Dispaperta Batang Mendata, 15 ekor Sapi Terkontaminasi Cacing

Selasa, 10 Juni 2025 Jumadi Dibaca 913 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Dispaperta Batang Mendata, 15 ekor Sapi Terkontaminasi Cacing
Dispaperta Batang Mendata, 15 ekor Sapi Terkontaminasi Cacing
Batang - Usai penyembelihan hewan kurban, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang mulai intens melakukan pendataan jumlah ternak sapi dan kambing yang telah dipotong. Dari hasil pendataan, sebanyak 15 ekor sapi bagian dari hati terkontaminasi cacing, sehingga oleh petugas segera dimusnahkan, agar tidak terkonsumsi masyarakat.

Batang - Usai penyembelihan hewan kurban, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang mulai intens melakukan pendataan jumlah ternak sapi dan kambing yang telah dipotong. Dari hasil pendataan, sebanyak 15 ekor sapi bagian dari hati terkontaminasi cacing, sehingga oleh petugas segera dimusnahkan, agar tidak terkonsumsi masyarakat.

Dari hasil pengecekan oleh petugas saat penyembelihan selama kurun waktu Jumat hingga Senin, beberapa titik daerah menjadi fokus pengawasan.

Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispaperta Batang Ambar Puspitaningsih mengatakan, beberapa daerah yang sapi korban terkontaminasi cacing hati yakni tersebar di Kecamatan Warungasem, Blado, Bandar dan Kandeman.

“Selain cacing hati, sebagian ada pula sapi kurban yang terkontaminasi oleh radang paru. Namun untuk menjaga agar tidak dikonsumsi, organ tersebut segera dimusnahkan khususnya yang seluruh bagian terkontaminasi cacing,” katanya, saat ditemui di Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Selasa (10/6/2025).

Beberapa waktu sebelum penyembelihan pihak Dispaperta telah melakukan pemberian vitamin maupun obat cacing. Namun karena jumlah obat terbatas maka masih ada sapi yang terkontaminasi cacing hati.

“Terkait jumlah sapi yang dikurbankan tahun 2025 berkisar 1.500 ekor, sedikit menurun dibandingkan tahun 2024 silam 2 ribu ekor. Sedangkan kambing dan domba berkisar 3 ribu ekor, sedikit mengalami peningkatan dibanding tahun lalu 2.500 ekor,” jelasnya.

Ambar menyebutkan, alasan penurunan mungkin karena faktor perekonomian dan banyak hal lainnya. Secara keseluruhan jumlah pastinya belum bisa dipastikan karena masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Senada, petugas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sambong, Himamudin Akhmad mengakui terjadi penurunan jumlah hewan yang disembelih di RPH dikarenakan banyak faktor. Namun dapat dipastikan penurunan itu bukan karena faktor penyakit, seperti mulut dan kuku, sebab dipastikan ternak dinKabupaten Batang telah bebas dari penyakit tersebut.

“Tahun ini sapi yang disembelih di RPH hanya 24 ekor, berbeda di tahun lalu hingga 30 ekor. Sedangkan kambing dan domba pun berkurang di tahun ini hanya 8 ekor, dibandingkan tahun lalu yang mencapai puluhan,” terangnya.

RPH Sambong telah bertahun-tahun menjadi tempat pemotongan hewan kurban dikarenakan faktor praktis, cepat, sesuai syariat Islam dan higienis. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 72
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 104
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 157
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 83
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 136
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 156