Empat Kecamatan di Batang Jadi Pilot Project Kecamatan Berdaya

Kamis, 30 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 932 kali Pemerintahan
Empat Kecamatan di Batang Jadi Pilot Project Kecamatan Berdaya
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menggelar Pencanangan Serentak Kecamatan Berdaya Kabupaten Batang secara daring di Ruang Abirawa Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mencanangkan program Kecamatan Berdaya. Program ini menjadi upaya pemerintah untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan agar pembangunan lebih merata di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Batang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mencanangkan program Kecamatan Berdaya. Program ini menjadi upaya pemerintah untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan agar pembangunan lebih merata di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Batang Akhmad Handy Hakim menyampaikan, bahwa Batang menjadi salah satu daerah yang masuk dalam pilot project Kecamatan Berdaya. Ada empat kecamatan yang ditetapkan, yakni Subah, Tersono, Banyuputih, dan Bandar.

“Program ini difokuskan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat secara adil dan merata. Semua warga memiliki hak yang sama yang wajib dilindungi oleh negara,” katanya saat ditemui di Ruang Abirawa Batang, Kabupaten Batang, Kamis (30/10/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, bahwa semangat utama dari Kecamatan Berdaya adalah menjadikan kecamatan sebagai simpul pemberdayaan di wilayah masing-masing.

“Napasnya Kecamatan Berdaya ini adalah potensi wilayah kabupaten dan kota, bukan untuk provinsi. Karena masyarakat di semua daerah punya hak yang sama untuk dilindungi,” jelasnya.

Dijelaskannya, Jawa Tengah dengan jumlah penduduk hampir 38 juta jiwa, memiliki 8.573 desa dan 573 kecamatan. Dengan rentang kendali yang luas, kecamatan dinilai strategis untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam pemerataan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Program Kecamatan Berdaya juga menargetkan kelompok strategis, diantaranya pemuda, penyandang disabilitas, dan Perempuan,” ungkapnya.

Luthfi menyoroti pentingnya menyiapkan generasi milenial dan zilenial agar memiliki keterampilan dan daya saing ekonomi. 56 persen penduduk Jawa Tengah adalah kalangan muda yang harus didukung dengan program yang relevan.

“Anak muda harus punya sense of belonging terhadap pertanian dan potensi lokal. Kita dorong lahirnya petani milenial agar Jawa Tengah tetap menjadi lumbung pangan nasional. Selain itu, kelompok disabilitas dan perempuan berdaya juga menjadi perhatian utama. Pemerintah meminta agar Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, dan BUMD membuka ruang kerja inklusif bagi penyandang disabilitas, serta memberikan pendampingan hukum dan perizinan bagi perempuan pelaku usaha.

“Semua ini bertujuan untuk mereduksi angka kemiskinan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah Sumarno melaporkan, bahwa sejak diluncurkan pada April lalu di Surakarta, program ini telah mengalami perkembangan signifikan.

“Hingga kini, 150 kecamatan di 30 kabupaten/kota telah ditetapkan sebagai pilot project Kecamatan Berdaya. Namun, masih ada tiga kabupaten yang belum menetapkan Surat Keputusan (SK) Kecamatan Berdaya, yakni Kudus, Magelang, dan Rembang,” terangnya.

Selain itu, 25 kabupaten/kota telah menetapkan SK Tim Pembina Kecamatan Berdaya, sementara sembilan daerah lainnya belum, termasuk Brebes, Jepara, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, Kudus, Magelang, Rembang, Sukoharjo, dan Wonosobo.

“Sebagai puncak kegiatan, pencanangan Kecamatan Berdaya digelar di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, dan diikuti secara daring oleh Bupati dan Walikota dari 28 kabupaten/kota di luar eks-Karesidenan Surakarta,” ujar dia.

