Warga Disabilitas Berpeluang Jadi Bagian Pemerataan Lapangan Kerja
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya memberikan perhatian ekstra kepada pelajar, utamanya dari kalangan anak berkebutuhan khusus atau disabilitas, agar mendapatkan haknya sehingga dapat mewujudkan cita-citanya. Salah satu yang terpenting memberikan ruang untuk berkontribusi sebagai pekerja, agar turut menjadi bagian dari terciptanya lapangan kerja di tiap industri.
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya memberikan perhatian ekstra kepada pelajar, utamanya dari kalangan anak berkebutuhan khusus atau disabilitas, agar mendapatkan haknya sehingga dapat mewujudkan cita-citanya. Salah satu yang terpenting memberikan ruang untuk berkontribusi sebagai pekerja, agar turut menjadi bagian dari terciptanya lapangan kerja di tiap industri.
Bupati
Batang M Faiz Kurniawan menegaskan, untuk mewujudkannya Pemda akan bersinergi
dengan Dinas Ketenagakerjaan, dengan memberikan ruang sebesar satu persen warga
berkebutuhan khusus untuk berkontribusi dalam dunia industri.
“Kami
akan undang semua kalangan industri untuk disosialisasikan, yang akan didorong
mulai satu persen dulu agar memberi kesempatan warga berkebutuhan khusus untuk
berpartisipasi sebagai pekerja di lingkup industri,” katanya, usai membuka
Pasar Inklusi Kreasi, memperingati Hari Disabilitas Internasional, di SLB
Negeri Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2/12/2025).
Hal
lain yang tak kalah pentingnya adalah infrastruktur pendidikan, yakni dengan
perencanaan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di beberapa titik strategis di
luar Kota Batang.
“Kami
coba untuk melihat aset Pemda yang bisa dihibahkan agar bisa dibangun SLB, baik
di wilayah Limpung maupun Bawang,” jelasnya.
Di
sisi lain, setelah melihat produk-produk olahan dan kreasi dari anak
berkebutuhan khusus, Faiz mengapresiasi dan mulai memetakan ke wilayah mana
saja akan dipasarkan.
“Kita
lihat kemanfaatan dari produk itu, kalau memungkinkan bisa disalurkan untuk
belanja barang, atau salurkan sebagai sovenir di area destinasi wisata,” ungkapnya.
Sementara
itu, Kepala SLB Negeri Batang Buntas Ernawati pun turut membenarkan, karena
dengan wilayah yang sangat luas, Kabupaten Batang membutuhkan lebih dari satu
SLB.
“Selama
ini baru satu SLB di Batang, jadi ketika tahun ajaran baru tiba, kami tidak
bisa menerima seluruh calon siswa karena keterbatasan ruang kelas,” tegasnya.
Selama
ini SLB Negeri Batang menampung 304 siswa berkebutuhan khusus baik tunagrahita,
tunarungu, tunadaksa, tunanetra dan autisme. Namun nyatanya Allah SWT memberi
keistimewaan hingga berhasil mendulang prestasi di ajang kejuaraan.
“Sebanyak
20 atlet berhasil meraih medali emas hingga perunggu dalam Kejuaraan Provinsi.
Mulai dari cabang bocia, lari, tolak peluru, bulutangkis, tenis meja, lompat
jauh, renang, angkat berat,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)