Raperda APBD 2026, Alokasi Infrastruktur Jadi Sorotan DPRD Batang

Rabu, 24 Desember 2025 Jumadi Dibaca 981 kali Pemerintahan
Raperda APBD 2026, Alokasi Infrastruktur Jadi Sorotan DPRD Batang
Wakil Ketua DPRD Batang Junaenah (tengah), Serahkan Raperda 2026 kepada Bupati Batang M, Faiz Kurniawan usai Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang.
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna pembahasan penyesuaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (24/12/2025).

Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna pembahasan penyesuaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (24/12/2025).

Wakil Ketua DPRD Batang Junaenah menyampaikan, sejumlah catatan dan rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batang terhadap hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah atas Raperda APBD 2026.

“Salah satu perhatian utama Banggar adalah alokasi belanja infrastruktur daerah yang saat ini masih berada di kisaran 26 persen,” jelasnya.

Menurut Junaenah, diperlukan penyesuaian kebijakan belanja secara bertahap agar pada tahun anggaran 2027 dapat memenuhi ketentuan proporsi belanja infrastruktur sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Langkah-langkah penciptaan ketertiban, kepastian hukum, serta perlindungan bagi masyarakat dan pelaku usaha, khususnya di sektor transportasi, juga perlu terus diperkuat.

“Selain itu, Banggar DPRD Batang menyoroti rencana pendirian Koperasi Desa Merah Putih. Pelaksanaannya diminta tetap berpedoman ketentuan tata ruang dan regulasi yang berlaku, serta disertai peningkatan sosialisasi kepada pemerintah desa untuk menghindari potensi permasalahan hukum dan administrasi di kemudian hari,” terangnya.

Banggar juga memandang perlu adanya peninjauan kembali terhadap rencana pemanfaatan aset daerah untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dengan skema pinjam pakai. Hal ini untuk meminimalkan risiko hukum, keuangan, maupun pengelolaan aset daerah.

“DPRD Batang turut menegaskan pentingnya pemenuhan amanat pengalokasian anggaran kelurahan secara proporsional, minimal setara dengan alokasi dana desa terendah, yang direncanakan mulai diterapkan pada tahun anggaran berikutnya,” imbuhnya.

Junaenah juga menyebutkan, rencana pelaksanaan program Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha untuk Penerangan Jalan Umum (KPBU-PJU) juga diminta untuk dikaji ulang secara komprehensif, terutama terkait efektivitas program, manfaat bagi masyarakat, serta dampak fiskal jangka menengah dan panjang terhadap APBD.

“Dengan ditetapkannya keputusan ini, maka berakhir pula proses panjang pembahasan Raperda APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pimpinan dan anggota DPRD yang telah membahasnya dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Batang Triossy Juniarto menambahkan, hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah, masih ditemukan sejumlah catatan, antara lain terkait kejelasan dasar hukum kebijakan pendapatan daerah, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat signifikan, serta struktur belanja daerah yang belum sepenuhnya memenuhi proporsi belanja wajib.

“Selain itu, tingkat sinkronisasi belanja daerah dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi dinilai belum optimal, dengan masih adanya belanja yang bersifat administratif dan kurang berdampak langsung terhadap pelayanan publik,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penyesuaian, struktur APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026 disepakati dengan rincian pendapatan sebesar Rp1,82 triliun, belanja Rp1,88 triliun, serta defisit Rp68 miliar. Defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan daerah dengan pembiayaan netto sebesar Rp68 miliar.

“Dalam rekomendasinya, Banggar DPRD Batang juga mendorong agar kebijakan Universal Health Coverage (UHC) tetap dipertahankan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat, dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah dan peluang penerapan skema perlindungan kesehatan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Genjot Ekonomi Batang, DPUPR Siapkan Strategi "Lelang Dini" di Akhir Tahun Genjot Ekonomi Batang, DPUPR Siapkan Strategi "Lelang Dini" di Akhir Tahun
Genjot Ekonomi Batang, DPUPR Siapkan Strategi "Lelang Dini" di Akhir Tahun
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memutar otak untuk mengantisipasi keterlambatan proyek fisik yang kerap menjadi momok pembangunan daerah. Demi memastikan roda pembangunan berjalan tepat waktu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang meluncurkan strategi tak biasa: memajukan jadwal lelang proyek di akhir tahun 2026.
08 Jul 2026 Jumadi 40
BPS Batang Perkuat Pendataan Sensus Ekonomi di Pasar, Utamakan Koordinasi dan Pendekatan Humanis BPS Batang Perkuat Pendataan Sensus Ekonomi di Pasar, Utamakan Koordinasi dan Pendekatan Humanis
BPS Batang Perkuat Pendataan Sensus Ekonomi di Pasar, Utamakan Koordinasi dan Pendekatan Humanis
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengintensifkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menyasar pusat-pusat aktivitas perdagangan. Salah satunya melalui pendataan pedagang di Pasar Limpung, Kecamatan Limpung, Kbupaten Batang, Rabu (872026).
08 Jul 2026 Jumadi 496
Pemkab Tata Kawasan Depan RSUD Batang, PKL Direlokasi ke Pujasera Secara Bertahap Pemkab Tata Kawasan Depan RSUD Batang, PKL Direlokasi ke Pujasera Secara Bertahap
Pemkab Tata Kawasan Depan RSUD Batang, PKL Direlokasi ke Pujasera Secara Bertahap
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai melakukan penataan kawasan di depan RSUD Batang dengan merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di sepanjang bahu jalan dan area depan rumah sakit menuju lokasi pujasera yang telah disiapkan.
08 Jul 2026 Jumadi 42
Disdukcapil Batang Jemput Bola Layanan Adminduk di Desa Pranten Disdukcapil Batang Jemput Bola Layanan Adminduk di Desa Pranten
Disdukcapil Batang Jemput Bola Layanan Adminduk di Desa Pranten
Batang - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang kembali menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) melalui program jemput bola di Balai Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (872026).
08 Jul 2026 Jumadi 34
SMAN 1 Bandar Perkuat Peran Orang Tua dalam Mendukung Kesuksesan MPLS Ramah SMAN 1 Bandar Perkuat Peran Orang Tua dalam Mendukung Kesuksesan MPLS Ramah
SMAN 1 Bandar Perkuat Peran Orang Tua dalam Mendukung Kesuksesan MPLS Ramah
Batang - Sesuai dengan PERMENDIKDASMEN No. 12 tahun 2026, SMA Negeri 1 Bandar menggelar kegiatan parenting untuk mempersiapkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 20262027. Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi murid memasuki jenjang pendidikan menengah.
08 Jul 2026 Jumadi 32
Penjahit di Batang Sambut Seragam Gratis, Orderan Pribadi Tetap Ramai Penjahit di Batang Sambut Seragam Gratis, Orderan Pribadi Tetap Ramai
Penjahit di Batang Sambut Seragam Gratis, Orderan Pribadi Tetap Ramai
Batang - Program seragam sekolah gratis yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Batang disambut positif oleh para penjahit rumahan. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak hanya membantu meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian pelaku usaha jahit lokal apabila pelaksanaannya melibatkan lebih banyak penjahit di daerah.
07 Jul 2026 Jumadi 47