Ia berharap, program ini dapat terus berkembang dan berkelanjutan. “Dengan dukungan semua pihak, Kecamatan Berdaya akan menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat desa. (MC Batang, Jateng/Roza/Siska)

Berita Lainnya

Pemkab Batang Matangkan RDTR Subah dan Batang, Dorong Kepastian Hukum Lahan dan Investasi Pemkab Batang Matangkan RDTR Subah dan Batang, Dorong Kepastian Hukum Lahan dan Investasi
Pemkab Batang Matangkan RDTR Subah dan Batang, Dorong Kepastian Hukum Lahan dan Investasi
Batang - Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Kabupaten Batang terus dimatangkan. Melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Konsultasi Publik Tahap I yang digelar oleh Kementerian Agraria dan Tata RuangBadan Pertanahan Nasional (ATRBPN), dua wilayah utama Kecamatan Batang dan Kecamatan Subah kini menjadi fokus penataan tata ruang yang presisi.
08 Okt 2026 Jumadi 137
Waspada Ancaman Kebakaran di Dapur, Kaum Ibu Diedukasi Damkar Batang Waspada Ancaman Kebakaran di Dapur, Kaum Ibu Diedukasi Damkar Batang
Waspada Ancaman Kebakaran di Dapur, Kaum Ibu Diedukasi Damkar Batang
Batang - Kerawanan kebakaran yang terjadi di area dapur menjadi hal yang patut diwaspadai, agar sedini mungkin diantisipasi melalui edukasi dan praktik langsung. Kerawanan tersebut menginisiasi para kaum ibu bersama putra-putrinya berkunjung ke Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar) Batang, untuk mendapatkan edukasi cara pemadaman api secara ringan dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
08 Okt 2026 Jumadi 153
Batang Jadi Pilot Project MBG Prasmanan, Dengan Konsep Makan Sekolah di Jepang Batang Jadi Pilot Project MBG Prasmanan, Dengan Konsep Makan Sekolah di Jepang
Batang Jadi Pilot Project MBG Prasmanan, Dengan Konsep Makan Sekolah di Jepang
Batang Kabupaten Batang, menjadi salah satu daerah yang mendapatkan pilot project program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan. Uji coba tersebut dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro 1 di SMP Negeri 2 Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (8102026).
08 Okt 2026 Jumadi 170
RDTR Batang dan Subah Diperkuat, Pemkab Pastikan Tata Ruang Beri Kepastian bagi Investor RDTR Batang dan Subah Diperkuat, Pemkab Pastikan Tata Ruang Beri Kepastian bagi Investor
RDTR Batang dan Subah Diperkuat, Pemkab Pastikan Tata Ruang Beri Kepastian bagi Investor
Batang Pemerintah Kabupaten Batang, terus memperkuat kepastian tata ruang melalui penyusunan dan pemanfaatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Upaya tersebut disosialisasikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang melalui kegiatan Sosialisasi Tata Ruang terkait RDTR di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8102026).
08 Okt 2026 Jumadi 153
DPRD Batang Soroti Serapan APBD Perubahan 2026, Pemkab Diminta Percepat Pelaksanaan Kegiatan DPRD Batang Soroti Serapan APBD Perubahan 2026, Pemkab Diminta Percepat Pelaksanaan Kegiatan
DPRD Batang Soroti Serapan APBD Perubahan 2026, Pemkab Diminta Percepat Pelaksanaan Kegiatan
Batang DPRD Kabupaten Batang menggelar rapat paripurna penyampaian tindak lanjut hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah terhadap Raperda Perubahan APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026. Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah diminta mempercepat pelaksanaan sejumlah kegiatan yang telah dianggarkan mengingat waktu pelaksanaan APBD 2026 tinggal sekitar dua bulan.
08 Okt 2026 Jumadi 133
Sambut Karnaval SCTV, Polresta Batang Sekat Tiga Ring Pengamanan dan Screening Barang Terlarang Sambut Karnaval SCTV, Polresta Batang Sekat Tiga Ring Pengamanan dan Screening Barang Terlarang
Sambut Karnaval SCTV, Polresta Batang Sekat Tiga Ring Pengamanan dan Screening Barang Terlarang
Batang - Pengamanan berlapis disyiapkan untuk mengawal kemeriahan Karnaval SCTV yang bakal menguncang Alun-Alun Batang pada Sabtu dan Minggu, 1011 Oktober 2026. Tak tanggung-tanggung, ratusan personel gabungan diterjunkan demi menjamin keselamatan puluhan ribu pengunjung yang diprediksi memadati lokasi acara.
08 Okt 2026 Jumadi 137