Home / Berita / Pendidikan / STRATEGI DISDIKBUD BATANG SIAPKAN KEWIRAUSAHAAN PESERTA DIDIK NONFORMAL

Berita

Strategi Disdikbud Batang Siapkan Kewirausahaan Peserta Didik Nonformal

Batang - Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang memperoleh kado istimewa, berupa penghargaan dari Kemen-PAN-RB RI, dalam Lomba Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Prestasi tersebut diraih berkat “Strategi Bidik Normal Jurus Cofit” yakni Strategi Bidang Pendidikan Nonformal Menuju Kewirausahaan, Berorientas Profit.

Batang - Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang memperoleh kado istimewa, berupa penghargaan dari Kemen-PAN-RB RI, dalam Lomba Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Prestasi tersebut diraih berkat “Strategi Bidik Normal Jurus Cofit” yakni Strategi Bidang Pendidikan Nonformal Menuju Kewirausahaan, Berorientas Profit.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Disdikbud Batang masuk dalam kategori “Top 99” dari 4.162 inovator se-Indonesia.

Bupati Batang Wihaji mengapresiasi langkah nyata Disdikbud dalam mengatasi para peserta didik nonformal, agar tetap berkarya melalui program tersebut.

“Ini merupakan salah satu wujud strategi menuju kemerdekaan belajar, yang tetap mengedepankan pola saling asah, asih dan asuh demi mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan Indonesia maju,” katanya, saat Upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional di Halaman Pendapa Kantor Bupati, Kabupaten Batang, Senin (3/5/2021).

Peraih penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020, Rini Diana Anggriani yang juga sebagai Kasi Kurikulum Penilaian Pengembangan Karakter Peserta Didik Pendidikan Nonformal, Disdikbud Batang, mengutarakan, program tersebut dikolaborasikan dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), ternyata berdampak positif kepada peserta didik nonformal yang memiliki kewirausahaan.

“Pengembangannya mengarah pada keuntungan bagi peserta didik, menuju kelayakan hidup yang lebih baik,” ungkapnya.

Program tersebut menyasar pada anak-anak yang stara pendidikan Paket B dan Paket C. Di dalamnya ada kemerdekaan belajar dari sisi peningkatan keterampilan hidup.

“Mereka sudah mempunyai produk dari hasil pengembangan kerajinan peci di PKBM Limpung, pengembangan produk kecap di PKBM Tersono. Di LKP ada pengembangan produk pupuk organik yang hasilnya sudah terjual hingga ke Jepang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, rekan-rekan di tiap LKP telah memiliki divisi usaha. Harapannya, usaha tersebut terus dikembangkan kepada para peserta didiknya.

“Jadi satu LKP menghasilkan satu produk. Imbasnya peserta didik harus punya wirausaha,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disdikbud, Achmad Taufik mengatakan, tema Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar, dijadikan motivasi agar peserta didik diwajibkan untuk mengikuti pembelajaran.

“Bagi yang sudah tidak mengikuti pendidikan formal, mereka bisa mengikuti pendidikan nonformal, demi terwujudnya kesetaraan dalam jenjang pendidikan,” ujar dia.

Tujuannya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, khususnya dari sektor pendidikan di Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)