Home / Berita / Pendidikan / SURVEI DILAKUKAN SEKOLAH UNTUK MEMASTIKAN KEBENARAN DATA

Berita

Survei Dilakukan Sekolah untuk Memastikan Kebenaran Data

Batang - Saat ini panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sedang disibukkan dengan proses pendaftaran ulang hingga 7 Juli dari para Calon Peserta Didik (CPD) yang telah lolos seleksi baik melalui jalur zonasi, afirmasi, prestasi maupun perpindahan tugas orang tua.

Batang - Saat ini panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sedang disibukkan dengan proses pendaftaran ulang hingga 7 Juli dari para Calon Peserta Didik (CPD) yang telah lolos seleksi baik melalui jalur zonasi, afirmasi, prestasi maupun perpindahan tugas orang tua.

Untuk memastikan kebenaran data dari CPD, maka pihak panitia secara intensif melakukan survei terhadap CPD maupun orang tuanya.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat ada beberapa CPD yang dimungkinkan belum tepat mendaftar melalui jalur afirmasi menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Kami langsung melakukan survei lapangan dengan menerjunkan tim, sehingga mengetahui kondisi keluarga CPD,” kata Ketua Panitia PPDB, Adi Prasetyo saat ditemui di SMAN 1 Kabupaten Batang, Senin (6/7/2020).

Ia memaparkan, berdasarkan peraturan dari Kementerian Sosial RI, ada beberapa indikator untuk menentukan CPD tergolong keluarga mampu atau tidak.

 “Indikator itu meliputi penghasilan orang tua setiap bulannya maupun kondisi rumah atau tempat tinggal. Sampai sejauh ini kuota untuk jalur afirmasi terdapat 49 anak,” jelasnya.

Dijelaskannya, survei perlu dilakukan karena beberapa waktu lalu, ada CPD yang mendaftar menggunakan SKTM menjelang waktu penutupan PPDB. Sehingga pihak sekolah tidak sempat menyurvei.

“Kalau hasil survei itu menunjukkan bahwa dia memang tidak layak melalui afirmasi, otomatis sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah, pendaftarannya akan gugur. Jika nantinya terdapat kekosongan karena ada CPD yang dibatalkan, maka menunggu keputusan dari hasil rapat,” ungkapnya.

Ia berharap, seluruh CPD SMAN 1 harus berintegritas, karena pihak sekolah menjunjung tinggi nilai itu.

“Segala sesuatu harus diawali dengan kebaikan agar hasilnya pun baik, namun kalau sesuatu itu diawali kebohongan akan menimbulkan keburukan,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)