Home / Berita / Pendidikan / SEMANGAT JADI SEKOLAH ADIWIYATA, SMAN 2 BATANG HIJAUKAN LINGKUNGAN

Berita

Semangat Jadi Sekolah Adiwiyata, SMAN 2 Batang Hijaukan Lingkungan

Batang - Menghijaukan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab segelintir orang, tapi telah menjadi kewajiban seluruh manusia sebagai makhluk bumi. Hal itu disebabkan keadaan bumi yang lambat laun lapisan ozon mulai menipis, karena pemanasan global. Maka pihak sekolah berinisiatif menanam puluhan pohon di lingkungan SMAN 2 Kabupaten Batang, Jumat (27/9/2019).

Kepala SMAN 2 Batang, Suraji  mengemukakan, oksigen yang dibutuhkan seluruh makhluk hidup pun mulai menipis, jika tidak diimbangi dengan tindakan manusia melakukan penanaman pohon kembali, dikhawatirkan kelangsungan hidup di bumi akan terhambat pula.

Gerakan penghijauan ini, lanjut Suraji, karena SMAN 2 Batang setelah ditetapkan sebagai Sekolah Zonasi oleh Kemendikbud RI, maka semangat yang dibawa adalah menjadikan SMAN 2 Batang sebagai Sekolah Adiwiyata, dengan melaksanakan pencanangan reboisasi di lingkungan sekolah.

“Dalam program Sekolah Zonasi, juga diimbangi kegiatan Gerakan Anti Plastik, dengan mengundang narasumber dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang, untuk memberikan keterampilan pemanfaatan limbah plastik kepada para pelajar,” paparnya.

Sebagai aksi nyata, pihak pengelola kantin sekolah agar meminimalisasi penggunaan kantong plastik. Demikian pula anak-anak pun diarahkan untuk membawa tempat makanan atau minuman sendiri dari rumah, yang mudah dibersihkan dan dapat dipakai lagi, karena plastik tidak mudah terurai selama puluhan ribu tahu. 

“Harapannya anak-anak didik kami bisa meneruskannya tidak hanya di sekolah, tetapi di rumah masing-masing, melalui Gerakan Satu Orang Satu Pohon bisa dilakukan,” tegasnya.

Suraji menambahkan, seterusnya pihak sekolah, akan melanjutkan kegiatan ini agar SMAN 2 Batang bisa mengikuti sekolah-sekolah lain, yang sudah menerapkan Sekolah Adiwiyata.

Ditemui usai mendampingi para pelajar melakukan penanaman pohon, Kasubag Program Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Musyafar Abidin, mengungkapkan, penanaman pohon ini langkah yang sangat tepat, untuk menuju Green School.

“Nantinya diharapkan bisa menjadi bagian dari proses menuju Sekolah Adiwiyata, salah satu program dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, sehingga bisa memperoleh penghargaan Sekolah Adiwiyata,” jelasnya.

Menurutnya, melalui pengenalan secara dini kepada anak didik, akan menumbuhkan sikap kepedulian terhadap lingkungan. Sehingga diharapkan generasi mendatang, mencintai lingkungannya.

Program reboisasi yang digagas oleh sekolah, menurut siswi kelas XI, Mega Elisya manfaat utamanya untuk mengganti tanaman-tanaman yang telah ditebang. 

“Dengan reboisasi ini, pemanasan global dapat terkurangi. Oksigen pun akan bertambah untuk kelangsungan hidup manusia dan hewan,” katanya.

Terkait proses menuju Sekolah Adiwiyata di SMAN 2 Batang, dirinya sangat setuju. Karena di sekolah ini juga telah diterapkan, apabila ada yang membuang sampah sembarangan, akan dikenakan denda sebesar Rp10.000,00 per satu buah sampah.

“Untuk mengurangi sampah plastik, bawalah tempat makan dan minum sendiri dari rumah, serta sedotan stainless steel, yang mudah dibersihkan untuk dipakai lagi,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)