Raperda APBD 2026, Alokasi Infrastruktur Jadi Sorotan DPRD Batang

Rabu, 24 Desember 2025 Jumadi Dibaca 949 kali Pemerintahan
Raperda APBD 2026, Alokasi Infrastruktur Jadi Sorotan DPRD Batang
Wakil Ketua DPRD Batang Junaenah (tengah), Serahkan Raperda 2026 kepada Bupati Batang M, Faiz Kurniawan usai Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang.
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna pembahasan penyesuaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (24/12/2025).

Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna pembahasan penyesuaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (24/12/2025).

Wakil Ketua DPRD Batang Junaenah menyampaikan, sejumlah catatan dan rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batang terhadap hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah atas Raperda APBD 2026.

“Salah satu perhatian utama Banggar adalah alokasi belanja infrastruktur daerah yang saat ini masih berada di kisaran 26 persen,” jelasnya.

Menurut Junaenah, diperlukan penyesuaian kebijakan belanja secara bertahap agar pada tahun anggaran 2027 dapat memenuhi ketentuan proporsi belanja infrastruktur sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Langkah-langkah penciptaan ketertiban, kepastian hukum, serta perlindungan bagi masyarakat dan pelaku usaha, khususnya di sektor transportasi, juga perlu terus diperkuat.

“Selain itu, Banggar DPRD Batang menyoroti rencana pendirian Koperasi Desa Merah Putih. Pelaksanaannya diminta tetap berpedoman ketentuan tata ruang dan regulasi yang berlaku, serta disertai peningkatan sosialisasi kepada pemerintah desa untuk menghindari potensi permasalahan hukum dan administrasi di kemudian hari,” terangnya.

Banggar juga memandang perlu adanya peninjauan kembali terhadap rencana pemanfaatan aset daerah untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dengan skema pinjam pakai. Hal ini untuk meminimalkan risiko hukum, keuangan, maupun pengelolaan aset daerah.

“DPRD Batang turut menegaskan pentingnya pemenuhan amanat pengalokasian anggaran kelurahan secara proporsional, minimal setara dengan alokasi dana desa terendah, yang direncanakan mulai diterapkan pada tahun anggaran berikutnya,” imbuhnya.

Junaenah juga menyebutkan, rencana pelaksanaan program Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha untuk Penerangan Jalan Umum (KPBU-PJU) juga diminta untuk dikaji ulang secara komprehensif, terutama terkait efektivitas program, manfaat bagi masyarakat, serta dampak fiskal jangka menengah dan panjang terhadap APBD.

“Dengan ditetapkannya keputusan ini, maka berakhir pula proses panjang pembahasan Raperda APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pimpinan dan anggota DPRD yang telah membahasnya dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Batang Triossy Juniarto menambahkan, hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah, masih ditemukan sejumlah catatan, antara lain terkait kejelasan dasar hukum kebijakan pendapatan daerah, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat signifikan, serta struktur belanja daerah yang belum sepenuhnya memenuhi proporsi belanja wajib.

“Selain itu, tingkat sinkronisasi belanja daerah dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi dinilai belum optimal, dengan masih adanya belanja yang bersifat administratif dan kurang berdampak langsung terhadap pelayanan publik,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penyesuaian, struktur APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026 disepakati dengan rincian pendapatan sebesar Rp1,82 triliun, belanja Rp1,88 triliun, serta defisit Rp68 miliar. Defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan daerah dengan pembiayaan netto sebesar Rp68 miliar.

“Dalam rekomendasinya, Banggar DPRD Batang juga mendorong agar kebijakan Universal Health Coverage (UHC) tetap dipertahankan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat, dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah dan peluang penerapan skema perlindungan kesehatan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2352026).
23 Mei 2026 Jumadi 83
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
Batang - SMP Negeri 4 Batang menggelar Gelar Budaya IV. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi seni sekaligus ujian akhir mata pelajaran seni budaya bagi siswa yang menampilkan pertunjukan ketoprak lengkap dengan iringan gamelan.
23 Mei 2026 Jumadi 257
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Batang - Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Batang khususnya kelas 9, mengasah kemampuannya dalam berkesenian lewat even Gelar Budaya IV. Mengusung tema "Jejak Sejarah dan Legenda, Mewarisi Budaya Menguatkan Jati Diri Bangsa", para siswa menampilkan ketoprak lewat ragam cerita rakyat, sebagai upaya mewujudkan Sekolah Budaya.
23 Mei 2026 Jumadi 103
Waspada Hantavirus, Warga Binaan Lapas Batang Jalani Cek Kesehatan Gratis Waspada Hantavirus, Warga Binaan Lapas Batang Jalani Cek Kesehatan Gratis
Waspada Hantavirus, Warga Binaan Lapas Batang Jalani Cek Kesehatan Gratis
Batang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang terus berkomitmen menjaga kondisi kesehatan warga binaan melalui langkah preventif dan deteksi dini. Lapas Batang memastikannya dengan menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta Penyuluhan Penyakit Hantavirus dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
22 Mei 2026 Jumadi 135
Bangun Jejaring Nasional, KUPS Perempuan Batang ikuti Seminar Internasional Bangun Jejaring Nasional, KUPS Perempuan Batang ikuti Seminar Internasional
Bangun Jejaring Nasional, KUPS Perempuan Batang ikuti Seminar Internasional
Batang - IPB University menjadi ruang pertemuan penting bagi pelaku perhutanan sosial, akademisi, dan komunitas masyarakat dalam kegiatan International Conference and Writing Workshop: Autonomous Social Sciences and Alternative Development yang berlangsung pada 2123 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, KUPS Perempuan Kabupaten Batang turut ambil bagian melalui pameran produk wanatani dan hasil bumi unggulan daerah.
22 Mei 2026 Jumadi 64
Bupati Batang Tegaskan Persibat Harus Naik Liga 3 Bupati Batang Tegaskan Persibat Harus Naik Liga 3
Bupati Batang Tegaskan Persibat Harus Naik Liga 3
Batang - Bagi masyarakat Kabupaten Batang, Persatuan Sepak Bola Batang (Persibat) bukan sekadar klub sepak bola yang bertanding di lapangan hijau. Lebih dari itu, tim berjuluk Laskar Alas Roban ini adalah sebuah identitas kultural yang memuat kebanggaan dan harga diri daerah yang harus terus dijaga eksistensinya.
22 Mei 2026 Jumadi 143