Kentang dan Ubi Jalar Jadi Potensi Andalan Ekspor Pangan di Kabupaten Batang

Kamis, 08 Januari 2026 Jumadi Dibaca 629 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Kentang dan Ubi Jalar Jadi Potensi Andalan Ekspor Pangan di Kabupaten Batang
Kepala Disapaperta Batang Sutadi Ronodipuro menyampaikan, Kentang dan Ubi Jalar Jadi Potensi Andalan Ekspor Pangan di Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memetakan komoditas pangan unggulan yang berpotensi menembus pasar ekspor. Dua komoditas yang saat ini diproyeksikan menjadi andalan adalah kentang dan ubi jalar, seiring upaya meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani lokal.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memetakan komoditas pangan unggulan yang berpotensi menembus pasar ekspor. Dua komoditas yang saat ini diproyeksikan menjadi andalan adalah kentang dan ubi jalar, seiring upaya meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani lokal.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi Ronodipuro menyampaikan, pihaknya terus mendorong petani agar mampu masuk ke rantai pasar ekspor, baik melalui kerja sama dengan eksportir maupun secara mandiri.

“Kami berupaya meningkatkan daya saing petani Kabupaten Batang dengan menawarkan dan mensounding-kan komoditas ke para eksportir. Saat ini memang masih bergabung dengan eksportir tingkat Jawa Tengah, tapi harapannya akhir 2026 petani Batang sudah bisa ekspor secara mandiri,” katanya saat ditemui di Kantor Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8/1/2026).

Menurut Sutadi, kentang dan ubi jalar dinilai memiliki potensi besar untuk pasar luar negeri, baik dari sisi kualitas maupun peluang permintaan. Selain itu, peningkatan produksi pangan di Batang juga membuka peluang pengembangan jaringan pasar, termasuk ekspor.

“Produksi kita naik sekitar 8,5 persen. Ini tentu bisa kita dorong ke depan untuk membangun jaringan pasar, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri. Potensi ekspor pangan Batang juga telah dibahas bersama kalangan akademisi, salah satunya Universitas Diponegoro (Undip), serta pihak offtaker yang berperan menyerap dan menyalurkan hasil pertanian,” jelasnya.

Sutadi menyebutkan, sudah berdiskusi dengan Undip sebagai akademisi. Secara potensi, komoditas pangan Batang cukup memungkinkan untuk dibawa ke ranah ekspor, tentu dengan dukungan offtaker dan pihak terkait lainnya.

Dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem, Dispaperta Batang juga menekankan pentingnya pemilihan komoditas yang sesuai dengan kondisi alam, terutama curah hujan yang belakangan meningkat.

“Pemilihan komoditas yang bisa menyesuaikan dengan kondisi curah hujan menjadi upaya penting. Itu kami sampaikan ke petugas di lapangan, disertai pendampingan, pemanfaatan teknologi, serta pengendalian hama dan penyakit,” terangnya.

Sutadi menilai Kabupaten Batang memiliki keunggulan dari sisi keragaman komoditas pertanian. Meski secara wilayah relatif kecil dibanding daerah lain, Batang dinilai lengkap dari sektor tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan.

“Kabupaten Batang itu sangat beragam. Tanaman pangan ada, hortikultura ada, perkebunan juga lengkap. Ini menjadi nilai tambah. Apa pun yang dibutuhkan pasar bisa kita siapkan, tentu dengan peningkatan kualitas dan volume melalui teknologi,” ujar dia.

Ke depan, Dispaperta Batang juga membuka peluang pengembangan pertanian modern, seperti hortikultura berbasis greenhouse dan peternakan sistem close house, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian serta peternakan.

“Dengan langkah tersebut, Pemkab Batang berharap komoditas pangan lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi di pasar global melalui ekspor yang berkelanjutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 191
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 164
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 151
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 611
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 86
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 101