Hadapi Cuaca Ekstrem, Musim Panen Padi di Gringsing Batang Capai 6,5 Ton Per Hektar

Selasa, 24 Februari 2026 Jumadi Dibaca 722 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Hadapi Cuaca Ekstrem, Musim Panen Padi di Gringsing Batang Capai 6,5 Ton Per Hektar
Sejumlah petani memanen padi menggunakan mesin Combine Rice Harvester di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
Batang - Musim panen padi periode OktoberMaret (Okmar) 2025/2026 di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang mulai berlangsung sejak sekitar dua minggu terakhir. Panen raya ini menjadi salah satu yang pertama di wilayah Kecamatan Gringsing.

Batang - Musim panen padi periode OktoberMaret (Okmar) 2025/2026 di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang mulai berlangsung sejak sekitar dua minggu terakhir. Panen raya ini menjadi salah satu yang pertama di wilayah Kecamatan Gringsing.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gringsing menyampaikan, luas lahan panen di Desa Sidorejo mencapai sekitar 153 hektar, sementara total luas lahan panen di Kecamatan Gringsing mencapai kurang lebih 1.200 hektar.

“Sidorejo termasuk yang pertama mulai panen. Untuk produktivitas rata-rata di wilayah ini masih dalam kondisi normal, yakni sekitar 6 sampai 7 ton per hektar atau rata-rata 6,5 ton per hektar,” katanya saat ditemui di lokasi panen Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026).

Dengan capaian tersebut, estimasi produksi gabah kering panen di Desa Sidorejo diperkirakan mencapai lebih dari 900 ton dari total luas lahan yang ada. Menurutnya, mayoritas petani di wilayah tersebut menanam varietas padi Inpari 32. Proses panen juga telah memanfaatkan teknologi modern berupa mesin Combine Rice Harvester besar yang mulai digunakan sejak 2025.

“Alhamdulillah panen kali ini sudah dibantu alat mesin panen Combine Rice Harvester sehingga proses panen menjadi lebih cepat dan efisien,” ungkapnya.

Sementara itu, harga gabah kering panen di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp7.100,00 hingga Rp7.300,00 per kilogram. Harga tersebut masih berada di atas harga Serapan Gabah Petani (Sergap), sehingga sebagian besar gabah diserap oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maupun penebas lokal.

“Pembeli dari luar daerah, seperti Demak, untuk sementara cenderung menahan diri karena kondisi cuaca yang masih sering hujan serta harga gabah yang relatif tinggi,” jelasnya.

Ketua Gapoktan Tunggorono Desa Sidorejo Suwartono mengatakan, hasil panen tahun ini masih cukup baik meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

“Alhamdulillah, walaupun curah hujan cukup tinggi, untuk Sidorejo hasil panennya masih baik. Rata-rata masih bisa mencapai sekitar 6 sampai 6,5 ton per hektar,” tuturnya.

Ia menambahkan, kendala utama yang dihadapi petani pada musim tanam kali ini adalah serangan hama, terutama tikus dan sundep. Namun, ketersediaan pupuk bagi petani disebut masih relatif lancar.

Koordinator BPP Kecamatan Gringsing M Ariesna P menambahkan, bahwa capaian Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah tersebut tetap terpenuhi meski menghadapi berbagai tantangan, seperti curah hujan tinggi dan serangan hama.

“Dukungan sarana produksi pertanian serta program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan turut membantu petani tetap dapat melakukan panen dengan hasil yang cukup baik,” ujar dia.

Dengan berbagai kondisi yang ada, petani masih bisa merasakan hasil panen yang cukup baik, baik dari sisi produksi maupun harga gabah yang saat ini masih relatif tinggi. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 66
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 101
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 155
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 81
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 132
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 146