi seni sekaligus ujian akhir mata pelajaran seni budaya bagi siswa yang menampilkan pertunjukan ketoprak lengkap dengan iringan gamelan.
23 Mei 2026 Jumadi 269
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Batang - Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Batang khususnya kelas 9, mengasah kemampuannya dalam berkesenian lewat even Gelar Budaya IV. Mengusung tema "Jejak Sejarah dan Legenda, Mewarisi Budaya Menguatkan Jati Diri Bangsa", para siswa menampilkan ketoprak lewat ragam cerita rakyat, sebagai upaya mewujudkan Sekolah Budaya.
23 Mei 2026 Jumadi 109
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Batang - Pengembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Desa Semampir menjadi salah satu wilayah yang aktif mengembangkan usaha sapi perah karena memiliki kondisi alam yang mendukung serta berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
23 Mei 2026 Jumadi 14
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2352026).
23 Mei 2026 Jumadi 91
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Batang - Produk olahan khas Kabupaten Batang, Sale Pisang Bang Zae, mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2052026).
22 Mei 2026 Jumadi 75