Home / Berita / Pendidikan / SMK BERBASIS INDUSTRI BERPOTENSI JADI PUSAT KEUNGGULAN

Berita

SMK Berbasis Industri Berpotensi Jadi Pusat Keunggulan

Batang - Melihat potensi wilayah yang segera bertransformasi menjadi sebuah kawasan industri, maka Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan dasar dan menengah, berupaya agar di tahun 2021, 2 SMK berbasis industri di Kabupaten Batang memperoleh bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk menjadi pusat keunggulan SMK atau Center of Excellence (CoE).

Batang - Melihat potensi wilayah yang segera bertransformasi menjadi sebuah kawasan industri, maka Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan dasar dan menengah, berupaya agar di tahun 2021, 2 SMK berbasis industri di Kabupaten Batang memperoleh bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk menjadi pusat keunggulan SMK atau Center of Excellence (CoE).

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Abdul Fikri Faqih, saat melakukan kunjungan kerja, di Aula Kantor Bupati, Kabupaten Batang, Jumat (29/1/2021).

“Kemendikbud akan menggulirkan pusat keunggulan SMK, karena di Kabupaten Batang selama kurun waktu tahun 2020 belum memperolehnya. Sudah sepantasnya daerah potensial seperti Batang ini mendapatkan perhatian, terlebih di masa depan akan menjadi Kawasan Indutri Terpadu (KIT),” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan, di Jawa Tengah terdapat beberapa kawasan industri seperti di sebagian Kabupaten Brebes, sebagian Kabupaten Kendal dan yang terbesar ada di Kabupaten Batang.

“Selain itu juga dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×1.000 MW, oleh karenanya ini bentuk perhatian terhadap daerah-daerah seperti Kabupaten Batang,” jelasnya.

Menurut dia, di tahun 2021 ada peluang CoE untuk SMK dengan kategori tertentu yang harus dipenuhi. Di antaranya SMK itu harus memiliki 2 guru tersertifikasi industri dan kepala sekolah yang telah memperoleh pelatihan di dunia industri.

“Di awal tahun ini Batang sudah harus ada 2 SMK yang memperoleh peluang tersebut dengan besaran bantuan hingga Rp5,5 miliar,” harapnya.

Sementara, Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan, bahwa kunjungan Komisi X DPR RI akan berpengaruh baik bagi para guru khususnya, karena menjadi sarana untuk mengutarakan aspirasi mereka.

“Kunjungan ini juga demi kemajuan sistem pendidikan, karena akan ada revisi tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang akan membawa dampak positif ke depan tentang dunia pendidikan di Kabupaten Batang,” terangnya.

Pertemuan ini, Lanjut dia, dapat dimanfaatkan para guru untuk menyampaikan segala hal yang dibutuhkan, sesuai kepentingan pendidikan di Kabupaten Batang.

“Tadi juga sudah disampaikan akan ada bantuan untuk SMK. Saya ucapkan terima kasih, semoga bermanfaat dan berkah untuk semuanya dengan kunjungan Komisi X ke Kabupaten Batang,” tuturnyanya.

Kepala SMK Negeri 1 Kandeman, Suyanta mengharapkan Komisi X dapat menjembatani kebutuhan 28 SMK di Kabupaten Batang, yang terdiri dari 4 negeri dan lainnya swasta.

“Mohon dengan hormat untuk CoE SMK di Kabupaten Batang ini menjadi catatan,” pintanya.

Ia juga mengharapkan, adanya perhatian khusus bagi sekolahnya yang telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan sudah beberapa kali menyelenggarakan ujian kompetensi.

“Sertifikatnya kalau lulus ini bisa berlaku secara global, namun sampai saat ini belum ada perbedaan antara yang sudah dengan yang belum memiliki sertifikat. Semestinya ada regulasi yang mendekati dunia pendidikan dengan anggota dewan, aga anak-anak kami yang sudah lulus ini bisa langsung dapat pekerjaan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)