Home / Berita / Pendidikan / GERLIMTUS MEMOTIVASI DIRI SIAP MENGHADAPI TANTANGAN

Berita

Gerlimtus Memotivasi Diri Siap Menghadapi Tantangan

Batang - Gerakan Lima Ratus (Gerlimtus) kembali memberikan perhatian kepada adik-adik kelasnya, dengan memotivasi agar siap menghadapi tantangan di abad milenial.

Motivasi itu disampaikan oleh beberapa narasumber seperti Mochammad Najmul Afad selaku dosen IAIN dan Adhitya Wisnu Pramono alumni yang telah sukses di bidang telekomunikasi di aula SMPN 3 Kabupaten Batang, Ssbtu (30/11/2019).

Pencetus Gerlimtus yang juga alumni SMPN 3 Batang angkatan 2010, Hilman Nuzzy Al Mustaqim menjelaskan, gerakan ini merupakan sebuah media para alumni SMPN 3 Batang yang menaruh perhatian lebih pada dunia pendidikan, untuk mendonasikan rezeki mereka dalam bentuk basiswa bagi pelajar yang berprestasi sekaligus meringankan beban adik-adik kelas yang kurang mampu, dimulai dengan nominal Rp500,00.

Dalam pesannya, Mochammad Najmul Afad, memotivasi agar setiap insan memiliki impian sebesar mungkin, terlebih demi membangun bangsa.

“Satu hal titik poinnya adalah silaturahim dengan teman maupun guru kita. Dan ketika kita punya niat baik, pasti akan ada hal-hal baik pula mengikuti kita,” tuturnya. 

Apalagi, lanjutnya niatan dari Gerlimtus ini kegiatan jangka panjang para alumninya. Dan di masa depan bukan tidak mungkin, mereka akan menjadi orang-orang yang luar biasa, yang menduduki posisi-posisi strategis di Indonesia.

“Hari ini di tengah karakter bangsa yang semakin carut-marut, puncak segala keilmuan adalah patuh kita kepada orang tua dan guru. Kalau tidak patuh ya percuma pintar dan kaya raya,” tegas pria yang pernah menjadi penjual donat untuk memenuhi biaya kuliahnya.

Salah seorang alumni SMPN 3 Batang, Adhitya Wisnu Pramono mengatakan, untuk menghadapi tantangan di abad milenial, dibutuhkan jiwa pantang menyerah dalam diri para pelajar. 

“Saya sendiri dulu memilih meneruskan ke jenjang SMK, karena ingin menantang diri sendiri dan memberikan contoh kepada adik-adik meskipun masuk SMK bisa melatih kemampuan dan kemandirian kita,” papar anggota Gerlimtus yang juga berprofesi di bidang telekomunikasi.

Seandainya memilih untuk bekerja dahulu, lanjutnya, ada kemungkinan pilihan dapat meneruskan pendidikan ke bangku kuliah menggunakan biaya sendiri. 

Untuk menghadapi persaingan, jauh lebih siap karena selama di SMK, kita telah dibekali dengan kemampuan lebih, dibandingkan dengan teman-teman sebaya.

“Cara membagi waktunya, saya kerja dari jam 8 pagi sampai 5 sore, kemudian lanjut setelah maghrib itu saya kuliah sampai jam 10 malam,” terang pria yang telah mendapatkan gelar S1 Manajemen di salah satu perguruan tinggi.

Menurutnya, karena sudah dibiasakan dengan gaya hidup untuk bekerja keras, akhirnya membuat jiwanya lebih “tahan banting”. 

“Jadi ketika dihadapkan pada situasi pekerjaan yang mengharuskan untuk lembur dan lainnya, saya sudah siap,” jelasnya.

Menghadapi era revolusi industri 4.0, Adhitya mengharapkan para pelajar SMPN 3 Batang memiliki keahlian di bidang digital supaya bermanfaat bagi lingkungan.

“Meskipun nantinya sudah bekerja, tapi dengan menjadi desainer atau youtuber dapat dijadikan keahlian khusus,” tandasnya.

Sementara Kepala SMPN 3 Batang, Bambang Purwantyono menanggapi positif, kegiatan Gerlimtus yang memotivasi anak didik, sehingga bersemangat meraih cita-cita.

“Gerlimtus ini meningkatkan kepedulian dan perhatiannya terhadap adik-adiknya, terutama yang berada di ekonomi menengah ke bawah,” katanya.

Bambang mengharapkan, di masa yang akan datang anggota Gerlimtus semakin bertambah banyak, sehingga makin banyak pula adik-adiknya yang diperhatikan.

“Kegiatan motivasi oleh anggota-anggota Gerlimtus juga bermanfaat untuk menyemangati adik-adik kelasnya untuk belajar, berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kualitas belajar, sehingga meraih kesuksesan yang membanggakan almamater, Kabupaten Batang dan Indonesia,” harapnya. (MC Batang, Jateng/Heri)