Krisis Medis Veteriner: 4 Juta Ternak di Batang Hanya Bergantung pada Satu Dokter

Kamis, 26 Maret 2026 Jumadi Dibaca 217 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Krisis Medis Veteriner: 4 Juta Ternak di Batang Hanya Bergantung pada Satu Dokter
Petugas hewan memberi vaksin saat mengunjungi salah satu tempat peternakan di Kabupaten Batang.
Batang - Sektor peternakan di Kabupaten Batang tengah menghadapi situasi yang mengkhawatirkan. Bukan karena kurangnya pakan atau lahan, melainkan karena krisis tenaga medis veteriner yang sangat timpang.

Batang - Sektor peternakan di Kabupaten Batang tengah menghadapi situasi yang mengkhawatirkan. Bukan karena kurangnya pakan atau lahan, melainkan karena krisis tenaga medis veteriner yang sangat timpang.

Bayangkan saja, untuk menjaga kesehatan puluhan ribu ekor sapi dan jutaan unggas yang tersebar di 15 kecamatan, Kabupaten Batang saat ini praktis hanya mengandalkan satu orang dokter hewan aktif.

Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Syam Manohara, tidak menutupi kondisi sulit ini. Baginya, jumlah tenaga medis yang ada saat ini sudah berada di titik nadir.

“Kalau untuk kebutuhan dokter hewan di Kabupaten Batang, saya rasa sangat-sangat kurang,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (26/3/2026).

Padahal, sebelumnya Batang memiliki tiga dokter hewan. Namun, dua di antaranya telah ditarik menjadi pegawai pusat. Kini, beban berat itu jatuh sepenuhnya ke pundak drh. Ambar Puspitaningrum.

Data populasi ternak di Batang memang mencengangkan jika dibandingkan dengan jumlah tenaga medisnya:

 * Sapi: ± 17.000 ekor

 * Kambing: ± 35.000 ekor

 * Domba: ± 25.000 ekor

 * Unggas: Mendekati 4.000.000 ekor

“Meski dibantu oleh sekitar 23 hingga 26 paramedis di lapangan, peran dokter hewan tetap tak tergantikan secara hukum dan medis. Diagnosis penyakit hingga penentuan dosis obat wajib berada di bawah supervisi dokter,” jelasnya.

Kondisi ini memaksa dokter hewan Ambar untuk "hadir" di banyak tempat sekaligus dalam waktu bersamaan, meskipun hanya lewat layar ponsel. Terutama saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang, teknologi menjadi penyelamat di tengah keterbatasan fisik.

“Dokter Ambar harus memonitor 24 jam, bahkan lewat video call untuk pengobatan dan vaksinasi. Karena paramedis tidak bisa langsung menentukan dosis atau tindakan tanpa penyeliaan dokter,” terangnya.

Dokter hewan Ambar sendiri mengakui, bahwa ritme kerja ini sangat menguras energi. Sebagai pejabat otoritas veteriner satu-satunya, ia harus sigap menerima laporan dari seluruh penjuru Batang.

“Kalau ditanya kewalahan, ya memang kewalahan. Biasanya mereka (paramedis) langsung telepon kalau ada kasus darurat,” ungkapnya.

Harapan pada Formasi Baru

Secara ideal, setiap kecamatan atau setidaknya setiap Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Rumah Potong Hewan (RPH) memiliki satu dokter hewan tetap. Namun, realita di Batang menunjukkan RPH pun belum memiliki dokter hewan sendiri.

Dispaperta berharap, ada rekrutmen CPNS mendatang. Penambahan minimal tiga hingga empat dokter hewan. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 187
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 161
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 149
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 605
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 84
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 99