Batang - Ramadan selalu punya cara tersendiri untuk mempererat simpul kepedulian. Di Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, gema berbagi itu kembali terasa.
Batang - Ramadan selalu punya cara tersendiri untuk mempererat simpul kepedulian. Di Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, gema berbagi itu kembali terasa.
Keluarga Besar
Nahdlatul Ulama (KBNU) setempat membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci
dalam merawat kemanusiaan melalui tradisi santunan anak yatim yang telah
terjaga selama satu dekade.
Sejak digulirkan
pertama kali pada 2017 silam, tahun ini menandai pelaksanaan ke-10 sebuah
perjalanan panjang dalam mengetuk pintu langit melalui senyum anak-anak yatim
dan piatu.
Ketua Pelaksana
Santunan Indaka Nurul Khasin mengungkapkan, bahwa tahun ini sebanyak 25 anak
mendapatkan perhatian khusus.
“Bukan sekadar
seremonial, nilai santunan yang diberikan pun cukup signifikan. Setiap anak
menerima uang tunai sebesar Rp1.160.000,00 serta paket bingkisan senilai
Rp162.320,00,†katanya saat ditemui di Aula Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Desa
Sidorejo, Kabupaten Batang, Minggu (15/3/2026).
Keajaiban kecil ini
lahir dari semangat gotong-royong yang luar biasa. Indaka memaparkan bahwa
total dana yang terhimpun mencapai Rp33.333.000,00 yang bersumber dari
kantong-kantong kebaikan warga Desa Sidorejo hingga donasi netizen di media
sosial.
“Terima kasih kepada
para donatur, seluruh panitia, serta semua pihak yang telah membantu sehingga
kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,†ungkapnya.
Ia juga memberikan
apresiasi khusus kepada awak media yang membantu menyebarluaskan semangat
positif ini, sehingga jangkauan kebaikan desa mereka bisa terdengar lebih luas.
Senada dengan Indaka,
Ketua Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sidorejo Fatkhuddin, merasa
terharu dengan kekompakan yang terus terjaga selama sepuluh tahun terakhir.
Baginya, angka sepuluh tahun bukan sekadar statistik, melainkan bukti
kepedulian masyarakat yang kian menebal.
“Alhamdulillah kegiatan
santunan ini dapat terlaksana dengan baik dan penuh kebersamaan. Bersyukur
banyak pihak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,†ujar dia.
Ia berharap, tradisi
ini tidak akan pernah padam di masa depan. Lebih dari sekadar bantuan materi,
kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi generasi mendatang untuk tetap
memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesama. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)