Batang - Puluhan imam masjid dan musala yang bernaung di bawah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Batang, mengikuti pelatihan untuk memantapkan kualitas menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah. Pelatihan ini telah menjadi agenda rutin tahunan PD Muhammadiyah, untuk memastikan para imam salat tarawih nantinya menjalankan tugasnya sesuai hukum fiqih yang benar.
Batang - Puluhan imam masjid dan musala yang bernaung di bawah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Batang, mengikuti pelatihan untuk memantapkan kualitas menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah. Pelatihan ini telah menjadi agenda rutin tahunan PD Muhammadiyah, untuk memastikan para imam salat tarawih nantinya menjalankan tugasnya sesuai hukum fiqih yang benar.
Wakil
Ketua Bidang Majelis Tabligh PD Muhammadiyah Batang Suhari menggelar pelatihan
ini agar para imam yang akan menjalankan tugasnya nanti, mampu menjadikan
jemaah salat makin memakmurkan masjid dan musala selama Ramadan.
“Setelah
pelatihan ini, para imam mampu memimpin salat dengan benar, sehingga jemaah pun
merasa nyaman selama melaksanakan ibadah,†katanya, usai membuka pelatihan, di
Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Minggu (8/2/2026).
Suhari
mengimbau agar para imam telah menyiapkan diri sebaik mungkin, terutama terkait
fiqih ibadah saat memimpin salat tarawih dan witir.
“Mulai
dari bacaan yang baik dan benar, sehingga jemaah mampu menjalankan ibadah sesuai
tuntunan Rasulullah,†tegasnya.
Ia
menambahkan, pelaksanaan salat tarawih Ramadan 1447 Hijriyah, Pimpinan Pusat
Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi jatuh pada Rabu Legi 18 Februari
2026 Masehi.
Dalam
pelatihan, para imam masjid dan musala di bawah naungan PD Muhammadiyah, akan
mendapatkan pembekalan dari Ketua
Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Ustaz Ali Trigiyatno.
Serta Imam Tetap dan Public Relation Masjid Al Falah Sragen Ustaz Muhammad
Luthfi Afandi Al Hafidz, yang akan memberikan materi seputar fiqih ibadah.
Salah
satu yang menjadi perhatian Ustaz Muhammad Luthfi Afandi Al Hafidz, yakni upaya
memakmurkan masjid hingga metode mentalqinkan Al Fatihah secara baik dan benar.
Pihaknya berupaya agar para imam mampu mengelola masjid dan musala agar terus
dihidupkan oleh jemaah salatnya.
“Ini
menjadi perhatian kami karena masih banyak masjid dan musala yang belum
bergerak aktif. Momentum bulan suci ini kami motivasi mereka agar ketika jemaah
mulai meramaikan masjid, akan terjadi keberlanjutan setelah Ramadan usai,†jelasnya.
Menilik
para peserta merupakan imam dari kalangan muda, Ustaz Lutfhi menekankan agar
ketika memimpin salat, tidak hanya memiliki suara yang bagus, namun mampu
membuat jemaah nyaman.
“Tidak
cuma bagus pelafalannya, tapi mampu menghafal surat-surat pendek, tidak perlu
panjang-panjang, karena insya Allah masyarakat Indonesia lebih bahagia dengan
bacaan yang pendek-pendek,†tegasnya.
Sementara
itu, Ketua Panitia Muhammad Burhan Hidayat menerangkan, pelatihan diikuti 65
imam masjid dan musala di bawah binaan PD Muhammadiyah se-Kabupaten Batang.
Pelatihan ini merupakan upaya pengurus masjid dan musala dalam melayani jemaah
yang akan melaksanakan ibadah salat selama Ramadan nanti.
“Sebagai
imam salat, harus memiliki standar yang baik, di antaranya bacaannya harus
bagus dan sesuai kaidah tajwid, surat-surat yang dibaca tidak terlalu panjang
maupun terlalu pendek. Karena kalau terlalu panjang jemaah juga kurang nyaman,
apalagi selama Ramadan Muhammadiyah juga akan melaksanakan qiyamul lail salat
tarawih,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)