Dalami Public Relations, Mahasiswi Uniss Jadi Wartawan Sehari
Batang - Lailatul Istikomah, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Selamat Sri Batang terjun langsung untuk mempraktikkan materi lobi pada public relations, di halaman Pendapa Kabupaten Batang, Senin (1/12/2025).
Batang - Lailatul Istikomah, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Selamat Sri Batang terjun langsung untuk mempraktikkan materi lobi pada public relations, di halaman Pendapa Kabupaten Batang, Senin (1/12/2025).
Dalam
sesi wawancara Lailatul Istikomah, mengajukan sejumlah pertanyaan terkait
metode peliputan hingga strategi agar mendapatkan informasi akurat dengan
mewawancarai Heri Kisyanto staf peliputan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)
Kabupaten Batang.
“Saya
mewawancarai narasumber, berkaitan dengan mata kuliah lobi dalam Public
Relations. Ternyata, kita sering melakukan lobi dalam aktivitas keseharian,
termasuk cara mewawancarai narasumber secara santun,” katanya.
Dalam
sesi wawancara ini, menciptakan suasana nyaman dan santai serta mengupas
informasi tentang dunia jurnalistik. “Disini saya diajarkan bagaimana
mengangkat berita supaya menarik dibaca,” ungkapnya.
Dalam
kesempatan tersebut, Staf Peliputan Dikominfo Batang Heri Kisyanto mejelaskan
cara penulisan berita dan pengambilan foto yang pas pada berita.
“Saya
sering liputan untuk instansi pemerintahan maupun non pemerintahan, seperti
kegiatan bupati dan wabup, pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga
kemasyarakatan,” jelasnya.
Salah
satu hal penting, agar menghasilkan berita atau karya jurnalistik yang baik
adalah dari tata bahasa yang menarik.
“Pengalaman
penyiar radio itu, 7 tahun, 11 tahun jadi reporter di beberapa radio swasta,
yang membuat saya matang, di lapangan,” tegasnya.
Seiring
perkembangan teknologi informasi, proses produksi berita pun makin praktis dan
cepat, tanpa memakan waktu yang lama. Kalau dulu di media cetak harus nunggu
keesokan harinya, tapi dengan media online, hanya dalam waktu satu hingga dua
jam Informasi sudah bisa diketahui netizen atau pembaca.
“Dari
peliputan menghasilkan beberapa karya jurnalistik, baik di media website,
YouTube dan radio. Hasil liputan tayang di kanal berita.batangkab.go.id,
rri.co.id/semarang, Youtube TVRI Jateng dan News Pantura, serta berita suara di
RRI Semarang,” ujar dia.
Ia
menambahkan, sebagai jurnalis juga harus memiliki modal koneksi yang baik
dengan pihak pemerintah maupun masyarakat supaya memudahkan saat peliputan
berita. (MC Batang, Jateng/Laila/Jumadi)