Home / Berita / Pendidikan / PTM 100%, PEMKAB BATANG LAKUKAN PEMANTAUAN

Berita

PTM 100%, Pemkab Batang Lakukan Pemantauan

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mengizinkan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%, namun tetap akan dilakukan pemantauan selama 10 hari kedepan.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mengizinkan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%, namun tetap akan dilakukan pemantauan selama 10 hari kedepan.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batang, akan melakukan pemantauan, karena masih dalam proses inkubasi pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kita pantau selama 10 hari kedepan, jika tidak terjadi lonjakan bisa dilanjutkan, tetapi dengan memperketat prokes dan waktu PTM tetap dibatasi,” katanya, saat ditemui di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batang, Selasa (4/1/2021).

Kepala Bidang Pembinaan SD, Disdikbud Batang Yuliyanto mengatakan, PTM 100% telah diizinkan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, dan disambut positif oleh seluruh institusi pendidikan jenjang SD di Kabupaten Batang.

“Ini jadi harapan baru bagi anak didik dan warga karena diperbolehkan menggelar PTM secara normal,” tuturnya.

Ia menerangkan, dari sisi pengaturan dalam proses pembelajaran dilakukan secara penuh di sekolah, dengan waktu 4 jam pelajaran.

“Diizinkannya PTM secara penuh karena mayoritas tingkat vaksinasitenaga kependidikan  sudah di atas 70%,” terangnya.

Pihak Disdikbud telah menyampaikan arahan kepada kepala sekolah, agar seluruh anak didiknya tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Masker harus selalu dipakai, rutin cuci tangan sebelum mengikuti PTM, pengaturan  keluar masuk warga sekolah.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan imunitas anak dan meyakinkan seluruh pihak bahwa PTM di Batang dapat digelar sepenuhnya, Pemkab Batang akan segera melaunching vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun mulai dari kelas 1-6 SD.

Ketua PGRI Batang, M. Arief Rohman mengatakan, saat ini waktu yang tepat untuk menggelar PTM 100%, karena ketika diterapkan pembelajaran secara daring, menyebabkan kompetensi di semua jenjang mengalami penurunan.

“Jika dibiarkan dikhawatirkan akan terjadi masa hilangnya pembelajaran pada anak. Sehingga suasana kebatinan akademis anak itu hilang,” ungkapnya.

Dampak secara akademis khususnya bagi anak kelas 1 SD banyak yang belum bisa menguasai cara membaca, menulis dan berhitung dasar (Calistung).

“Saat inilah kita harus mengambil langkah, dengan kebijakan yang diambil oleh Pemda demi meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya.

Ia menegaskan, pembelajaran 100% harus diikuti persiapan yang matang, agar tidak terjadi klaster baru dari dunia pendidikan.

“Kita semua tahu sekarang sedang menggejala begitu besar yaitu varian baru dari Covid-19, Omicron yang terjadi di sejumlah negara, maka antisipasinya dengan penerapan prokes ketat,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)