Batang - Suasana kebersamaan terasa hangat dalam kegiatan Industropolis Iftar Gathering yang digelar di Masjid An Nahl KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (6/3/2026).
Batang - Suasana kebersamaan terasa hangat dalam kegiatan Industropolis Iftar Gathering yang digelar di Masjid An Nahl KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini menjadi
momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara manajemen
kawasan industri, karyawan, pemerintah daerah, serta para mitra strategis.
Acara yang berlangsung
menjelang waktu berbuka puasa tersebut dihadiri berbagai unsur penting, mulai
dari pemegang saham, dewan komisaris, jajaran Forkopimda Kabupaten Batang,
perwakilan desa penyangga kawasan industri, hingga mitra kerja dan media.
Selain itu, kegiatan juga
melibatkan sekolah binaan serta anak yatim dan penyandang disabilitas yang
turut diundang dalam suasana kebersamaan Ramadan.
Direktur Utama PT Kawasan
Industri Terpadu Batang (KITB) Ngurah Wirawan mengatakan, bahwa kegiatan buka
puasa bersama ini tidak sekadar menjadi agenda rutin di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, pertemuan
tersebut memiliki makna penting dalam memperkuat hubungan antarpemangku
kepentingan yang terlibat dalam pengembangan kawasan industri strategis
nasional tersebut.
“Kegiatan ini menjadi
momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan untuk memperkuat kolaborasi dalam
pengembangan kawasan PT Kawasan Industri Terpadu Batang,†jelasnya.
Dijelaskannya, keberadaan
kawasan industri tidak hanya berkaitan dengan aktivitas investasi dan
pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut hubungan sosial dengan
masyarakat sekitar serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengembangan
kawasan.
Melalui kegiatan
Industropolis Iftar Gathering, pihaknya ingin membangun komunikasi yang lebih
erat antara manajemen kawasan industri dengan seluruh elemen yang terlibat,
termasuk pemerintah daerah, masyarakat desa penyangga, dan berbagai mitra
strategis lainnya.
“Kami ingin memastikan
bahwa pengembangan kawasan ini berjalan dengan semangat kolaborasi. Karena
keberhasilan kawasan industri tidak bisa dicapai sendiri, tetapi harus
melibatkan banyak pihak,†tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut,
rangkaian acara dimulai dengan tausiyah atau ceramah keagamaan yang disampaikan
sebelum waktu berbuka puasa. Tausiyah tersebut mengangkat nilai-nilai
kebersamaan, kepedulian sosial, serta pentingnya menjaga silaturahmi, terutama
dalam suasana bulan Ramadan.
“Selain menjadi ajang
silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian bingkisan kepada anak
yatim dan penyandang disabilitas yang diundang secara khusus dalam acara
tersebut. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial dari manajemen
kawasan industri kepada masyarakat sekitar,†terangnya.
Ngurah Wirawan juga menyebutkan,
turut mengundang anak-anak yatim dan penyandang disabilitas untuk berbagi
kebahagiaan bersama di bulan Ramadan. Ini menjadi bagian dari komitmen kami
untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Hubungan harmonis antara
kawasan industri dengan masyarakat desa penyangga menjadi salah satu kunci
penting dalam menciptakan lingkungan investasi yang kondusif dan berkelanjutan.
Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya dukungan
terhadap pengembangan kawasan industri yang kini menjadi salah satu proyek
strategis nasional di Jawa Tengah,†ujar dia.
Menurut Ngurah, sinergi
yang terbangun antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai mitra
lainnya akan menjadi fondasi penting dalam mendorong kemajuan kawasan industri
di masa mendatang.
“Semangat kebersamaan
seperti ini sangat penting. Dengan komunikasi yang baik dan hubungan yang erat,
kami optimistis pengembangan kawasan ini dapat berjalan lebih cepat dan
memberikan dampak positif yang lebih luas,†pungkasnya.
Ia berharap, kegiatan
serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai ruang untuk
mempererat hubungan sekaligus membangun kepercayaan antar berbagai pihak yang
terlibat dalam pengembangan kawasan industri Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)