Batang - Suasana khidmat apel pagi dan penyerahan SK kenaikan pangkat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang berubah menjadi momen pengingat penting bagi seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).
Batang - Suasana khidmat apel pagi dan penyerahan SK kenaikan pangkat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang berubah menjadi momen pengingat penting bagi seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menjelang hari raya
Idulfitri, Penjabat (Pj) Sekda Batang Sri Purwaningsih memberikan peringatan
keras terkait integritas dan pelaporan gratifikasi.
Pj Sekda meminta
seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih proaktif dalam
melaporkan setiap pemberian yang diterima selama masa lebaran kepada Unit
Pengendalian Gratifikasi (UPG).
“Bahwa budaya lapor
bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan diri bagi ASN. Beliau
menyinggung pentingnya transparansi, sekecil apa pun pemberian tersebut. Bapak/Ibu,
saya minta tolong, manakala ada yang memberikan sesuatu apakah itu barang
ataupun uang untuk bisa dilaporkan ke UPG,†katanya saat memimpin apel pagi di
halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2/3/2026).
Ia juga sempat
berkelakar sekaligus menyentil catatan pelaporan gratifikasi di Kabupaten
Batang yang dinilai masih minim. Ia berharap hal ini memang karena benar-benar
tidak ada pemberian, bukan karena enggan melapor.
“Apa mungkin emang
tidak pernah dapat ya? Tetapi kalau ada, minta tolong untuk bisa dilaporkan ke
UPG. Jadi nanti atasan kalian memberikan laporan kemudian dilaporkan kembali ke
Inspektorat selaku koordinator UPG,†jelasnya.
Selain soal
gratifikasi, momen tersebut juga menjadi hari yang membahagiakan bagi para CPNS
yang resmi menerima SK sebagai PNS, serta mereka yang mendapatkan kenaikan
pangkat.
Sri Purwaningsih
menyisipkan pesan tentang tanggung jawab moral sebagai abdi negara. Bahwa
status sebagai PNS membawa hak, namun diiringi kewajiban yang besar. Ia juga
menyoroti sistem penilaian kinerja yang kini semakin ketat dan terpantau secara
berkala.
“Jadi PNS, harus punya
tanggung jawab dan kewajiban masing-masing. Saya harap Bapak/Ibu, saat ini kan
semua baik dari pimpinan sampai staf itu betul-betul dinilai kinerjanya,†tegasnya.
Menutup arahannya, Pj
Sekda secara blak-blakan mengingatkan agar ASN bekerja dengan jujur dan tidak
memanipulasi kehadiran. Ia mengaku terkadang merasa terbebani saat harus
memberikan penilaian jika ada pegawai yang tidak disiplin.
“Kalau seandainya ada
yang mungkin 'ndobol' (berbohong) absen tapi hanya absen, saya harus menilainya
bagaimana.†ungkapnya.
Ia mengajak, seluruh
jajaran baik PNS, P3K, maupun P3K Paruh Waktu untuk terus bersyukur dengan cara
meningkatkan kualitas kerja.
Baginya, mempertahankan
kinerja yang sudah bagus adalah sebuah keharusan, namun memperbaiki yang masih
kurang adalah sebuah tanggung jawab. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)