BPS Batang Gelar Seminar Peningkatan Literasi Statistik
Batang Badan Pusat Statistik (BPS) Batang menggelar, Seminar Peningkatan Literasi Statistik Kabupaten Batang Tahun 2025 dengan tema “Dampak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Batang" di Aula Hotel Sendangsari Batang, Kabupaten Batang, Rabu (12/11/2025).
Batang Badan Pusat Statistik (BPS) Batang menggelar, Seminar Peningkatan Literasi Statistik Kabupaten Batang Tahun 2025 dengan tema “Dampak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Batang" di Aula Hotel Sendangsari Batang, Kabupaten Batang, Rabu (12/11/2025).
Kepala
BPS Batang Heni Djumadi mengatakan, kondisi Kabupaten Batang pada tahun 2025 di
Q2 nya (merujuk pada data Kuartal II (April-Juni)), angkanya tembus menjadi
7,49. Angka ini mungkin sangat berarti bagi pertumbuhan ekonomi di Batang.
“Batang
terdiri dari 15 kecamatan dengan variasi yang sangat kompleks, mulai dari
daerah pantai, pegunungan dan sebagainya. Bahkan, kita juga memiliki salah satu
KEK di Batang dari 25 KEK di Indonesia,” jelasnya.
Hal
ini menunjukkan progres yang sangat positif. Mulai dari Pertumbuhan Ekonomi,
Kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka, maupun Indeks Pembangunan Manusia
(IPM), memiliki trend yang sangat baik.
“Ini
merupakan modal yang sangat bagus untuk Kabupaten Batang, dengan adanya KEK
Industropolis Batang diharapkan menjadi salah satu kontribusi di dalam
pertumbuhan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Sementara
itu, Kepala Departement Corporate Communication KEK Industropolis Batang Tanya
Liwail Chamdy menyampaikan, dampak KEK bagi pertumbuhan ekonomi tentu
memudahkan investasi, karena tujuan kami adalah mendatangkan Penanaman Modal
Asing (PMA).
“Dengan
adanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) ditambah tahun ini kami
mendapatkan status baru yaitu menjadi KEK, akan semakin memberikan kemudahan
kepada bagi investor, seperti kemudahan investasi melalui insentif-insentif
pajak yang akan mereka terima,” ujar dia.
Ia
mengatakan, menurut data bulan lalu, KEK Industropolis Batang sudah menerima 34
tenant industry dan 55 perusahan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebagai
supporting industry nya, mulai dari perbankan, restoran, dan industri
pendukung.
“Selama
5 tahun ini, kami mencatat total investasi yang masuk yaitu kurang lebih
sebesar Rp20 triliun lebih,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Ardhy/Jumadi)