Home / Berita / Pendidikan / P3K PENYELAMAT GURU WIYATA BAKTI

Berita

P3K Penyelamat Guru Wiyata Bakti

Batang - Melihat peran guru Wiyata Bakti (WB) yang tidak hanya aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, melainkan juga diperbantukan di bidang administrasi dan lainnya, membuat pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang merasa harus ikut mendukung agar mereka memperoleh masa depan yang cerah, melalui perekrutan tenaga kependidikan jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Kami sangat prihatin, WB ini sudah bertahun-tahun menyumbangkan diri, waktu dan pikiran yang tidak memandang status. Ketika di depan kelas mereka adalah guru, tidak melihat itu PNS atau WB, cuma mereka yang bertahun-tahun mengabdikan diri, saya berharap pemerintah pusat lebih peka dan segera memberikan solusi, jangan sampai nasib mereka tidak jelas,” ungkap Ketua PGRI Kabupaten Batang, Warsito saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Selasa (26/11/2019).

Ia mengatakan, secara hukum guru WB sudah diakui saat membuat raport, tapi statusnya belum diakui.

“Kemarin pemerintah pusat melakukan perekrutan melalui P3K, lha ini kami mohon P3K segera betul-betul menjadi penyelamat buat guru WB. Guru-guru sekarang itu bukan guru yang tidak punya kompetensi lho, ada yang sudah lulus jurusan matematika karena mengabdi tidak relevan dia masuk PGSD. Itu berarti dua disiplin ilmu dia sudah punya,” paparnya.

Sistem pengangkatan CPNS murni melalui sistem CAT sangat bagus, tapi Warsito mengharapkan agar pemerintah pusat tidak melupakan guru WB yang sudah lama mengajar. 

“Mereka mempunyai kompetensi yang jauh lebih baik, jangan diragukan, anak-anak sekarang hebat, bahkan hampir di semua sekolah itu yang menjadi tulang punggung adalah teman-teman WB. Saya sering keliling ke lapangan, tenaga WB itu mempunyai peranan penting membantu sebagai bendahara,  mengurusi aset serta pembimbing dan pendamping lomba,” terangnya.

Menurutnya, PGRI baik melalui pengurus provinsi maupun pengurus besar, selalu memberikan  ruang tersendiri bagi guru-guru yang berusia di atas 35 tahun untuk masuk dalam P3K.

Sementara salah seorang guru WB yang telah mengabdikan dirinya selama 14 tahun di dunia pendidikan mengungkapkan, kurang menyetujui adanya CPNS, karena bagi para guru WB yang telah lama mengabdi, tentu saja secara usia sudah tidak bisa mengikuti tes penerimaan.

“Ke depannya untuk 1.800 WB ya tolong diperhatikan, syukur-syukur kalau ada P3K kita didahulukan,” harapnya. 

Ia menuturkan, sebelumnya para guru WB yang tergabung dalam Paguyuban Tenaga Honorer dan Kependidikan (Pagardika),menerima honor dari sekolah sebesar Rp200.000,00. Tetapi berkat perjuangan semua guru WB saat ini telah menerima peningkatan kesejahteraan dari Pemkab. Batang, sebesar Rp1.400.000,00 yang diterimakan tiap triwulan. 

“Untuk yang sudah lama mengabdi segitu, tapi untuk penjaga sekolah dan operator paling rendah Rp450.000,00. Tahun 2020 harapan teman-teman WB ada kenaikan dan dapat diterimakan tiap bulan sekali, karena kalau tiap tiga bulan, ya namanya sudah berkeluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak cukup,” pintanya. (MC Batang, Jateng/Heri)