Hari Wayang, Dalang Muda Pentaskan Wayang Golek Walisongo
Batang - Memperingati Hari Wayang Nasional, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Batang menggelar pementasan wayang golek semalam suntuk bersama dua dalang muda bertema Walisongo. Pagelaran bertajuk Safari Budaya Pepadi merupakan yang pertama kali digelar sebagai rasa syukur atas pengakuan terhadap wayang sebagai budaya asli Indonesia, dengan lakon "Sunan Kalijaga Mbangun Gamelan".
Batang - Memperingati Hari Wayang Nasional, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Batang menggelar pementasan wayang golek semalam suntuk bersama dua dalang muda bertema Walisongo. Pagelaran bertajuk Safari Budaya Pepadi merupakan yang pertama kali digelar sebagai rasa syukur atas pengakuan terhadap wayang sebagai budaya asli Indonesia, dengan lakon "Sunan Kalijaga Mbangun Gamelan".
Ketua
Pepadi Batang Ki Tulus Wahyu Utomo atau akrab disapa Ki U'ut mengapresiasi
pagelaran tersebut dengan dukungan dari Pemkab Batang yang memberikan ruang
ekspresi bagi dalang muda sebagai generasi pelestari seni pedalangan. Pagelaran
ini merupakan wujud darma para dalang di Batang untuk melestarikan kebudayaan
dari leluhur.
“Hari
Wayang Nasional ini kami melakukan darma untuk melestarikan seni pedalangan dan
karawitan dengan menggandeng pdalang muda. Ki Wibi Wihasmoro 30 dan Ki Agung
Dwi Anggono 21 tahun, duet keduanya merupakan yang pertama kalinya, dan mungkin
akan diduetkan lagi di lain kesempatan lain,” katanya, saat ditemui di lapangan
Kaliwareng Warungasem, Kabupaten Batang, Sabtu (29/11/2025) malam.
Safari
Budaya Pepadi memang baru pertama kali digelar, namun bukan tidak mungkin, akan
dilakukan secara berkeliling ke desa-desa lainnya.
“Ini
baru awal, tahun depan rencana akan kami lakukan pagelaran wayang dengan
keliling desa, agar bisa membaur dengan masyarakat,” jelasnya.
Ia
mewakili seluruh dalang di Kabupaten Batang mengharapkan agar ada regenerasi
dalang-dalang muda, demi kelestarian seni pedalangan.
Sementara
itu, Ki Agung Dwi Anggono sebagai dalang muda, mengharapkan agar dapat
mencintai budaya leluhurnya di era generasi z. Sebagai dalang dari kalangan
generasi z, merupakan sebuah kebanggaan dapat ikut melestarikan tradisi wayang.
“Insyaallah
nanti akan pentas wayang dengan tema Sunan Kalijaga Mbangun Gamelan, sebuah
upaya agar masyarakat menerima gamelan sebagai sarana masuknya Islam, di tanah
Jawa,” tegasnya.
Kepala
Desa Kaliwareng Saparudin bersyukur desanya terpilih untuk menggelar pentas
wayang golek semalam suntuk. Baginya pagelaran ini merupakan upaya agar tradisi
wayang dari leluhur tidak hilang begitu saja.
“Pagelaran
wayang ini tujuannya supaya budaya wayang ini tidak hilang dan tergerus sama
modernisasi apalagi sekarang ada gawai. Semoga budaya wayang ini tetap lestari,
anak-anak kita tetap mencintai kebudayaannya sendiri,” ujar dia. (MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)