Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus mematangkan proyek strategis daerah bertajuk “Batang Terangâ€. Proyek bernilai ratusan miliar ini dipastikan berjalan di atas jalur hukum yang ketat. Guna menjamin akuntabilitas, Pemkab Batang menggandeng lembaga antirasuah dan pengawas keuangan untuk mengawal setiap tahapan proyek.
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus mematangkan proyek strategis daerah bertajuk “Batang Terangâ€. Proyek bernilai ratusan miliar ini dipastikan berjalan di atas jalur hukum yang ketat. Guna menjamin akuntabilitas, Pemkab Batang menggandeng lembaga antirasuah dan pengawas keuangan untuk mengawal setiap tahapan proyek.
Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang
Bagus Pambudi menegaskan, bahwa skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha
(KPBU) untuk Alat Penerangan Jalan (APJ) ini mengedepankan prinsip
transparansi.
“Dalam
setiap tahap itu kita sudah minta pendampingan baik dari KPK, kemudian
Kejaksaan melalui Kejari, kemudian nanti adalah BPKP perwakilan Jawa Tengah.
Penekanannya adalah supaya dalam nantinya pelaksanaan KPBU itu Pemda tidak
dirugikan,†katanya saat ditemui di kantornya, Senin (29/12/2025).
Keterlibatan
aparat penegak hukum dan auditor negara bukan tanpa alasan. BPKP akan berperan
dalam penyusunan manajemen risiko, mulai dari potensi gagal lelang hingga
pencegahan praktik suap. Sementara itu, Kejari Batang akan mengawal dari sisi
legalitas dan potensi tindak pidana di lapangan.
“Ada
potensi pidana di situ, misalkan dalam 10 tahun ada pencurian kabel listrik
atau perusakan lampu jalan, itu harus didampingi dari kejaksaan,†jelasnya.
Diharapkan
hampir 85% atau sekitar 7.000 sekian titik bisa menyala di tahun 2027, tepatnya
harapan Pak Bupati di Januari 2027," jelas Bagus.
Proyek
ini bukan skala kecil. Nilai total proyek selama masa konsesi 10 tahun
diprediksi mendekati Rp300 miliar, dengan rincian:
* Modal Awal (CAPEX): Rp126 miliar.
* Biaya Operasional: Hampir Rp200 miliar.
“Pemerintah
akan menggelar Market Sounding (penjajakan minat pasar) pada minggu ketiga
Januari 2026. Bagus secara terbuka mengundang pengusaha lokal di Batang untuk
berpartisipasi dalam lelang ini,†terangnya.
Bagus
menyebutkan, hingga Desember 2025, proyek berada dalam tahap penyiapan
transaksi. Setelah penyusunan Dokumen Pra-Studi Kelayakan (Pra-FS) dan
penerbitan Rasio Kemampuan Membayar Ketersediaan Layanan (RKMKL) oleh Gubernur,
proses lelang resmi direncanakan akan dibuka pada akhir Januari tahun depan.
“Langkah
berani Pemkab Batang menggandeng KPK hingga BPKP ini menjadi bukti itikad baik
dalam mewujudkan good governance sekaligus menerangi seluruh pelosok Batang
melalui proyek "Batang Terang",†tegasnya.
Sementara
itu, Kasi Intel Dipo Iqbal, membenarkan adanya permohonan pendampingan
tersebut. Saat ini, pihaknya tengah meneliti dokumen yang diajukan ke bidang
Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
“Proyek ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, yang menargetkan lonjakan signifikan kualitas infrastruktur jalan. Targetnya, pada Januari 2027, sebanyak 7.000 lebih titik lampu akan menerangi jalan-jalan kabupaten,†ujar dia. (MC Batang, Jateng, Edo/Siska)