Batang Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih, membawa kabar segar di tengah teriknya matahari pagi saat memimpin apel. Menjelang HUT Ke-60 Kabupaten Batang, Pemkab tengah bersiap mengukir sejarah baru melalui dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus dalam satu waktu.
Batang Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih, membawa kabar segar di tengah teriknya matahari pagi saat memimpin apel. Menjelang HUT Ke-60 Kabupaten Batang, Pemkab tengah bersiap mengukir sejarah baru melalui dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus dalam satu waktu.
Pj Sekda Batang, Sri
Purwaningsih mengungkapkan, bahwa perayaan tahun ini akan melibatkan
partisipasi masif dari seluruh elemen aparatur, mulai dari PNS, PPPK, THL,
hingga perangkat desa.
“Target pertama yang
dibidik adalah pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah. Uniknya, rekor
ini dirancang khusus untuk lingkup aparatur pemerintahan,†katanya saat
memimpin apel pagi di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (9/3/2026).
Rekor Muri pengumpul
minyak jelantah pun sudah ada 45.000. Tetapi ini dikemas bahwa Rekor Muri ini
judulnya PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu sehingga itu diperbolehkan.
Ia juga mengimbau, agar
setiap pegawai menyiapkan satu liter minyak jelantah untuk dikumpulkan. Meski
puncak acara direncanakan pada 10 April, proses pengumpulan akan
dikoordinasikan lebih awal.
“Pelaksanaannya 10
April, sehingga mungkin kita umumkan pengumpulan sekitar tanggal 8, maksimal
tanggal 9,†jelasnya.
Goyang
Babalu Massal Bergaya "Men in Black"
Tak hanya soal
lingkungan, kemeriahan HUT Batang juga akan diwarnai dengan sisi seni budaya.
Tari Babalu, tarian khas Batang, dipilih untuk memecahkan rekor berikutnya
dengan melibatkan minimal 1.000 peserta.
Sri Purwaningsih
menjelaskan, bahwa pemilihan Tari Babalu merupakan hasil kurasi ketat,
mengingat target rekor sebelumnya seperti minum susu massal sudah terlalu
tinggi untuk dipatahkan.
Menariknya, ia sudah
merancang konsep visual yang unik bagi para peserta tarian massal ini. Meski
tidak semua peserta harus mengenakan kostum lengkap Tari Babalu, ada dress code
khusus yang harus dipatuhi.
“Tidak perlu memakai
pakaian yang seperti Tari Babalu itu, tetapi cukup nanti kita seragamkan
memakai atasnya kaos hitam semua kemudian pakai kacamata hitam,†ungkapnya.
Di sela-sela pengumuman
rencana besar tersebut, Pj Sekda juga memberikan peringatan serius mengenai
kondisi cuaca di Batang yang belakangan ini sulit diprediksi. Ia menyoroti
fenomena angin kencang dan hujan sore hari yang mengakibatkan beberapa insiden
pohon tumbang.
“Bapak/Ibu mohon untuk
berhati-hati dengan cuaca yang ekstrem. Beberapa kejadian pohon tumbang terjadi
di Batang, baru kali ini tahun kemarin tidak seperti ini. Tahun ini betul-betul
luar biasa,†tandasnya.
Ia meminta seluruh pegawai untuk mengutamakan keselamatan dan lebih baik berteduh jika cuaca mulai memburuk saat dalam perjalanan pulang maupun saat berkegiatan di luar ruangan. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)