Kesadaran Berhaji Tinggi, Generasi Z Daftar Lebih Dini
Batang - Masa tunggu keberangkatan ke Tanah Suci yang hingga kini mencapai puluhan tahun, ternyata menginsipirasi para orang tua untuk mendaftarkan anak-anaknya lebih awal. Para orang tua berupaya agar anak-anaknya mendapatkan porsi haji lebih awal, sehingga memiliki kesiapan mental lebih matang dan fisik yang kuat.
Batang - Masa tunggu keberangkatan ke Tanah Suci yang hingga kini mencapai puluhan tahun, ternyata menginsipirasi para orang tua untuk mendaftarkan anak-anaknya lebih awal. Para orang tua berupaya agar anak-anaknya mendapatkan porsi haji lebih awal, sehingga memiliki kesiapan mental lebih matang dan fisik yang kuat.
Salah
satu orang tua, Dwi Karuni Wahyuningrum mendaftarkan kedua putrinya Sabrina dan
Sadrina karena alasan lamanya masa tunggu keberangkatan jemaah haji ke Tanah
Suci. Selain itu, ada alasan lain, yakni sebagai kado ulang tahun kedua
putrinya, di bulan Oktober 2025 dan Januari 2026, maka dipilihlah kado daftar
haji menjelang akhir tahun.
“Sebagai
orang tua ya ingin menyenangkan anak dengan mendaftarkan haji Sabrina sama
Sadrina, sekalian biar ga terlalu lama nunggu, katanya sekarang sampai 26
tahun,” katanya, usai mendampingi kedua putrinya, di Gedung Pusat Pelayanan
Haji dan Umrah Terpadu Batang, Kabupaten Batang, Rabu (19/11/2025).
Usai
melakukan sesi foto dan menerima berkas pendaftaran, Sabrina 19 tahun dan
Sadrina 15 tahun merasa bahagia karena keinginan untuk mendaftar haji sudah
terpendam sejak lama. Keduanya bersyukur karena kedua orang tuanya telah
mewujudkan keinginannya dengan mendampingi selama proses pendaftaran hingga
pemorsian.
“Memang
sudah lama banget kami pingin daftar haji, ahamdulillah ayah sama ibu daftarin
hari ini. Senang banget karena udah didaftarin, Insyaallah berangkat 26 tahun
lagi, di 2051 pas usai 45 dan 41 tahun,” tuturnya.
Sementara
itu, Kepala Seksi Penyelanggaraan Haji dan Umrah Kemenag Batang Siti Mahmudah
menerangkan, perubahan masa tunggu dari semula 32 tahun menjadi 26 tahun,
didasarkan pada keputusan Kementerian Haji dan Umrah RI. Yakni berdasarkan
daftar tunggu, bukan lagi sistem persentase penduduk muslim, tentu bagi mereka
yang telah mendaftar lebih awal, akan diberangkatkan terlebih dahulu.
“Bagi
mereka yang daftar hari ini, semula harus nunggu hingga 32 tahun, otomatis
berubah jadi 26 tahun, dan berlaku mulai 26 September 2025. Jika sebelumnya
kuota Jawa Tengah sebesar 30.043 jemaah, maka yang akan berangkat tahun 2026
menjadi 34.122 jemaah,” jelasnya.
Di
sisi lain, Mahmudah mengapresiasi karena kemauan kalangan generasi z yang mau
mendaftar di rentang usia 12 tahun ke atas.
“Itu
karena kesadaran keislaman orang tuanya, yang makin baik, jadi kalau hari ini
daftar di usia 12 tahun, ketika berangkat mereka baru 38 tahun, jadi fisiknya
masih kuat,” ujar dia.
Berdasarkan
data, selama kurun waktu tahun 2024, para pendaftar dari kalangan generasi z,
berkisar di angka 50 orang. Hal tersebut selain faktor Kesadaran iman yang
baik, juga dipengaruhi oleh ekonomi. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)