Lahan Sawah Depok-Tegalsari dan Ujungnegoro, Ditenggelamkan Banjir

Selasa, 27 Januari 2026 Jumadi Dibaca 1.052 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Lahan Sawah Depok-Tegalsari dan Ujungnegoro, Ditenggelamkan Banjir
Salah satu petani Desa Ujungnegoro Tasno mengatakan, Lahan Sawah Depok-Tegalsari dan Ujungnegoro, Ditenggelamkan Banjir.
Batang - Hamparan sawah di wilayah Ujungnegoro, Depok, hingga Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang yang seharusnya mulai menguning dan membawa berkah, kini justru menjadi ladang duka bagi para petani. Ratusan hektare tanaman padi yang tengah "mratak" (mulai berisi) ludes tak bersisa.

Batang - Hamparan sawah di wilayah Ujungnegoro, Depok, hingga Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang yang seharusnya mulai menguning dan membawa berkah, kini justru menjadi ladang duka bagi para petani. Ratusan hektare tanaman padi yang tengah "mratak" (mulai berisi) ludes tak bersisa.

Musuhnya bukan lagi sekadar cuaca, melainkan serangan koloni burung emprit yang tak terbendung dan ancaman banjir tahunan.

Seorang petani Desa Ujungnegoro Tasno mengatakan, musim tanam kali ini adalah mimpi buruk. Lahan seluas 10 hektare miliknya terpaksa dinyatakan puso (rusak parah). Harapan untuk panen sirna setelah burung emprit menyerbu bulir-bulir padinya tanpa ampun.

“Segala cara telah ia lakukan, mulai dari memasang jaring yang menyelimuti sawah hingga membuat bunyi-bunyian gaduh untuk menakut-nakuti sang hama. Namun, upaya itu sia-sia. Sudah dijaring dan ditakut-takuti dengan bunyi-bunyian, tapi tidak takut burungnya,” katanya saat ditemui di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Selasa (27/1/2026).

Senada dengan Taryadi, Ketua Kelompok Tani Sregep Mantep 3 Desa Tegalsari, keresahan juga dirasakan oleh petani lain di perbatasan Depok dan Ujungnegoro. Teknologi konvensional dianggap sudah tidak mumpuni lagi menghadapi serangan yang masif.

“Ora iso mengatasi, dipangani (dimakan terus). Parah! Mungkin ada teknologi lain lah ya untuk bisa mengusir burung,” ungkapnya.

Selain hama, masalah infrastruktur air menjadi duri dalam daging bagi warga setempat. Kali Sono, sungai yang membelah perbatasan Ujungnegoro dan Depok, dituding sebagai penyebab banjir yang kerap merendam sawah dalam waktu lama.

“Kondisi sungai yang berkelok-kelok tajam membuat aliran air tidak lancar saat debit meningkat. Warga mengibaratkan bentuk sungai tersebut seperti ular yang menghambat laju air menuju hilir. Sungainya itu menyerupai ular jalan. Jadi tidak bisa lurus. Harapannya kedepan banjirnya setiap tahun bisa cepat surut,” terangnya.

Kini, para petani hanya bisa menggantungkan harapan pada pemerintah. Mereka mendesak adanya normalisasi atau pelurusan aliran Kali Sono agar sawah mereka tak lagi menjadi "kolam abadi" setiap musim hujan tiba.

“Tanpa solusi nyata, ratusan hektare sawah di perbatasan ini hanya akan terus menjadi saksi bisu kegagalan panen yang berulang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 66
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 101
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 155
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 81
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 132
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 146