Home / Berita / Pendidikan / PROVISI EDUCATION, BEKALI GURU PEMBELAJARAN TERINTEGRASI DAN AKTIF

Berita

ProVisi Education, Bekali Guru Pembelajaran Terintegrasi Dan Aktif

Batang - ProVisi Education yang didukung PT. Bimasena Power Indonesia (BPI) PLTU Kabupaten Batang yang konsen terhadap bidang pendidikan sebagai vendornya, menggelar Pelatihan Pembelajaran Aktif Yang Terintegrasi Dengan Lingkungan di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Batang, Selasa (11/2/2020).

Batang - ProVisi Education yang didukung PT. Bimasena Power Indonesia (BPI) PLTU Kabupaten Batang yang konsen terhadap bidang pendidikan sebagai vendornya, menggelar Pelatihan Pembelajaran Aktif Yang Terintegrasi Dengan Lingkungan di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Batang, Selasa (11/2/2020).

Sekolah-sekolah yang mengikuti pelatihan ini, yang menjadi penerima manfaat dari BPI dalam program Sekolah Adiwiyata. Program ini merupakan kerjasama antara Kementrian Agama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang. Kegiatan ini juga difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang.

Koordinator Program ProVisi Education Manda mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan dari perwakilan setiap sekolah yang sudah ditunjuk agar mengirimkan kepala sekolah dan guru mulai dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Sekolah Dasar.

“Jumlah yang rencananya menjadi sekolah baru, yang akan didampingi oleh BPI yang masuk wilayah Kecamatan Tulis dan Kecamatan Kandeman ada 11 sekolah.” jelasnya.

Dijelaskannya, kegiatan pelatihan ini untuk memberikan informasi bagaimana cara membuat administrasi pembelajaran guru yang terintegrasi dan aktif. Dimana guru-guru nantinya bisa memaksimalkan proses pembelajaran dengan lingkungan sekitar karena program Sekolah Adiwiyatanya lingkungan dengan cara yang tidak membosankan.

“Tujuannya untuk mewujudkan program Sekolah Adiwiyata untuk mendapatkan portofolio seperti akreditasi dimana dalam portofolio itu poin yang lumayan besar itu terletak pada administrasi pembelajaran guru yang terintegrasi dan aktif. Bagaimana cara guru melakukan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan.” pungkasnya.

Ia menambahkan, untuk pelatihan ini agar memaksimalkan poin tersebut, salah satunya administrasi pembelajaran guru yang terintegrasi dan aktif, caranya dengan memberikan informasi dan membekali guru-guru yang sekolahnya masuk dalam program Sekolah Adiwiyata.

Ia berharap, nantinya setiap guru bisa membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang memaksimalkan potensi lingkungan dan menggunakan Metode Active Learning. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)