Batang Aroma gurih gorengan yang baru diangkat dari wajan bercampur manisnya kuah kolak mulai menyerbak di Desa Krengseng saat matahari mulai condong ke barat. Fenomena ini menjadi penanda geliat ekonomi warga yang kembali berdenyut kencang di bulan suci.
Batang Aroma gurih gorengan yang baru diangkat dari wajan bercampur manisnya kuah kolak mulai menyerbak di Desa Krengseng saat matahari mulai condong ke barat. Fenomena ini menjadi penanda geliat ekonomi warga yang kembali berdenyut kencang di bulan suci.
Memanfaatkan momentum
keberkahan Ramadan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lemah Wangi Desa Krengseng,
Kecamatan Gringsing, secara resmi menggelar Bazar Ramadan yang akan berlangsung
selama sebulan penuh di Kantor Desa Krengseng.
Camat Gringsing Ridho
Budi Kurniawan menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar tempat berburu
kudapan berbuka, melainkan etalase nyata bagi potensi ekonomi desa. Bazar ini
bukan sekadar rutinitas tahunan, mengingat Gringsing merupakan wilayah
penyangga Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang dihuni ribuan karyawan,
potensi pasar ini harus ditangkap dengan serius oleh warga lokal.
“Wilayah kita ini
strategis, ada ribuan karyawan di KITB. Ini peluang besar yang harus
dimanfaatkan UMKM Gringsing. Sajikan kuliner yang pas di lidah dan pas di
kantong, agar para pekerja pun tertarik berburu takjil di sini,†katanya saat
ditemui di Kantornya, Kamis (19/2/2026).
Sedikitnya 32 pedagang
UMKM lokal asli Gringsing turut ambil bagian, menyajikan beragam varian kuliner
tradisional hingga kekinian. Ini adalah bentuk dukungan nyata bagi pelaku usaha
kecil kita. Bazar ini menjadi wadah bagi warga untuk menggerakkan roda ekonomi
desa selama bulan puasa.
“Bagi masyarakat yang
ingin memanjakan lidah atau sekadar ngabuburit mencari lauk pauk, bazar ini
dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 WIB. Kehadiran puluhan stan UMKM ini
diharapkan mampu memecah konsentrasi kerumunan di titik-titik lain, sekaligus
memastikan perputaran uang tetap berada di lingkup warga Gringsing sendiri,â€
terangnya.
Salah satunya adalah
Kunarso (40), warga Desa Krengseng. Ia mengaku sengaja datang memboyong sang
istri untuk berburu menu berbuka puasa bagi keluarga di rumah.
“Memang sudah niat dari
rumah bareng istri mau ke sini. Pilihannya banyak dan hitung-hitung mendukung
dagangan tetangga sendiri,†ungkapnya.
Bagi Anda pemburu
takjil, pastikan tidak datang terlambat sebelum menu favorit ludes diserbu
pembeli! (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)