Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai menyoroti persoalan alih fungsi lahan di kawasan atas, khususnya di Desa Pranten, yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko longsor. Lahan yang sebelumnya ditanami tegakan kini banyak berubah menjadi tanaman semusim seperti kentang. Kondisi ini membuat struktur tanah lebih cepat gembur dan rentan mengalami pergerakan, terutama saat curah hujan tinggi.