Batang - Musim panen padi periode OktoberMaret (Okmar) 2025/2026 di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang mulai berlangsung sejak sekitar dua minggu terakhir. Panen raya ini menjadi salah satu yang pertama di wilayah Kecamatan Gringsing.
Batang - Musim panen padi periode OktoberMaret (Okmar) 2025/2026 di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang mulai berlangsung sejak sekitar dua minggu terakhir. Panen raya ini menjadi salah satu yang pertama di wilayah Kecamatan Gringsing.
Koordinator Balai
Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gringsing menyampaikan, luas lahan panen
di Desa Sidorejo mencapai sekitar 153 hektar, sementara total luas lahan panen
di Kecamatan Gringsing mencapai kurang lebih 1.200 hektar.
“Sidorejo termasuk yang
pertama mulai panen. Untuk produktivitas rata-rata di wilayah ini masih dalam
kondisi normal, yakni sekitar 6 sampai 7 ton per hektar atau rata-rata 6,5 ton
per hektar,†katanya saat ditemui di lokasi panen Desa Sidorejo, Kecamatan
Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026).
Dengan capaian
tersebut, estimasi produksi gabah kering panen di Desa Sidorejo diperkirakan
mencapai lebih dari 900 ton dari total luas lahan yang ada. Menurutnya,
mayoritas petani di wilayah tersebut menanam varietas padi Inpari 32. Proses
panen juga telah memanfaatkan teknologi modern berupa mesin Combine Rice
Harvester besar yang mulai digunakan sejak 2025.
“Alhamdulillah panen
kali ini sudah dibantu alat mesin panen Combine Rice Harvester sehingga proses
panen menjadi lebih cepat dan efisien,†ungkapnya.
Sementara itu, harga
gabah kering panen di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp7.100,00
hingga Rp7.300,00 per kilogram. Harga tersebut masih berada di atas harga
Serapan Gabah Petani (Sergap), sehingga sebagian besar gabah diserap oleh Gabungan
Kelompok Tani (Gapoktan) maupun penebas lokal.
“Pembeli dari luar
daerah, seperti Demak, untuk sementara cenderung menahan diri karena kondisi
cuaca yang masih sering hujan serta harga gabah yang relatif tinggi,†jelasnya.
Ketua Gapoktan Tunggorono
Desa Sidorejo Suwartono mengatakan, hasil panen tahun ini masih cukup baik
meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
“Alhamdulillah,
walaupun curah hujan cukup tinggi, untuk Sidorejo hasil panennya masih baik.
Rata-rata masih bisa mencapai sekitar 6 sampai 6,5 ton per hektar,†tuturnya.
Ia menambahkan, kendala
utama yang dihadapi petani pada musim tanam kali ini adalah serangan hama,
terutama tikus dan sundep. Namun, ketersediaan pupuk bagi petani disebut masih
relatif lancar.
Koordinator BPP Kecamatan
Gringsing M Ariesna P menambahkan, bahwa capaian Luas Tambah Tanam (LTT) di
wilayah tersebut tetap terpenuhi meski menghadapi berbagai tantangan, seperti
curah hujan tinggi dan serangan hama.
“Dukungan sarana
produksi pertanian serta program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan
turut membantu petani tetap dapat melakukan panen dengan hasil yang cukup baik,â€
ujar dia.
Dengan berbagai kondisi
yang ada, petani masih bisa merasakan hasil panen yang cukup baik, baik dari
sisi produksi maupun harga gabah yang saat ini masih relatif tinggi. (MC
Batang, Jateng/Roza/Jumadi)