Siasati Krisis 1.000 Guru, Disdikbud Batang Siapkan Program Sarjana Mengajar

Senin, 02 Maret 2026 Jumadi Dibaca 708 kali Pendidikan dan Latihan
Siasati Krisis 1.000 Guru, Disdikbud Batang Siapkan Program Sarjana Mengajar
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Batang Muhammad Arief Rohman mengatakan, Disdikbud Batang Siapkan Program Sarjana Mengajar.
Batang Dunia Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di Kabupaten Batang sedang berada dalam status darurat. Per hari ini, Kabupaten Batang kehilangan 1.000 guru kelas dan mata pelajaran. Kondisi ini memaksa sekolah-sekolah melakukan manuver ekstrem, mulai dari menggabungkan kelas hingga merancang program "Sarjana Mengajar" demi memastikan lonceng sekolah tetap berbunyi.

Batang Dunia Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di Kabupaten Batang sedang berada dalam status darurat. Per hari ini, Kabupaten Batang kehilangan 1.000 guru kelas dan mata pelajaran. Kondisi ini memaksa sekolah-sekolah melakukan manuver ekstrem, mulai dari menggabungkan kelas hingga merancang program "Sarjana Mengajar" demi memastikan lonceng sekolah tetap berbunyi.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Batang Muhammad Arief Rohman mengungkapkan, bahwa lubang menganga di formasi pengajar ini dipicu oleh akumulasi pensiun, guru yang meninggal dunia, hingga promosi jabatan.

“Kita hitung kekosongan karena pensiun, meninggal, kemudian ada yang promosi menjadi kepala sekolah, pengawas, itu kita total per hari ini, per kemarin itu 958. Mungkin sekarang sudah 1.000,” katanya sat ditemui di Kantornya, Senin (2/3/2026).

Status Berubah, Jumlah Tak Bertambah

Persoalan semakin pelik karena rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang selama ini berjalan dianggap belum menjadi solusi penambah jumlah personel.

Arief menyebut kebijakan tersebut hanya bersifat "ganti baju" status kepegawaian.

“Pengangkatan P3K ini kan nggak nambah baru, hanya merubah status. Ganti status saja, orannya masih tetap. Yang pensiun ya tetap kosong. Maka saya memandang ini sudah darurat,” ungkapnya.

Ia bahkan mengusulkan terobosan ekstrem di tingkat pusat: penyatuan direktorat pensiun dan rekrutmen agar tidak terjadi ketimpangan data yang terus berulang.

Selama ini, pemerintah pusat seringkali menggunakan standar rasio (misal 1 guru berbanding 30 siswa) untuk menilai kecukupan pengajar. Namun, Arief menilai logika matematika itu mustahil diterapkan di lapangan. Baginya, pendidikan bukan soal angka, tapi soal kehadiran fisik di tiap ruang kelas.

“Nggak bisa menghitung kekosongan guru pakainya rasio. Di Batang kalau dihitung pakai rasio itu 1 banding 17. Tapi apa siswanya di Kalitengah sana yang cuma dua anak harus pindah ke kota. Jangan-jangan dari Batang pindah ke Blado saja sudah nggak mungkin,” jelasnya.

Jurus "Sarjana Mengajar" dan Kelas Rangkap

Untuk menambal lubang yang ada, Disdikbud Batang terpaksa melakukan manuver darurat. Di tingkat SD, sistem pembelajaran kelas rangkap mulai diterapkan. Sementara di SMP, guru dituntut mengajar berbasis rumpun ilmu, bukan lagi terpaku pada mata pelajaran (mapel) spesifik.

Namun, harapan besar kini diletakkan pada rencana program "Sarjana Mengajar". Program ini dirancang untuk mewadahi para lulusan baru (fresh graduate) yang ingin berbakti sekaligus mencari jam terbang.

“Sarjana Mengajar itu bentuk hubungan sekolah dengan lulusan yang berminat membaktikan dirinya dan mencari pengalaman. Sehingga tidak ada kaitan dengan kepegawaian,” terangnya.

