Dispaperta Batang Mendata, 15 ekor Sapi Terkontaminasi Cacing

Selasa, 10 Juni 2025 Jumadi Dibaca 896 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Dispaperta Batang Mendata, 15 ekor Sapi Terkontaminasi Cacing
Dispaperta Batang Mendata, 15 ekor Sapi Terkontaminasi Cacing
Batang - Usai penyembelihan hewan kurban, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang mulai intens melakukan pendataan jumlah ternak sapi dan kambing yang telah dipotong. Dari hasil pendataan, sebanyak 15 ekor sapi bagian dari hati terkontaminasi cacing, sehingga oleh petugas segera dimusnahkan, agar tidak terkonsumsi masyarakat.

Batang - Usai penyembelihan hewan kurban, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang mulai intens melakukan pendataan jumlah ternak sapi dan kambing yang telah dipotong. Dari hasil pendataan, sebanyak 15 ekor sapi bagian dari hati terkontaminasi cacing, sehingga oleh petugas segera dimusnahkan, agar tidak terkonsumsi masyarakat.

Dari hasil pengecekan oleh petugas saat penyembelihan selama kurun waktu Jumat hingga Senin, beberapa titik daerah menjadi fokus pengawasan.

Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispaperta Batang Ambar Puspitaningsih mengatakan, beberapa daerah yang sapi korban terkontaminasi cacing hati yakni tersebar di Kecamatan Warungasem, Blado, Bandar dan Kandeman.

“Selain cacing hati, sebagian ada pula sapi kurban yang terkontaminasi oleh radang paru. Namun untuk menjaga agar tidak dikonsumsi, organ tersebut segera dimusnahkan khususnya yang seluruh bagian terkontaminasi cacing,” katanya, saat ditemui di Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Selasa (10/6/2025).

Beberapa waktu sebelum penyembelihan pihak Dispaperta telah melakukan pemberian vitamin maupun obat cacing. Namun karena jumlah obat terbatas maka masih ada sapi yang terkontaminasi cacing hati.

“Terkait jumlah sapi yang dikurbankan tahun 2025 berkisar 1.500 ekor, sedikit menurun dibandingkan tahun 2024 silam 2 ribu ekor. Sedangkan kambing dan domba berkisar 3 ribu ekor, sedikit mengalami peningkatan dibanding tahun lalu 2.500 ekor,” jelasnya.

Ambar menyebutkan, alasan penurunan mungkin karena faktor perekonomian dan banyak hal lainnya. Secara keseluruhan jumlah pastinya belum bisa dipastikan karena masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Senada, petugas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sambong, Himamudin Akhmad mengakui terjadi penurunan jumlah hewan yang disembelih di RPH dikarenakan banyak faktor. Namun dapat dipastikan penurunan itu bukan karena faktor penyakit, seperti mulut dan kuku, sebab dipastikan ternak dinKabupaten Batang telah bebas dari penyakit tersebut.

“Tahun ini sapi yang disembelih di RPH hanya 24 ekor, berbeda di tahun lalu hingga 30 ekor. Sedangkan kambing dan domba pun berkurang di tahun ini hanya 8 ekor, dibandingkan tahun lalu yang mencapai puluhan,” terangnya.

RPH Sambong telah bertahun-tahun menjadi tempat pemotongan hewan kurban dikarenakan faktor praktis, cepat, sesuai syariat Islam dan higienis. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
Batang Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kabupaten Batang sukses menelurkan nakhoda baru. Afif Rahman terpilih secara resmi untuk menduduki kursi ketua umum, menggantikan pejabat lama, Ali Sadikin.
23 Mei 2026 Jumadi 21
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
Batang - SMP Negeri 4 Batang menggelar Gelar Budaya IV. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi seni sekaligus ujian akhir mata pelajaran seni budaya bagi siswa yang menampilkan pertunjukan ketoprak lengkap dengan iringan gamelan.
23 Mei 2026 Jumadi 279
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Batang - Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Batang khususnya kelas 9, mengasah kemampuannya dalam berkesenian lewat even Gelar Budaya IV. Mengusung tema "Jejak Sejarah dan Legenda, Mewarisi Budaya Menguatkan Jati Diri Bangsa", para siswa menampilkan ketoprak lewat ragam cerita rakyat, sebagai upaya mewujudkan Sekolah Budaya.
23 Mei 2026 Jumadi 113
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Batang - Pengembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Desa Semampir menjadi salah satu wilayah yang aktif mengembangkan usaha sapi perah karena memiliki kondisi alam yang mendukung serta berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
23 Mei 2026 Jumadi 24
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2352026).
23 Mei 2026 Jumadi 101
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Batang - Produk olahan khas Kabupaten Batang, Sale Pisang Bang Zae, mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2052026).
22 Mei 2026 Jumadi 78