Home / Berita / Pendidikan / PTM DI KECAMATAN BATANG SIAP DIGELAR

Berita

PTM di Kecamatan Batang Siap Digelar

Batang - Sejumlah institusi pendidikan tingkat SD dan SMP di Kecamatan Batang, bersiap-siap untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal itu disebabkan beberapa kelurahan sudah termasuk zona hijau, maka Bupati Batang Wihaji mengizinkan PTM digelar.

Batang - Sejumlah institusi pendidikan tingkat SD dan SMP di Kecamatan Batang, bersiap-siap untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal itu disebabkan beberapa kelurahan sudah termasuk zona hijau, maka Bupati Batang Wihaji mengizinkan PTM digelar.

Sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, telah melaksanakan PTM sejak 9 Maret lalu, selain Kecamatan Batang karena saat itu dipandang infeksi Covid-19 masih cukup tinggi.

“Alhamdulillah Bapak Bupati mengizinkan, mulai 24 Mei PTM digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, berbasis kelurahan. Jika kelurahan itu hijau dan tidak ada yang terindikasi positif Covid-19 maka diizinkan PTM,” kata Ketua PGRI Batang, M. Arif Rohman saat ditemui di Kantor Disdikbud Kabupaten Batang, Rabu (19/5/2021).

Lebih lanjut, dia menerangkan, PTM tersebut digelar sekaligus untuk menunjang Penilaian Akhir Tahun pada awal Juni mendatang.

“Kami mendukung dengan telah diizinkannya PTM di Kecamatan Batang dan mengharap seluruh anggota PGRI setempat untuk menyukseskan pelaksanaan PTM, meskipun agak terlambat dibandingkan dengan kecamatan yang lain,” jelasnya.

Ia memastikan, seluruh guru di Kecamatan Batang telah memperoleh vaksinasi baik dosis pertama maupun kedua.

“Sebenarnya jika mengacu protokol kesehatan, sebelum melakukan kegiatan PTM harus menjalani tes swab antigen terlebih dahulu. Namun karena jumlah peserta didik di Batang untuk SD 60 ribu siswa dan SMP 15 ribu siswa, tentu cukup merepotkan saat pelaksanaan hingga evaluasi, sehingga pihak peserta didik dipandang cukup dengan menerapkan prokes saat di rumah,” terangnya.

Pihaknya optimis, tidak akan muncul klaster baru dari institusi pendidikan. Namun ada konsekuensi dari setiap kebijakan yang diambil.

“Jika anak terlalu lama menjalani pembelajaran secara Daring, secara akademis akan terjadi degradasi yakni banyak siswa kelas 1 yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung. Dari sisi karakter terganggu, karena mereka lebih fokus pada gawai daripada melakukan kegiatan sosial,” imbuhnya.

Menurut dia, strategi yang paling tepat adalah guru menjadi teladan langsung bagi anak didiknya di lapangan, tentang cara menerapkan protokol kesehatan.

Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. Didiet Wisnuhardanto memastikan semua guru SD dan SMP di Kecamatan Batang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“PTM bisa digelar karena di Kecamatan Batang angka positif Covid-19 sudah menurun. Info hari ini hanya ada 14 orang, lebih rendah jika dibandingkan bulan lalu mencapai 60 orang yang terindukasi Covid-19,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)