Batang Swasembada Pangan, Produksi Padi 2025 Naik 8,5 Persen

Kamis, 08 Januari 2026 Jumadi Dibaca 986 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Batang Swasembada Pangan, Produksi Padi 2025 Naik 8,5 Persen
Dua petani memanen padi di area sawah Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat upaya menuju swasembada pangan, sejalan dengan program nasional yang dicanangkan Presiden. Pada tahun 2025, produksi padi di Batang ditargetkan mencapai 177.319 ton Gabah Kering Giling (GKG), atau meningkat sekitar 8,5 persen dibandingkan capaian tahun 2024.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat upaya menuju swasembada pangan, sejalan dengan program nasional yang dicanangkan Presiden. Pada tahun 2025, produksi padi di Batang ditargetkan mencapai 177.319 ton Gabah Kering Giling (GKG), atau meningkat sekitar 8,5 persen dibandingkan capaian tahun 2024.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi Ronodipuro mengatakan, target tersebut didorong melalui strategi peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) serta optimalisasi produktivitas lahan pertanian.

“Program Pak Presiden jelas, swasembada pangan, khususnya padi dan jagung. Alhamdulillah progres Kabupaten Batang cukup baik dan sesuai target pemerintah, baik luas tanam maupun produksinya,” katanya saat ditemui di Kantor Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8/1/2026).

Meski demikian, upaya peningkatan produksi tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah lahan pertanian yang terdampak rob.

Sutadi menyebut, sekitar 406 hektar sawah di Kabupaten Batang terdampak intrusi air laut sehingga menurunkan produktivitas padi.

“Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional Pertanian (BRNP) Jawa Tengah dan Bogor serta Bank Indonesia, melakukan uji coba varietas padi Bio Salin 1 dan Bio Salin 2 yang lebih tahan terhadap kondisi lahan payau dan asin,” jelasnya.

Sutadi juga menyebutkan, di lahan terdampak rob, produktivitas yang semula bisa 7 ton per hektar turun menjadi sekitar 3,5 ton. Melalui demplot Bio Salin seluas 1 hektar, kami berharap hasil panen bisa meningkat kembali, yang rencananya dipanen Maret nanti.

“Capaian tahun 2026 minimal harus sama dengan tahun sebelumnya agar swasembada pangan di Kabupaten Batang tetap terjaga, bahkan ditingkatkan. Pesan dari Pak Presiden dan Pak Menteri, minimal sama dengan tahun 2025. Kalau itu tercapai, swasembada pangan di Kabupaten Batang bisa dipastikan,” terangnya.

Terkait penggunaan benih, Sutadi memastikan seluruh benih padi dan jagung yang digunakan petani telah melalui proses sertifikasi sesuai ketentuan.

“Semua benih yang diperbantukan atau diperjualbelikan ke masyarakat itu sudah bersertifikat, mulai dari proses produksi hingga distribusinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispaperta Batang Diana Anggraeni menjelaskan, bahwa fokus utama bidangnya adalah pengembangan komoditas padi dan jagung. Adapun komoditas sayuran dan buah-buahan ditangani oleh bidang hortikultura.

Dalam menghadapi tantangan musim hujan, pemerintah daerah juga terus memperkuat pendampingan kepada petani. Melalui Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), petani mendapat pendampingan intensif, terutama terkait serangan hama.

“Kami aktif mendampingi petani, khususnya di musim hujan yang rawan hama. Meski Penyuluh Pertanian Lapangan sekarang berada di bawah kementerian, sinergi dengan pemerintah daerah tetap berjalan dengan baik,” ujar dia.

Dengan berbagai strategi tersebut, Pemkab Batang optimistis target swasembada pangan dapat tercapai sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 191
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 164
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 151
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 611
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 86
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 101