Kekeringan 2025, Pemkab Batang Inisiatif untuk Melindungi Pertanian

Selasa, 08 Oktober 2024 Jumadi Dibaca 3.396 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Kekeringan 2025, Pemkab Batang Inisiatif untuk Melindungi Pertanian
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta), tengah bersiap menghadapi tantangan kekeringan yang diprediksi akan melanda pada tahun 2025. Dengan potensi musim panas yang kering, langkah-langkah strategis pun mulai digencarkan, terutama dalam sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta), tengah bersiap menghadapi tantangan kekeringan yang diprediksi akan melanda pada tahun 2025. Dengan potensi musim panas yang kering, langkah-langkah strategis pun mulai digencarkan, terutama dalam sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Meskipun tahun ini masih diwarnai hujan yang sesekali mengguyur, daerah-daerah tertentu seperti Desa Sawangan di Kecamatan Gringsing mengalami kekeringan.

“Tahun ini, walaupun sering hujan, ada beberapa titik yang lahan pertaniannya kekeringan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispaperta Batang Sutadi Ronodipuro saat ditemui di Kantornya, Selasa (8/10/2024).

Menurutnya, permasalahan ini terutama disebabkan oleh irigasi yang mampet, yang mengakibatkan pasokan air terhambat.

“Sebagai respons cepat, pemerintah telah mendistribusikan 76 unit pompa air bantuan dari pemerintah pusat ke titik-titik strategis. Dari jumlah tersebut, 36 unit pompa berkapasitas besar mampu mengairi hingga 10 hektare lahan, sementara 46 unit pompa kecil bisa mengairi hingga 2 hektare. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan petani,” jelasnya.

Sutadi juga menyebutkan, di Desa Sawangan, kami juga memberikan benih jagung, pupuk, dan pestisida yang tidak memerlukan banyak air. Ini untuk mengamankan volume air yang berkurang akibat faktor cuaca dan iklim. Melalui upaya ini, pemerintah berharap dapat menjaga produktivitas pertanian meskipun cuaca tidak bersahabat.

“Meskipun BMKG memberikan peringatan mengenai potensi kekeringan, dampaknya tidak akan terlalu masif. Ada spot-spot tertentu yang memang kekurangan air, tapi upaya kami untuk pendampingan masyarakat ini sangat penting,” terangnya.

Pemilihan komoditas yang tepat pun menjadi fokus utama. Selain padi dan jagung, sektor hortikultura seperti kentang dan bawang merah juga dipromosikan sebagai alternatif yang lebih tahan terhadap kekeringan.

“Dengan strategi yang terencana dan responsif, Kabupaten Batang menunjukkan komitmennya untuk melindungi sektor pertanian dan mendukung para petani, meskipun tantangan kekeringan mengintai di depan,” ujar dia.

Ia berharap, upaya ini tidak hanya sekadar mitigasi, tetapi juga menjadi langkah berkelanjutan untuk memastikan ketahanan pangan daerah. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
Batang Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kabupaten Batang sukses menelurkan nakhoda baru. Afif Rahman terpilih secara resmi untuk menduduki kursi ketua umum, menggantikan pejabat lama, Ali Sadikin.
23 Mei 2026 Jumadi 33
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
Batang - SMP Negeri 4 Batang menggelar Gelar Budaya IV. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi seni sekaligus ujian akhir mata pelajaran seni budaya bagi siswa yang menampilkan pertunjukan ketoprak lengkap dengan iringan gamelan.
23 Mei 2026 Jumadi 289
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Batang - Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Batang khususnya kelas 9, mengasah kemampuannya dalam berkesenian lewat even Gelar Budaya IV. Mengusung tema "Jejak Sejarah dan Legenda, Mewarisi Budaya Menguatkan Jati Diri Bangsa", para siswa menampilkan ketoprak lewat ragam cerita rakyat, sebagai upaya mewujudkan Sekolah Budaya.
23 Mei 2026 Jumadi 117
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Batang - Pengembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Desa Semampir menjadi salah satu wilayah yang aktif mengembangkan usaha sapi perah karena memiliki kondisi alam yang mendukung serta berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
23 Mei 2026 Jumadi 34
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2352026).
23 Mei 2026 Jumadi 107
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Batang - Produk olahan khas Kabupaten Batang, Sale Pisang Bang Zae, mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2052026).
22 Mei 2026 Jumadi 78