Home / Berita / Pendidikan / LOMBA KREATIVITAS GURU, AJANG MENAMPILKAN KINERJA SAAT CORONA

Berita

Lomba Kreativitas Guru, Ajang Menampilkan Kinerja Saat Corona

Batang - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang menggelar lomba kreativitas guru dalam mengajar dan menyampaikan materi pembelajaran, di tengah Corona yang masih mewabah.

Batang - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang menggelar lomba kreativitas guru dalam mengajar dan menyampaikan materi pembelajaran, di tengah Corona yang masih mewabah.

Lomba tersebut digelar selain untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun PGRI ke-75 dan Hari Guru Nasional, juga sebagai bentuk apresiasi serta menunjukkan kreativitas guru-guru terbaik yang ada di Kabupaten Batang dalam memaparkan materi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi maupun media digital.

“Lomba kreativitas guru diikuti oleh seluruh guru terbaik di tingkat Kecamatan ditambah cabang khusus yaitu anggota PGRI yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan seperti pengawas,” kata Sekretaris PGRI Batang Muhammad Arif Rohman saat meninjau penilaian Lomba Kreativitas Guru di ruang kelas SD Negeri Banyuputih 1 Kabupaten Batang, Selasa (24/11/2020).

Beberapa metode pembelajaran yang dilombakan antara lain: vidio pembelajaran, film pendek seputar situasi pembelajaran di masa pandemi dan best practice atau inovasi guru dalam pembelajaran.

“Peserta yang mengikuti lomba vidio pembelajaran 23 orang, film pendek 18 orang dan best practice 18 orang,” tuturnya.

Ia menegaskan, tujuan utama digelarnya lomba ini karena PGRI ingin memberikan kebahagiaan bagi guru. Apabila para guru se-Kabupaten Batang telah merasakan senang, maka PGRI yakin akan mampu mengatasi masa-masa sulit seperti sekarang ini bersama Pemda.

“Perlombaan yang digelar PGRI di masa pandemi memang sangat sederhana, karena yang terpenting guru-guru merasa bahagia dengan prestasinya tetap bisa mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.

Salah satu dewan juri, Yustin memaparkan beberapa kriteria penilaian dalam perlombaan vidio pembelajaran.

“Untuk vidio pembelajaran nilai dibagi menjadi dua tahap, pertama diambil enam besar dengan jumlah terbanyak netizen yang menyukai dan kedua dinilai dari konten yang meliputi kesesuaian dengan tema, durasi waktu minimal 5-10 menit, originalitas,” terangnya.

Ia menerangkan, pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran sangat banyak, saat masyarakat mengalami pandemi Corona. Vidio pembelajaran bisa digunakan siswa dalam mengikuti kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).

“Vidio-vidionya menarik sekali, salah satunya dari Kecamatan Batang berjudul Asean The Explorer di dalamnya siswa diajak untuk menjelajahi dari satu negara ke negara lainnya. Ada pula pembelajaran menggunakan animasi tentang sistem tata surya yang tentu menarik siswa untuk mengikuti kegiatan belajar walaupun secara daring,” tandasnya.

Perempuan yang juga mengajar di SD Desa Menjangan Subah itu mengutarakan, dalam proses pembelajaran sudah menerapkan aplikasi Zoom, namun hanya 60 persen siswa saja yang dapat mengikuti secara baik. Hal itu dikarenakan keterbatasan sinyal, meskipun anak didik sudah mendapatkan bantuan kuota dari Kemendikbud RI.

“Itu dinilai kurang maksimal maka di desa kami cara paling tepat dengan metode guru kunjung. Siswa yang diperbolehkan datang ke rumah salah satu siswa lain hanya lima orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak aman, mencuci tangan dengan sabun dan bermasker,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagai seorang pendidik harus memiliki kreativitas, menguasai teknologi untuk memudahkan pembelajaran secara daring, guru juga perlu diasah kemampuannya dalam membuat vidio-vidio pembelajaran kreatif.

“Hal itu diperlukan untuk mengantisipasi di masa depan sampai kapan akan dilakukan sistem pembelajaran tatap muka, meskipun Mendikbud Nadiem Makarim memperbolehkannya di bulan Januari, itu pun hanya 4 jam pembelajaran yang tentu masih kurang maksimal,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)