Desa Pacet Reban, Dari Kebun Teh Beralih ke Peternakan Sapi Perah

Jumat, 26 Juli 2024 Jumadi Dibaca 3.173 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Desa Pacet Reban, Dari Kebun Teh Beralih ke Peternakan Sapi Perah
Batang - Sejumlah petani teh di Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, kini beralih menjadi peternak sapi perah. Langkah ini diambil karena peternakan sapi perah dianggap lebih menjanjikan dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

Batang - Sejumlah petani teh di Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, kini beralih menjadi peternak sapi perah. Langkah ini diambil karena peternakan sapi perah dianggap lebih menjanjikan dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

Ketua Kelompok Peternak Sapi Dodi mengatakan bahwa, dirinya dan para petani lainnya dulunya mengandalkan penghasilan dari teh. Namun, harga teh yang cenderung stagnan selama puluhan tahun sementara kebutuhan hidup terus meningkat, membuat mereka mencari alternatif lain untuk menambah pendapatan keluarga.

“Teh tidak ada jaminan pembayaran yang pasti. Ini yang mendorong sejumlah petani beralih menjadi peternak sapi perah untuk mencari perubahan ekonomi,” katanya saat ditemui di Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jumat (26/7/2024).

Desa Pacet, yang berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut dengan udara sejuk, ternyata sangat cocok untuk peternakan sapi perah. Kemitraan dengan PT. Nestle pun terbukti sangat menguntungkan dan menjanjikan.

“Kami sangat diuntungkan dengan kemitraan ini. Selain tempat yang cocok, kami juga mendapat dukungan penuh dari Nestle. Saat ini, kelompok peternak di Desa Pacet memiliki total 35 ekor sapi, dengan 19 ekor di antaranya sudah dalam masa laktasi,” jelasnya.

Dari 19 ekor sapi ini, mereka mampu mensuplai kebutuhan Nestle setiap harinya hingga 255 liter susu. Kami mulai melakukan penyetoran susu pertama kali pada 30 Desember 2023. Harga satu liter susu mencapai Rp6.700,00 per liter dan pembayarannya jelas, berbeda dengan teh yang harganya stagnan dan tidak ada jaminan pembayaran.

Meski harga susu sapi di masyarakat bisa mencapai Rp10 ribu per liter untuk penjualan eceran, Dodi mengakui bahwa penjualan tersebut tidak konstan dan tidak bisa diandalkan sepenuhnya.

“Penjualan ke masyarakat memang lebih tinggi, tapi tidak konstan. Kemitraan dengan Nestle memberikan kepastian harga dan pembelian. Dukungan PT. Nestle terhadap kelompok peternak juga sangat luar biasa, sehingga peternak semakin semangat dalam memenuhi kebutuhan susu sapi mereka,” terangnya.

Untuk kebutuhan pakan sapi di wilayah Kecamatan Reban, tidak ada masalah dan terbilang aman, karena mereka juga mendapat subsidi dari PT. Nestle untuk pengadaan konsentrat.

“Konsentrat dengan protein 18 di pasaran lokal harganya Rp6.200,00, tapi peran Nestle bisa menekan harga hingga 50 persen,” ungkapnya.

Dengan segala keuntungan dan dukungan yang didapat, peternak di Desa Pacet kini optimis menatap masa depan yang lebih cerah dengan peternakan sapi perah.

“Perubahan ini tidak hanya membawa dampak positif bagi perekonomian keluarga mereka, tetapi juga membuka peluang baru dalam dunia peternakan di Desa Pacet dan sekitarnya,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 81
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 106
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 159
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 142
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 190