Home / Berita / Pendidikan / PLUS MINUS PEMBELAJARAN ONLINE

Berita

Plus Minus Pembelajaran Online

Batang - Pembelajaran online kini menjadi solusi bagi peserta didik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa pandemi Covid-19. Para peserta didik bersama pihak sekolah bekerja sama dengan memanfaatkan beberapa aplikasi online seperti google classsroom dan Zoom dalam menggelar KBM.

Batang - Pembelajaran online kini menjadi solusi bagi peserta didik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa pandemi Covid-19. Para  peserta didik bersama pihak sekolah bekerja sama dengan memanfaatkan beberapa aplikasi online seperti google classsroom dan Zoom dalam menggelar KBM.

Dari sisi positif, pembelajaran online dapat meminimalisir penyebaran virus Corona, karena KBM dilakukan dari rumah peserta didik.

“Namun saat KBM online siswa sedikit mengalami kendala dari sisi jaringan internet, terkadang sinyal susah diterima dan menjadikan kami sulit berkonsentrasi,” kata Andre Setiawan pelajar asal Desa Ujungnegoro, saat ditemui di SMAN 1 Kabupaten Batang, Rabu (17/6/2020).

Menurut dia, KBM akan lebih optimal jika dilakukan secara bertatap muka langsung dengan Bapak/Ibu guru. Meskipun melalui aplikasi online bisa bertanya langsung, tetapi karena terkendala jaringan yang kurang lancar, pelajar tetap memilih bertanya dengan bertatap muka di kelas.

Andre berpendapat, pembelajaran tatap muka di kelas tetap lebih baik dibandingkan secara online. Sebenarnya pembelajaran tatap muka tetap dapat dilakukan, namun dengan menerapkan sistem sift atau bergantian antar siswa.

“Jika sistem sift diberlakukan waktu pembelajaran cukup 4 jam saja, karena jumlah siswa yang cukup banyak. Kalau terlalu banyak waktunya kurang efisien, tapi kalau terlalu sedikit proses pembelajaran kurang efektif,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Batang, Sukalim menuturkan, di masa pandemi agar anak didiknya tetap berkualitas, Bapak/Ibu guru harus mempersiapkan strategi baru dalam memberikan pembelajaran kepada siswa dengan sistem jarak jauh.

“Nantinya kalaupun Pemkab Batang mengizinkan anak masuk sekolah, maka kita akan melakukan sistem sift atau pergantian yaitu sepertiga anak masuk dan dua pertiga tetap di rumah, supaya tidak terjadi kerumunan,” tandasnya.

Ia menambahkan, untuk waktu pemberlakuannya menunggu kepastian dan arahan dari Pemerintah termasuk mengenai teknis pelaksanaannya,  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)