Home / Berita / Pendidikan / KETAHUI KEMAMPUAN INTELEKTUAL WBP DENGAN ANBK

Berita

Ketahui Kemampuan Intelektual WBP dengan ANBK

Batang Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Batang mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), untuk mengukur mutu dan kualitas dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wahana Ilmu selama menyampaikan materi dalam proses belajar mengajar.

Batang Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Batang mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), untuk mengukur mutu dan kualitas dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wahana Ilmu selama menyampaikan materi dalam proses belajar mengajar.

Ketua PKBM Wahana Ilmu Arie Rusmiati menyampaikan, ANBK tidak hanya dilakukan pada WBP saja, namun para tutor pun wajib mengisi.

“Hanya saja untuk mereka sudah dilakukan lebih dahulu, dibandingkan para WBP. Nanti ada rapor mutu untuk lembaga PKBM dari hasil WBP mengerjakan asesmen,” katanya, saat memantau jalannya ANBK para WBP, di Lapas Kelas IIB Kabupaten Batang, Rabu (3/11/2022).

Beberapa tes yang diberikan kepada anak didik yakni literasi atau kemampuan membaca, numerasi atau memahami angka dan hitung-menghitung serta karakter untuk mengetahui kepribadian WBP.

“Dari sisi keaktifan mereka justru bersemangat tinggi, karena saat proses pembelajaran mereka aktif bertanya,” katanya.

Selain teori, pembelajaran untuk WBP juga disampaikan dalam bentuk praktik keterampilan seperti pembuatan cairan antiseptik dan lainnya yang memiliki nilai ekonomis.

“Ada 22 WBP yang mengikuti pembelajaran Kejar Paket A yang dimulai kelas IV , dengan usia paling tua 60 tahun dan paling muda 28 tahun,” jelasnya.

Salah satu WBP, Taufik 28 tahun, menyampaikan alasannya mengikuti Kejar Paket A karena menyadari pentingnya pendidikan, setelah sempat putus sekolah saat duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar.

“Selama mengikuti PKBM pelajaran yang paling sulit adalah bahasa Inggris dan yang paling mudah dan disukai bahasa Indonesia,” ungkapnya

Waktu untuk mengikuti PKBM masih dapat disesuaikan dengan tugas atau jadwal dari Lapas.

“Kegiatan materi hari Senin, Selasa dan Kamis jam 15.00 16.00 WIB,” terangnya.

Ia mengharapkan, setelah memiliki ijazah Kejar Paket C dapat mendapat pekerjaan yang layak dan diterima di lingkungan masyarakat dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal, Disdikbud Batang Sutriono menambahkan, pembelajaran dapat dilakukan di mana saja. Tak terkecuali bagi WBP yang berada di dalam Lapas.

“Mereka mempunyai hak yang sama dalam memperolah pendidikan dan setelah lulus pun memiliki kesempatan yang sama dalam berkarya,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)