Home / Berita / Pendidikan / UJIAN PRAKTIK SMAN 2 BATANG DIKEMAS DALAM PAGELARAN TARI

Berita

Ujian Praktik SMAN 2 Batang Dikemas dalam Pagelaran Tari

Batang - Ujian praktik yang dilakukan oleh para pelajar kelas XII IPS yang umumnya hanya untuk mendapatkan nilai, kini ditunjukkan di hadapan para guru dan tamu undangan dalam bentuk Pagelaran Tari Ramayana dan Mahabharata di Aula SMAN 2 Kabupaten Batang, Senin (2/3/2020).

Batang - Ujian praktik yang dilakukan oleh para pelajar kelas XII IPS yang umumnya hanya untuk mendapatkan nilai, kini ditunjukkan di hadapan para guru dan tamu undangan dalam bentuk Pagelaran Tari Ramayana dan Mahabharata di Aula SMAN 2 Kabupaten Batang, Senin (2/3/2020).

Kepala SMAN 2 Batang, Suraji mengemukakan, uji kompetensi keterampilan merupakan salah satu bagian dari nilai akhir pelajar yang akan dipadukan dengan ujian sekolah, untuk mendapatkan laporan hasil belajar secara maksimal.

Guru Mata Pelajaran Seni dan Budaya, Erni Purnamawati mengatakan, uji kopetensi untuk seni musik ditunjukkan dalam bentuk pagelaran karya tari. Untuk mempertebal kecintaan terhadap tari tradisional kepada kaum milenial.

“Pagelaran ini untuk menggali potensi diri dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya kesenian tari tradisional,” tuturnya.

Erni mengharapkan, anak didiknya lebih mencintai budayanya sendiri. Terlebih Kabupaten Batang mulai menggali dan menunjukkan potensi daerah.

“Anak-anak sudah mempunyai benteng apabila ada kebudayaan asing yang masuk. Dengan dasar yang kuat, kita bisa tahu mana bentuk tradisi yang harus ditanamkan dan mana yang harus ditolak,” paparnya.

Karena pagelaran ini masih termasuk ujian praktik, maka ada sistem penilaian tersendiri, agar memenuhi standar kompensi anak.

“Penilaian dilakukan dengan memperhatikan unsur keindahan dalam pagelaran tari itu ada wiraga (kemampuan penari dalam menghafal ragam gerak yang ditampilkan), wirama (kesesuaian gerak dengan irama), wirasa (ekspresi terhadap karakter yang dibawakan penari) dan wirupa (kesesuaian tata rias dan busana dengan karakter yang akan dimainkan),” terangnya.

Sementara, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Batang, Kustantinah mengatakan, ujian praktik yang dikemas melalui pagelaran tari dapat menunjukkan keunikan tersendiri dan menjadi media pelestarian kebudayaan tari tradisional, agar terus terjaga.

“Saya sangat mendukung sekali, dengan memperbayak tari-tarian tradisional untuk ditampilkan dalam pagelaran di tingkat SMP dan SMA, untuk menambah khasanah budaya kita,” jelasnya.

Kustantinah mengapresiasi semangat dari guru seni tari yang telah membimbing anak-anaknya agar dapat tampil maksimal.

“Mereka mempunyai bakat tinggal sering latihan saja. Apalagi tarian tradisional itu untuk membentengi kita dari pengaruh luar yang belum tentu sesuai dengan kearifan lokal kita,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)