Atasi Pendangkalan, Muara Sungai Sambong Dikeruk demi Kelancaran Kapal dan Cegah Banjir

Senin, 19 Januari 2026 Jumadi Dibaca 1.005 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Atasi Pendangkalan, Muara Sungai Sambong Dikeruk demi Kelancaran Kapal dan Cegah Banjir
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Batang Agung Wisnu Bharata (kanan) meninjau lokasi untuk memastikan proses normalisasi di TPI Klidang Lor Batang, Kabupaten Batang.
Batang Hiruk-pikuk di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor kini diwarnai pemandangan berbeda. Deru mesin pengeruk (eskavator) tampak sibuk di sela-sela aktivitas nelayan. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Muara Sungai Sambong yang kian dangkal kini tengah dipulihkan agar tak lagi menyulitkan kapal yang hendak bersandar maupun mengantisipasi luapan air di musim penghujan.

Batang Hiruk-pikuk di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor kini diwarnai pemandangan berbeda. Deru mesin pengeruk (eskavator) tampak sibuk di sela-sela aktivitas nelayan. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Muara Sungai Sambong yang kian dangkal kini tengah dipulihkan agar tak lagi menyulitkan kapal yang hendak bersandar maupun mengantisipasi luapan air di musim penghujan.

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Batang Agung Wisnu Bharata, turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan proses normalisasi berjalan sesuai rencana. Menurutnya, pendangkalan di titik ini sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan bagi kelancaran logistik laut.

“Jadi hari ini kita pengecekan langsung ke lokasi pengerukan di muara sungai sambong tepatnya di TPI Klidang Lor. Karena ini sudah dangkal, kedalamannya mungkin sudah 1 meter sehingga kapal tidak bisa masuk,” katanya saat ditemui usai meninjau TPI di Klidang Lor, Kabupaten Batang, Senin (19/1/2026).

Memangkas Biaya, Menjaga Asa Nelayan

Selama ini, dangkalnya muara memaksa para nelayan merogoh kocek lebih dalam. Kapal-kapal yang membawa hasil laut seringkali tertahan dan harus ditarik menggunakan bantuan tenaga tambahan agar bisa masuk ke dermaga. Kondisi inilah yang ingin segera dipangkas oleh pemerintah daerah.

Agung menjelaskan, bahwa tujuan utama pengerukan ini adalah memberikan kemudahan bagi lalu lintas kapal. Jika akses keluar-masuk lancar, biaya operasional nelayan pun bisa ditekan.

“Tujuan pengerukan itu untuk mempermudah lalu lintas kapal, baik yang masuk maupun keluar. Kalau tidak dikeruk itu kapalnya nanti ditarik, itu memerlukan biaya yang cukup banyak tambahan bagi nelayan,” jelasnya.

Selain aspek ekonomi, pengerukan sepanjang kurang lebih 300 meter ini merupakan strategi mitigasi bencana. Mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan, kelancaran aliran air sungai menuju laut menjadi kunci utama agar wilayah sekitar tidak terendam banjir.

“Dengan muara yang lebih dalam, kapasitas tampung dan laju air diharapkan meningkat drastis. Kemudian juga musim hujan dan banjir, air mengalir ke laut juga sangat tinggi sekali. Kalau ini dikeruk, nanti insyaallah, air hujannya cepat mengalir ke laut untuk meminimalisir banjir di wilayah Sungai Sambong,” harapnya.

Kegiatan normalisasi ini direncanakan berlangsung secara berkala untuk menjaga kedalaman ideal muara. Untuk tahap awal di bulan ini, petugas diterjunkan secara intensif guna mengejar target volume pengerukan.

“Jadi setiap tahun kita ada 75 hari kegiatan pengerukan ini. Bulan pertama, 15 hari pengerukan. Langkah cepat ini diharapkan tidak hanya memperlancar sirkulasi kapal di TPI Klidang Lor, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga Sambong dari ancaman banjir tahunan,” pungkasnya. (MC Bagang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 66
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 101
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 155
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 81
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 132
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 146