Lahan Tak Memadai, Dinkes Minta 8 Puskesmas di Batang Direlokasi

Kamis, 12 Februari 2026 Jumadi Dibaca 421 kali Pembangunan Infrastruktur
Lahan Tak Memadai, Dinkes Minta 8 Puskesmas di Batang Direlokasi
Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi Minta 8 Puskesmas di Batang Direlokasi.
Batang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang menyebut sedikitnya delapan puskesmas di wilayahnya harus direlokasi karena kondisi lahan dan bangunan sudah tidak lagi memenuhi standar pelayanan kesehatan. Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi saat ditemui di Kantornya, Kamis (12/2/2026).

Batang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang menyebut sedikitnya delapan puskesmas di wilayahnya harus direlokasi karena kondisi lahan dan bangunan sudah tidak lagi memenuhi standar pelayanan kesehatan. Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi saat ditemui di Kantornya, Kamis (12/2/2026).

Dijelaskannya, dari total 21 puskesmas yang ada di Kabupaten Batang, baru sembilan puskesmas yang berdiri di atas tanah milik pemerintah daerah. Sementara 12 lainnya masih menempati tanah milik desa.

“Dari 12 puskesmas tersebut, delapan di antaranya dipastikan harus pindah lokasi. Adapun empat puskesmas lainnya dinilai masih layak sehingga cukup dilakukan tukar menukar tanah antara desa dan Pemkab Batang. Delapan puskesmas harus relokasi karena lahannya tidak memenuhi syarat, sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Batang,” jelasnya.

Delapan puskesmas yang direncanakan pindah itu yakni Puskesmas Banyuputih, Tersono, Blado 2, Kandeman, Batang 1, Batang 2, Batang 3 dan Batang 4.

Menurut Ida, kondisi paling mendesak terdapat di Puskesmas Banyuputih. Selain keterbatasan lahan, bangunan yang ada juga dinilai sudah tidak memungkinkan untuk pengembangan layanan kesehatan.

“Puskesmas Banyuputih kondisinya memang seperti itu. Sedangkan puskesmas lain, terutama di Batang kota, lokasinya tidak memenuhi standar,” ungkapnya.

Sementara itu, empat puskesmas yang tetap berada di tanah desa dianggap masih memadai dari sisi luas maupun letak. Karena itu, solusi yang diambil adalah melakukan tukar guling lahan dengan aset milik pemerintah daerah agar status kepemilikan bisa segera menjadi milik Pemkab Batang tanpa harus memindahkan bangunan.

Ida menambahkan, rencana relokasi maupun tukar menukar lahan tersebut telah diajukan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan kini masih berproses.

“Rencana itu sebelumnya sudah diusulkan dalam Musrenbang 2025 dan akan kembali diajukan pada Musrenbang 2027. Sudah masuk Musrenbang tingkat kabupaten. Tinggal bertahap mana yang diprioritaskan dulu, tergantung kesiapan prosesnya,” pungkasnya.

Saat ini, delapan puskesmas yang akan direlokasi masih berada dalam berbagai tahapan, mulai dari penyusunan studi kelayakan atau Feasibility Study (FS), penilaian appraisal, hingga menunggu rekomendasi dari Gubernur. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
Batang Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kabupaten Batang sukses menelurkan nakhoda baru. Afif Rahman terpilih secara resmi untuk menduduki kursi ketua umum, menggantikan pejabat lama, Ali Sadikin.
23 Mei 2026 Jumadi 31
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
Batang - SMP Negeri 4 Batang menggelar Gelar Budaya IV. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi seni sekaligus ujian akhir mata pelajaran seni budaya bagi siswa yang menampilkan pertunjukan ketoprak lengkap dengan iringan gamelan.
23 Mei 2026 Jumadi 289
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Batang - Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Batang khususnya kelas 9, mengasah kemampuannya dalam berkesenian lewat even Gelar Budaya IV. Mengusung tema "Jejak Sejarah dan Legenda, Mewarisi Budaya Menguatkan Jati Diri Bangsa", para siswa menampilkan ketoprak lewat ragam cerita rakyat, sebagai upaya mewujudkan Sekolah Budaya.
23 Mei 2026 Jumadi 117
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Batang - Pengembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Desa Semampir menjadi salah satu wilayah yang aktif mengembangkan usaha sapi perah karena memiliki kondisi alam yang mendukung serta berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
23 Mei 2026 Jumadi 33
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2352026).
23 Mei 2026 Jumadi 106
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Batang - Produk olahan khas Kabupaten Batang, Sale Pisang Bang Zae, mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2052026).
22 Mei 2026 Jumadi 78