Tahun 2024, Produksi Padi di Batang Turun 4,39 Persen

Kamis, 13 Maret 2025 Jumadi Dibaca 4.578 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Tahun 2024, Produksi Padi di Batang Turun 4,39 Persen
Batang - Kabupaten Batang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar dalam produksi padi. Pertanian di wilayah ini menjadi sektor utama yang menopang perekonomian masyarakat. Pada tahun 2024, produksi padi di Kabupaten Batang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Batang - Kabupaten Batang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar dalam produksi padi. Pertanian di wilayah ini menjadi sektor utama yang menopang perekonomian masyarakat. Pada tahun 2024, produksi padi di Kabupaten Batang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Publikasi Berita Resmi Statistik (BRS) No. 17/03/33/Th. XIX, 3 Maret 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa luas panen padi di Kabupaten Batang tahun 2024 diperkirakan mencapai sekitar 25,54 ribu hektare, mengalami penurunan sebanyak 1,15 ribu hektare atau turun 4,32 persen dibandingkan luas panen padi tahun 2023 yaitu sebesar 26,69 ribu hektare.

Kepala BPS Batang Heni Djumadi mengatakan, produksi padi tahun 2024 diperkirakan mencapai sebesar 139,93 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 6,43 ribu ton GKG atau turun 4,39 persen dibandingkan produksi padi di tahun 2023 yang sebesar 146,35 ribu ton GKG. Produksi beras tahun 2024 yaitu sebesar 80,47 ribu ton mengalami penurunan sebanyak 3,69 ribu ton atau turun 4,39 persen dari tahun 2023 yaitu sebesar 84,16 ribu ton.

“Penurunan produksi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk fenomena El Niño yang berdampak pada mundurnya musim tanam karena kurang curah hujan. Akibatnya, musim panen diperkirakan mundur ke Maret-April 2024. Bergesernya musim tanam dapat digambarkan pada pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA) di Kabupaten Batang yang dilaksanakan secara rutin di tujuh hari setiap akhir bulan,” katanya saat ditemui di Kantor BPS Batang, Kabupaten Batang, Rabu (12/3/2025).

Meskipun mengalami penurunan, produksi padi di Provinsi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Batang, tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan pangan nasional. Pada akhir tahun 2024, produksi padi di Jawa Tengah mencapai 8.891.297 ton, dengan luas panen 1.554.777 hektare, menyumbang sekitar 16-17 persen dari kebutuhan pangan nasional.

“Kerangka Sampel Area (KSA) merupakan pendekatan berbasis pengamatan dengan metode pengamatan produksi padi yang berbasis citra satelit dan survei lapangan. Metode ini untuk meningkatkan akurasi data produksi padi,” jelasnya.

Beberapa tahapan dalam metode KSA meliputi : pemantauan pertumbuhan padi menggunakan citra satelit dan pengamatan langsung di lapangan, penentuan luas panen berdasarkan titik sampel yang telah ditetapkan, estimasi hasil produksi dengan mengkombinasikan data pengamatan dan analisis spasial. Keunggulan Metode KSA salah satunya dapat memberikan data yang lebih akurat tentang luas panen dan produksi padi di suatu wilayah dibandingkan metode konvensional.

Heni Djumadi juga menyebutkan, sejak 2018 metode KSA digunakan untuk penghitungan luas panen padi. Luas panen padi dihitung berdasarkan pengamatan yang objektif (objective measurement) menggunakan metodologi KSA yang dikembangkan oleh BPPT dan BPS. Sampai saat ini, metodologi KSA menggunakan 25.577 sampel segmen dengan lahan berbentuk bujur sangkar berukuran 300 m x 300 m (9 hektare) dan lokasi yang tetap. Saat ini, total titik amatan Survei KSA dalam satu bulan mencapai 230.193 titik amatan.

“Setiap bulan, masing-masing sampel segmen diamati secara visual di sembilan titik dengan menggunakan HP berbasis android sehingga dapat diamati kondisi pertanaman di sampel segmen tersebut diantaranya persiapan lahan, fase vegetatif awal, fase vegetatif akhir, fase generatif, fase panen, potensi gagal panen, lahan pertanian ditanami selain padi, dan bukan lahan pertanian. Hasil amatan kemudian difoto dan dikirimkan ke server pusat untuk diolah,” terangnya.

Pengamatan yang dilakukan setiap bulan memungkinkan perkiraan potensi produksi beras untuk 3 (tiga) bulan ke depan dapat disediakan, sehingga dapat digunakan sebagai basis perencanaan tata kelola beras yang lebih baik.

“Sedangkan estmasi angka produktvitas padi diperoleh dari Survei Ubinan. Sejak tahun 2018, BPS menggunakan hasil Survei KSA dalam penentuan sampel ubinan. Penggunaan basis KSA dalam menentukan sampel ubinan bertujuan mengurangi risiko lewat panen (non-response)

Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan metode ubinan dan KSA, produksi padi di Kabupaten Batang mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi cuaca, hama tanaman, ketersediaan air irigasi, dan penerapan teknologi pertanian. Secara umum, wilayah dengan sistem irigasi yang baik cenderung memiliki hasil panen lebih tinggi dibandingkan daerah yang bergantung pada curah hujan.

“Selain itu, penggunaan benih unggul, pupuk yang sesuai, serta penerapan metode pertanian berkelanjutan juga berperan dalam meningkatkan produksi padi. Pemerintah daerah bersama Dinas Pertanian setempat terus melakukan pendampingan kepada petani agar produksi padi tetap optimal,” imbuhnya.

Untuk memperoleh produksi padi dengan metode ubinan yaitu estimasi produksi dengan sampel lapangan yang digunakan untuk memperkirakan hasil panen padi di suatu lahan dengan cara mengambil sampel petak ubinan yang berukuran 2,5 m × 2,5 m (6,25 m²). Dengan dukungan teknologi dan inovasi, diharapkan produksi padi di Kabupaten Batang terus meningkat guna mendukung ketahanan pangan nasional. (MC Batang, Jateng/Budi Santoso/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 75
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 106
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 158
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 139
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 168