Kekeringan 2025, Pemkab Batang Inisiatif untuk Melindungi Pertanian

Selasa, 08 Oktober 2024 Jumadi Dibaca 3.414 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Kekeringan 2025, Pemkab Batang Inisiatif untuk Melindungi Pertanian
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta), tengah bersiap menghadapi tantangan kekeringan yang diprediksi akan melanda pada tahun 2025. Dengan potensi musim panas yang kering, langkah-langkah strategis pun mulai digencarkan, terutama dalam sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta), tengah bersiap menghadapi tantangan kekeringan yang diprediksi akan melanda pada tahun 2025. Dengan potensi musim panas yang kering, langkah-langkah strategis pun mulai digencarkan, terutama dalam sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Meskipun tahun ini masih diwarnai hujan yang sesekali mengguyur, daerah-daerah tertentu seperti Desa Sawangan di Kecamatan Gringsing mengalami kekeringan.

“Tahun ini, walaupun sering hujan, ada beberapa titik yang lahan pertaniannya kekeringan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispaperta Batang Sutadi Ronodipuro saat ditemui di Kantornya, Selasa (8/10/2024).

Menurutnya, permasalahan ini terutama disebabkan oleh irigasi yang mampet, yang mengakibatkan pasokan air terhambat.

“Sebagai respons cepat, pemerintah telah mendistribusikan 76 unit pompa air bantuan dari pemerintah pusat ke titik-titik strategis. Dari jumlah tersebut, 36 unit pompa berkapasitas besar mampu mengairi hingga 10 hektare lahan, sementara 46 unit pompa kecil bisa mengairi hingga 2 hektare. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan petani,” jelasnya.

Sutadi juga menyebutkan, di Desa Sawangan, kami juga memberikan benih jagung, pupuk, dan pestisida yang tidak memerlukan banyak air. Ini untuk mengamankan volume air yang berkurang akibat faktor cuaca dan iklim. Melalui upaya ini, pemerintah berharap dapat menjaga produktivitas pertanian meskipun cuaca tidak bersahabat.

“Meskipun BMKG memberikan peringatan mengenai potensi kekeringan, dampaknya tidak akan terlalu masif. Ada spot-spot tertentu yang memang kekurangan air, tapi upaya kami untuk pendampingan masyarakat ini sangat penting,” terangnya.

Pemilihan komoditas yang tepat pun menjadi fokus utama. Selain padi dan jagung, sektor hortikultura seperti kentang dan bawang merah juga dipromosikan sebagai alternatif yang lebih tahan terhadap kekeringan.

“Dengan strategi yang terencana dan responsif, Kabupaten Batang menunjukkan komitmennya untuk melindungi sektor pertanian dan mendukung para petani, meskipun tantangan kekeringan mengintai di depan,” ujar dia.

Ia berharap, upaya ini tidak hanya sekadar mitigasi, tetapi juga menjadi langkah berkelanjutan untuk memastikan ketahanan pangan daerah. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 77
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 106
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 159
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 142
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 182