Siasati Krisis 1.000 Guru, Disdikbud Batang Siapkan Program Sarjana Mengajar

Senin, 02 Maret 2026 Jumadi Dibaca 759 kali Pendidikan dan Latihan
Siasati Krisis 1.000 Guru, Disdikbud Batang Siapkan Program Sarjana Mengajar
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Batang Muhammad Arief Rohman mengatakan, Disdikbud Batang Siapkan Program Sarjana Mengajar.
Batang Dunia Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di Kabupaten Batang sedang berada dalam status darurat. Per hari ini, Kabupaten Batang kehilangan 1.000 guru kelas dan mata pelajaran. Kondisi ini memaksa sekolah-sekolah melakukan manuver ekstrem, mulai dari menggabungkan kelas hingga merancang program "Sarjana Mengajar" demi memastikan lonceng sekolah tetap berbunyi.

Batang Dunia Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di Kabupaten Batang sedang berada dalam status darurat. Per hari ini, Kabupaten Batang kehilangan 1.000 guru kelas dan mata pelajaran. Kondisi ini memaksa sekolah-sekolah melakukan manuver ekstrem, mulai dari menggabungkan kelas hingga merancang program "Sarjana Mengajar" demi memastikan lonceng sekolah tetap berbunyi.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Batang Muhammad Arief Rohman mengungkapkan, bahwa lubang menganga di formasi pengajar ini dipicu oleh akumulasi pensiun, guru yang meninggal dunia, hingga promosi jabatan.

“Kita hitung kekosongan karena pensiun, meninggal, kemudian ada yang promosi menjadi kepala sekolah, pengawas, itu kita total per hari ini, per kemarin itu 958. Mungkin sekarang sudah 1.000,” katanya sat ditemui di Kantornya, Senin (2/3/2026).

Status Berubah, Jumlah Tak Bertambah

Persoalan semakin pelik karena rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang selama ini berjalan dianggap belum menjadi solusi penambah jumlah personel.

Arief menyebut kebijakan tersebut hanya bersifat "ganti baju" status kepegawaian.

“Pengangkatan P3K ini kan nggak nambah baru, hanya merubah status. Ganti status saja, orannya masih tetap. Yang pensiun ya tetap kosong. Maka saya memandang ini sudah darurat,” ungkapnya.

Ia bahkan mengusulkan terobosan ekstrem di tingkat pusat: penyatuan direktorat pensiun dan rekrutmen agar tidak terjadi ketimpangan data yang terus berulang.

Selama ini, pemerintah pusat seringkali menggunakan standar rasio (misal 1 guru berbanding 30 siswa) untuk menilai kecukupan pengajar. Namun, Arief menilai logika matematika itu mustahil diterapkan di lapangan. Baginya, pendidikan bukan soal angka, tapi soal kehadiran fisik di tiap ruang kelas.

“Nggak bisa menghitung kekosongan guru pakainya rasio. Di Batang kalau dihitung pakai rasio itu 1 banding 17. Tapi apa siswanya di Kalitengah sana yang cuma dua anak harus pindah ke kota. Jangan-jangan dari Batang pindah ke Blado saja sudah nggak mungkin,” jelasnya.

Jurus "Sarjana Mengajar" dan Kelas Rangkap

Untuk menambal lubang yang ada, Disdikbud Batang terpaksa melakukan manuver darurat. Di tingkat SD, sistem pembelajaran kelas rangkap mulai diterapkan. Sementara di SMP, guru dituntut mengajar berbasis rumpun ilmu, bukan lagi terpaku pada mata pelajaran (mapel) spesifik.

Namun, harapan besar kini diletakkan pada rencana program "Sarjana Mengajar". Program ini dirancang untuk mewadahi para lulusan baru (fresh graduate) yang ingin berbakti sekaligus mencari jam terbang.

“Sarjana Mengajar itu bentuk hubungan sekolah dengan lulusan yang berminat membaktikan dirinya dan mencari pengalaman. Sehingga tidak ada kaitan dengan kepegawaian,” terangnya.

Meski begitu, satu kerikil tajam masih mengganjal: soal upah. Dengan adanya larangan pemberian honor bagi tenaga non-ASN baru, Pemkab Batang kini tengah memutar otak mencari celah legal agar para "pengabdi" ini tetap mendapatkan apresiasi yang layak.

“Kita masih mencari cara bagaimana ada program itu tapi mereka bisa kita beri upah. Lha sing sah (yang sah) sejauh ini kan memang tidak boleh ada lagi honor. Makanya masih cari-cari caranya,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata
Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata
Batang - Diskominfo Batang mengundang para admin data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Kecamatan untuk mengevaluasi hasil dari pendampingan dalam penyusunan data, tingkat kabupaten. Evaluasi tersebut merupakan upaya agar para admin dalam pengelolaan data sektoral harus berbasis metadata, sehingga menghasilkan keakuratan data.
15 Okt 2026 Jumadi 109
Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK
Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK
Batang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar sosialisasi keamanan siber bagi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan perangkat desa di Balai Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu (14102026).
15 Okt 2026 Jumadi 190
Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional
Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional
Batang Pembangunan jogging track di Stadion Moh Sarengat, Kabupaten Batang telah rampung dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang. Fasilitas olahraga tersebut kini tinggal menunggu waktu peresmian sebelum dapat dimanfaatkan masyarakat.
15 Okt 2026 Jumadi 123
SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas
SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas
Batang Wakil Bupati Batang Suyono mengusulkan agar, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyimpan sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari dan mengirimkannya ke puskesmas terdekat atau dinas terkait untuk pemeriksaan laboratorium. Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi dugaan keracunan makanan pada penerima manfaat program MBG.
15 Okt 2026 Jumadi 165
Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun
Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun
Batang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang terus menggencarkan pelayanan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi pemilih pemula. Langkah ini menyasar para pelajar sekolah hingga masyarakat di berbagai wilayah untuk mempercepat cakupan kepemilikan dokumen kependudukan.
15 Okt 2026 Jumadi 153
Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove
Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove
Batang PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pengelola PLTU Batang, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menanam 1.300 bibit mangrove jenis Rhizophora di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (15102026).
15 Okt 2026 Jumadi 85