Dari Lahan Tidur ke Lumbung Pangan, Jadikan Kisah Inspiratif Lapas Batang

Jumat, 08 November 2024 Jumadi Dibaca 1.901 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Dari Lahan Tidur ke Lumbung Pangan, Jadikan Kisah Inspiratif Lapas Batang
Batang - Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang, sebuah inovasi mengubah lahan tidur menjadi kebun produktif. Terong dan tomat segar kini tumbuh subur, hasil kerja keras para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukan halangan untuk berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Batang - Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang, sebuah inovasi mengubah lahan tidur menjadi kebun produktif. Terong dan tomat segar kini tumbuh subur, hasil kerja keras para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukan halangan untuk berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Jose Quelo mengatakan, kami melihat potensi lahan kosong di sekitar lapas sebagai peluang untuk memberdayakan WBP sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

“Fresh Store, sebuah outlet sederhana di area lapas, menjadi etalase hasil panen para WBP. Tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai pasar, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan di lapas dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi Masyarakat,” katanya saat ditemui di Lapas Kelas IIB Batang, Kabupaten Batang, Jumat (8/11/2024).

Kehadiran Fresh Store memberikan kesempatan bagi keluarga WBP untuk membeli hasil panen berkualitas dengan harga terjangkau. Lebih dari itu, ini adalah cara kami menunjukkan bahwa WBP masih bisa produktif dan berkontribusi pada masyarakat.

“Program pertanian ini bukan sekadar tentang hasil panen. Di balik kegiatan ini, ada upaya pemberdayaan yang lebih besar. Para WBP belajar teknik bercocok tanam, manajemen lahan, hingga dasar-dasar pemasaran. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke Masyarakat,” jelasnya.

Jose menyebutkan bahwa, hasil penjualan tidak hanya untuk keberlanjutan program, tapi juga untuk meningkatkan fasilitas yang ada. Ini menciptakan siklus positif dimana WBP bisa melihat langsung dampak kerja keras mereka.

Inovasi Lapas Batang ini menjadi model percontohan bagaimana lembaga pemasyarakatan dapat berperan aktif dalam ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan lahan tidur dan memberdayakan WBP, program ini membuktikan bahwa kontribusi pada ketahanan pangan bisa datang dari tempat yang tak terduga.

“Harapan kami, inisiatif ini bisa menginspirasi lapas lain di seluruh Indonesia. Ketika setiap lapas mengoptimalkan lahan mereka untuk pertanian, dampak kolektifnya pada ketahanan pangan nasional akan signifikan,” pungkasnya.

Di tengah tantangan ketahanan pangan global, inovasi seperti ini menunjukkan bahwa setiap ruang, sekecil apapun, memiliki potensi untuk berkontribusi pada kedaulatan pangan bangsa. Lapas Batang membuktikan bahwa dengan kreativitas dan komitmen, keterbatasan dapat diubah menjadi peluang yang bermanfaat bagi banyak pihak. (MC Batang, Jateng/Edo/Sri Rahayu)

 

 

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 218
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 183
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 169
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 681
Wajah Baru Depan RSUD Batang, PKL Mulai Dikemas di Pujasera Wajah Baru Depan RSUD Batang, PKL Mulai Dikemas di Pujasera
Wajah Baru Depan RSUD Batang, PKL Mulai Dikemas di Pujasera
Batang - Kawasan di depan Rumah Sakit Umum Saerah (RSUD) Batang bersiap bersolek. Bahu jalan dan area depan rumah sakit yang biasanya riuh oleh deretan pedagang kaki lima (PKL), kini mulai ditata rapi oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Langkah penyegaran estetika kota ini diawali dengan diterbitkannya Surat Peringatan Pertama (SP 1) sebagai penanda babak baru relokasi.
10 Jul 2026 Jumadi 68
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 110