Home / Berita / Pendidikan / MINIM LITERASI, DISDIKBUD BATANG BAGIKAN PULUHAN RIBU BUKU

Berita

Minim Literasi, Disdikbud Batang Bagikan Puluhan Ribu Buku

Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang membagikan 53.760 eksemplar buku yang dibagikan kepada 64 SD, yang dinilai minim literasi.

Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang membagikan 53.760 eksemplar buku yang dibagikan kepada 64 SD, yang dinilai minim literasi. 

Beberapa jenis buku yang dibagikan, bukan buku pelajaran, namun cenderung pada materi pengayaan yang mendukung pembelajaran, antara lain bertema kepribadian Pancasila, pengenalan obyek wisata dan lainnya.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Batang Yuliyanto mengatakan, dalam memberikan bantuan buku, pihak Disdikbud memiliki kriteria tertentu, sehingga benar-benar tepat sasaran.

“Sekolah itu harus sudah mempunyai ruang perpustakaan dengan sistem pengelolaan yang baik dan sekolah itu masih dikategorikan minim literasi. Masing-masing sekolah mendapatkan sebanyak 840 buku dengan jumlah judul 420,” katanya, saat meninjau proses distribusi penerimaan bantuan buku di Aula Disdikbud, Kabupaten Batang, Rabu (15/12/2021).

Ia memastikan, dengan bantuan buku ini, akan mengefisienkan biaya pembelian buku dari sumber Dana Bos Reguler. Semakin canggihnya teknologi literasi secara digital, terkadang membuat minat baca anak secara tekstual berkurang.

“Maka kami galakkan kembali untuk literasinya, agar anak mengerti betul bahwa membaca itu tidak hanya mengambil sarinya, tapi juga dari sumber yang jelas. Budaya membaca pada anak harus digalakkan sejak awal, karena untuk memperoleh suatu ilmu bisa didapatkan dari membaca, selain mendengar langsung,” tegasnya.

Kepala SDN Batiombo 2 Bandar Budi Satriyo menyampaikan, buku menjadi salah satu media literasi anak untuk pengembangan kompetensi di dalam pemahaman baca dan tulis.

“Minat baca sudah cukup baik, sementara kami dilayani dari Disperpuska Batang. Sebulan sekali Mobil Perpustakaan Keliling datang ke sekolah, sehingga anak-anak mendapat media untuk meningkatkan kemampuan literasi,” terangnya.

Pihak sekolah telah memiliki ruang perpustakaan, namun jumlah dan jenis buku belum beragam variatif.

“Perpustakaan sekolah kami masih membutuhkan buku-buku yang bersifat referensi, misalnya kamus dan pengembangan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Di bidang literasi digital anak cukup baik dalam menerima, karena sebagian telah memiliki media untuk belajar secara digital.

“Di sisi lain, sinyal internet di Desa Batiombo belum bisa diterima dengan baik. Jadi untuk mempelajari buku secara digital, kami masih kurang,” ungkapnya.

Ia mengharapkan, ada perbaikan untuk fasilitas internet yang merata di seluruh desa, dengan akses yang cepat, sehingga secara digital dapat mengakses bahan-bahan literasi anak didik.

“Untuk buku kami masih membutuhkan dari jenis keterampilan hidup, yang bisa menunjang masa depan anak,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)