Home / Berita / Pendidikan / SATPOL PP JATENG ANTISIPASI TITIK RAWAN KERUMUNAN

Berita

Satpol PP Jateng Antisipasi Titik Rawan Kerumunan

Batang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Tengah secara intensif melakukan pemantauan pada tiga titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kerumunan, di lingkungan sekolah.

Batang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Tengah secara intensif melakukan pemantauan pada tiga titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kerumunan, di lingkungan sekolah.

Satpol PP Jateng melakukan operasi gabungan bersama Satpol PP Kabupaten Batang dan TNI/Polri di lapangan, karena level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai turun, kecenderungan yang timbul adalah rasa kegembiraan yang berlebihan sehingga mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Jateng, Tubayanu menyampaikan, masyarakat khususnya peserta didik harus tetap menjaga protokol kesehatan, sehingga tidak menaikkan level PPKM.

“Sosialisasi ini tidak hanya dilakukan di Batang saja, tapi di kabupaten/kota se-Jawa Tengah untuk menyadarkan masyarakat,” katanya saat menyampaikan edukasi tentang prokes, di ruang kelas SMKN 1 Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (15/10/2021).

Ia mengatakan, operasi gabungan kali ini lebih menitikberatkan pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM), ada titik lemah yang harus dijaga bersama.

“Ketika siswa datang sambil menunggu kegiatan pembelajaran mereka biasanya berkerumun di luar kelas dan tidak pakai masker, pergantian jam pelajaran guru belum datang mereka bergerombol dan tidak bermasker serta titik yang paling rawan ketika mereka pulang sekolah tidak langsung ke rumah, tapi jalan-jalan dulu dan tidak pakai masker,” jelasnya.

Ia menerangkan, ketiga titik rawan itulah yang menjadi fokus operasi gabungan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Selain institusi pendidikan, Satpol PP juga berkonsentrasi pada pasar-pasar tradisional karena paling sulit jika diminta untuk mematuhi prokes.

“Jaga jarak ya susah, pakai masker ya susah tetapi kami tetap bertindak persuasif kepada masyarakat supaya mematuhi prokes,” tegasnya.

Ia mengharapkan, masyarakat ikut serta menjaga kesehatan bersama. Tanpa kedisiplinan dari masyarakat, kepatuhan terhadap prokes tidak akan tercipta.

Kepala Satpol PP Batang Ahmad Fathoni mengatakan, edukasi tidak hanya disampaikan kepada pelajar dan pedagang saja, namun hampir di semua sarana publik yang sering dimanfaatkan masyarakat berkerumun.

“Kita tetap tidak boleh lengah sebelum negara memutuskan, kita bebas dari Covid-19. Jadi akan terus mengedukasi kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga prokes,” tegasnya.

Ia memastikan, jika melihat warga yang tidak patuh dengan prokes, tetap dilakukan penindakan.

“Kalau sampai melihat ada warga yang membandel, tetap saya tindak secara persuasif,” ujar dia.

Pemantauan dilakukan oleh Satpol PP bersama Polres dan Kodim Batang di semua jenjang pendidikan.

“Ya mulai dari SD, SMP dan SMA. Hari ini kami memantau PTM di SMK Kandeman, karena yang lain sudah dipantau lewat Disdikbud,” imbuhnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)