Meski begitu, satu kerikil tajam masih mengganjal: soal upah. Dengan adanya larangan pemberian honor bagi tenaga non-ASN baru, Pemkab Batang kini tengah memutar otak mencari celah legal agar para "pengabdi" ini tetap mendapatkan apresiasi yang layak.

“Kita masih mencari cara bagaimana ada program itu tapi mereka bisa kita beri upah. Lha sing sah (yang sah) sejauh ini kan memang tidak boleh ada lagi honor. Makanya masih cari-cari caranya,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Pemkab Batang Hadirkan SPMB 2026 yang Lebih Transparan Pemkab Batang Hadirkan SPMB 2026 yang Lebih Transparan
Pemkab Batang Hadirkan SPMB 2026 yang Lebih Transparan
Batang - Kabar penting bagi para orang tua di Kabupaten Batang yang tengah bersiap mendaftarkan putra-putrinya ke jenjang sekolah baru. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau yang kini dikenal sebagai Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 mengalami transformasi digital yang signifikan, khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).
26 Mei 2026 Jumadi 25
KEK Industropolis Batang Perkuat Posisi Global, Tawarkan Kemitraan Investasi High-Tech di Jepang KEK Industropolis Batang Perkuat Posisi Global, Tawarkan Kemitraan Investasi High-Tech di Jepang
KEK Industropolis Batang Perkuat Posisi Global, Tawarkan Kemitraan Investasi High-Tech di Jepang
Batang - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang semakin memperkuat posisinya di panggung internasional melalui rangkaian agenda strategis di Jepang. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah besar memperkenalkan potensi investasi Kabupaten Batang sekaligus menarik minat pelaku industri global pada sektor industri berteknologi tinggi (high-tech industry).
26 Mei 2026 Jumadi 47
Menjelang Iduladha, PLTU Batang Salurkan 31 Hewan Kurban untuk Warga Menjelang Iduladha, PLTU Batang Salurkan 31 Hewan Kurban untuk Warga
Menjelang Iduladha, PLTU Batang Salurkan 31 Hewan Kurban untuk Warga
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengelola PLTU Batang menyalurkan 31 hewan kurban berupa sapi dan kambing kepada masyarakat di 25 titik wilayah sekitar operasional perusahaan di Kabupaten Batang.
26 Mei 2026 Jumadi 44
Jelang Iduladha, Hilir Mudik Penumpang di Stasiun Batang Melonjak Hampir Dua Kali Lipat Jelang Iduladha, Hilir Mudik Penumpang di Stasiun Batang Melonjak Hampir Dua Kali Lipat
Jelang Iduladha, Hilir Mudik Penumpang di Stasiun Batang Melonjak Hampir Dua Kali Lipat
Batang - Suasana di Stasiun Batang tampak lebih berdenyut dari biasanya. Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, gelombang masyarakat yang memilih jalur rel untuk pulang kampung atau bepergian mengalami lonjakan yang cukup tajam.
26 Mei 2026 Jumadi 26
Tim Medis Pastikan Sapi Presiden Jenis Simental Reban Layak Dikurbankan Tim Medis Pastikan Sapi Presiden Jenis Simental Reban Layak Dikurbankan
Tim Medis Pastikan Sapi Presiden Jenis Simental Reban Layak Dikurbankan
Batang - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan sapi kepada masyarakat Kabupaten Batang, yakni sapi jenis peranakan Simental dengan berat 1 ton. Sapi milik Sugeng peternak asal Reban itu, sebelumnya telah mengikuti seleksi dan pemeriksaan kesehatan ketat oleh tim medis veteriner Dispaperta Batang, sehingga layak untuk dikurbankan ke Masjid Jami' Al Mubarok, Desa Lebo, Gringsing.
26 Mei 2026 Jumadi 37
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan dukungan dan harapan besar bagi Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar yang saat ini sedang mendapatkan penilaian langsung untuk meraih Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Jateng. Wakil Bupati Batang Suyono mamastikan, apabila setelah dilakukan visitasi, sesuai dengan data, tentu nilai yang murni akan didapat berkat kerja keras yang mengedepankan integritas.
25 Mei 2026 Jumadi 94