Home / Berita / Pendidikan / LAYANAN ONE DAY SERVICE, PERMUDAH SISWA TERIMA IJAZAH

Berita

Layanan One Day Service, Permudah Siswa Terima Ijazah

Batang - Para siswa-siswi SMAN 1 Wonotunggal kini makin mudah dan cepat untuk menerima ijazah kelulusan, karena pihak sekolah menerapkan sistem layanan “One Day Service”. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang belum usai dan mengefisienkan waktu anak didik dalam mengambil ijazah.

Batang - Para siswa-siswi SMAN 1 Wonotunggal kini makin mudah dan cepat untuk menerima ijazah kelulusan, karena pihak sekolah menerapkan sistem layanan “One Day Service”. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang belum usai dan mengefisienkan waktu anak didik dalam mengambil ijazah.

Sebagian dari mereka ada yang sudah mendapat pekerjaan dan lainnya masih sibuk mendaftar ke universitas yang dikehendaki, sehingga hampir dipastikan tidak bisa meluangkan waktu untuk datang lagi ke sekolah.

“Kami merasa tidak tega kalau memaksa anak untuk datang ke sekolah. Kalau tidak dibagikan segera, sekolah masih punya beban untuk membagikan kepada siswa, tapi kalau proses cap tiga jari sampai pembagian ijazah diberikan dalam satu waktu akan lebih efektif dan efisien,” kata Kepala Sekolah Muhammad Kuntoaji saat meninjau proses pembagian ijazah di ruang kelas SMAN 1 Wonotunggal, Kabupaten Batang, Senin (7/6/2021).

Lebih lanjut, dia menerangkan, pihak sekolah sepakat untuk membagikannya langsung kepada anak didik. Mereka cukup melakukan beberapa proses mulai dari mengantre dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan, mendaftar, membubuhkan cap tiga jari hingga menerima ijazah kelulusan, hanya dalam waktu 5-10 menit.

“Kecuali bagi mereka yang tidak bisa datang karena ada keperluan mendesak. Hanya ada satu anak yang berada di luar kota dan nanti bisa mengabari dulu kapan berada di Batang dan kapan ijazah mau diambil, tapi mayoritas anak didik kami berada di dalam kota jadi bisa mengambil dalam waktu tiga hari,” jelasnya.

Sebelumnya siswa kelas XII telah menempuh Ujian Sekolah sejak 29 Maret - 8 April 2021 yang digelar secara daring.

“Tanggal 3 Mei lalu, 138 anak didik kami sudah dinyatakan lulus semuanya. Untuk jurusan MIPA 75 anak dan IPS 63 anak,” tuturnya.

Pihak sekolah juga telah memberikan bimbingan dan arahan baik kepada siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi negeri maupun swasta. Serta bagi anak yang ingin langsung masuk ke dunia kerja, pihak sekolah juga membagikan informasi sejumlah perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi.

“Saya berharap anak-anak yang sudah lulus, kompetensi dan karakternya dikembangkan lagi melalui bangku kuliah atau diterapkan langsung di tempat ia bekerja,” imbaunya.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum Wisnu Ardlian Sugiyarto memaparkan, sistem ini dilakukan setelah pihak sekolah melakukan evaluasi selama beberapa waktu, ternyata ada sejumlah ijazah siswa yang belum terbagi.

“Setelah diselidiki ternyata ada beberapa siswa yang sudah kerja ke luar kota. Dan karena jarak pembagian ijazahnya terlalu lama, sehingga kami mengambil terobosan, begitu anak datang untuk cap tiga jari, rapor dan ijazah asli langsung bisa dibawa pulang,” katanya.

Di sisi lain, Lanjut dia, pihak sekolah juga melakukan pendokumentasian secara digital terhadap ijazah, agar ketika ijazah milik siswa hilang atau terjadi hal yang tidak diinginkan, masih ada duplikatnya.

“Karena teknis sudah menjadi urusan sekolah, maka kami sudah mengkomunikasikannya dengan pengawas dan kepala sekolah juga menyampaikan kepada Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS),” terangnya.

Selama ini siswa yang telah lulus harus menggunakan Surat Keterangan Lulus sebagai pengganti ijazah, tapi setelah dibagikannya ijazah asli kepada siswa, bisa langsung digunakan untuk registrasi bagi yang diterima di perguruan tinggi dan bagi yang ingin bekerja bisa langsung untuk mendaftar.

Salah satu siswi kelas XII MIPA III Nur Azizah mengungkapkan, palayanan One Day Service yang diinisiasi oleh para guru sangat membantu siswa karena lebih efisien untuk mengambil ijazah.

“Sistem ini praktis, daripada harus menunggu waktu lama dan harus bolak-balik ke sekolah, lebih baik diurus dalam satu hari sekalian,” katanya.

Ia berencana akan melanjutkan ke perguruan tinggi di Kota Magelang dengan mengambil jurusan Matematika.

“Sudah daftar di Universitas Tidar, minggu depan langsung pengumuman,” ungkapnya.

Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memang sedikit mengalami kendala jaringan, namun dari pihak Kemendikbud RI memberikan bantuan kuota supaya tetap lancar. Tiap siswa dapat 10 Gigabyte (GB), untuk PJJ lewat Googleclassroom sama WhatssApp. Ujian Sekolah juga secara daring.

“Walaupun semua dilakukan secara daring tapi teman-teman harus optimis, dengan kemampuan masing-masing pasti bisa menjadi orang yang berguna bagi sesama dan lingkungan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)